Cara Melakukan Analisis Regresi Multiples dengan SPSS

Cara Melakukan Analisis Regresi Multiples dengan SPSS | Analisis Regresi adalah suatu cara atau teknik untuk mencari hubungan antara variabel satu dengan variabel lain yang dinyatakan dalam bentuk persamaan matematik dalam hubungan yang fungsional. Dalam pengertian lain, analisis regresi ingin mencari hubungan dari dua variabel atau lebih dengan mana variabel yang satu tergantung pada variabel yang lain.

Secara umum, dapat dinyatakan pula bahwa apabila ingin mengetahui pengaruh satu variabel X terhadap satu variabel Y maka digunakan analisis regresi sederhana, dan apabila ingin megetahui pengaruh dua variabel X atau lebih terhadap variabel Y digunakan analisis regresi ganda (multipes)

Saya tidak akan membahas secara detail mengenai Analisis Regresi sederhana, karena fokus saya dalam artikel ini adalah Analisis Regresi Multipes (ganda). Persamaan Analisis Regresi Multiples berdasarkan pada rumus :

Theoremanya : Y = a+b1x1+b2x2....bn

Setelah sobat mengetahui teori dasar mengenai Analisis Regresi Multiples, sekarang kita masuk ke bagian Cara Melakukan Analisis Regresi Multipes dengan SPSS versi 21. Sebagai contoh, saya ingin mengetahui pengaruh variabel Motivasi (X1) dan variabel Minat (X2), terhadap variabel Prestasi (Y), data penelitian ini mempuyai sampel berjumlah 12 siswa. Adapun data lengkapnya lihat pada gambar di bawah ini.

Analisis Regresi Multipes dengan SPSS

Langkah-Langkah pada SPSS
1. Buka program SPSS, klik Variable View, Selanjutnya, pada bagian Name tulis saja X1, X2 dan Y, pada Decimals ubah semua menjadi angka 0, pada bagian Label tuliskan Motivasi, Minat ,dan Prestasi.

Analisis Regresi Multipes dengan SPSS

2. Setelah itu, klik Data View, dan masukkan data Motivasi (X1), Minat (X2) dan Prestasi (Y) yang sudah dipersiapkan tadi.

Analisis Regresi Multipes dengan SPSS

3. Selanjutnya, dari menu utama SPSS, Pilih Analyze – Regression – Linear

Analisis Regresi Multipes dengan SPSS

4. Muncul kotak dialog dengan nama Linear Regression, masukkan variabel Motivasi (X1), Minat (X2) ke kotak Independent (S), masukkan variabel Prestasi (Y) pada kotak Dependent, pada Method pilih Enter, selanjutnya klik Statistics

Analisis Regresi Multipes dengan SPSS

5. Pada bagian Linear Regression Statistics, berikan tanda centang pada Estimates dan Model fit kemudian klik Continue, lalu klik OK

Analisis Regresi Multipes dengan SPSS

Output Analisis Regresi SPSS :

Analisis Regresi Multipes dengan SPSS

Analisis Regresi Multipes dengan SPSS

Analisis Regresi Multipes dengan SPSS

Analisis Regresi Multipes dengan SPSS

Beradasarkan output di atas, dapat diketahui beberapa nilai antara lain : nilai koefosien regresi, thitung, nilai signifikansi, niai Fhitung, Nilai R Square atau R2, dan lain-lain. Untuk lebih jelasn sobat dapat melihat ringkasannya pada gambar tabel di bawah ini.

Rekap Hasil Analisis Regresi Linear Multiples

Untuk mengetahui seberapa kuat pengaruh masing-masing variabel X terhadap Y, maka perlu dilakukan Uji t Pasial, jika sobat ingin mengetahui pengaruh variabel X1 dan X2 secara simultan terhadap variabel Y maka perlu dilakukan Uji F Simultan, dan jika sobat ingin mengetahui subangan relatif yang diberikan maka perlu dilakukan Analisis Koefisien Determinasi

Semua uji yang berkaitan dengan Analisis regresi di atas, akan kita bahas pada artikel berikutnya, karena jika saya posting di artikel ini akan terlalu panjang dan membuat loading blog melambat, untuk itu saya minta maaf atas ketidaknyamanannya.

[Search : Cara Melakukan Analisis Regresi Multiples dengan SPSS atau sering disebut dengan Uji analisis regresi linear berganda digunakan untuk menguji pengaruh antara variabel oleh SPSS Indonesia]
[Img : Dokumen Program SPSS versi 21]
Lihat Juga: VIDEO Uji t dan Uji F dalam Analisis Regresi Berganda

202 Responses to "Cara Melakukan Analisis Regresi Multiples dengan SPSS"

  1. Semoga bermanfaat.. terimakasih

    BalasHapus
  2. Siang. Bagaimana cara/step membuat output uji regresi dengan p-plot di spss? Hasl output yang saya inginkan adalah berupa grafik historgam, krna dilihat dri syarat uji regresi itu sendiri adalah asumsi di katakan normal apabila data menyebar di sekitar garis diagonal da mengikuti garis diagonal.. bisa bantu saya?

    BalasHapus
    Balasan
    1. Siang mbak...betul sekali mbak.. memang untuk uji asumsi klasiknya harus normal..caranya setelah masuk menu linear regression mbak klik pada bilihan plots.. lalu centang histrogram dan plotnya kemudian continue.. begitu mbak caranya silahkan di prektekkan

      Hapus
  3. Selamat malam, Mas
    Mas saya mau tanya nih ttg uji2. ini pertanyaan simple tp selalu disalahin sm dosbing pdhl sdh persis teori buku di MPB sugiyono. pertanyaannya:
    1. Apa yg dimaksud ada pengaruh dan tidak ada pengaruh?
    2. Apa yg dimaksud ada pengaruh positif dan negatif?
    3. Apa yg dimaksud ada pengaruh kuat (besar) dan lemah (kecil)?
    4. Apa bedanya valid dgn tidak valid? arti valid itu apa?
    5. Apa bedanya reliabel dengan tidak reliabel?
    itu semua udh saya jawab sudah dijelasin eh dosennya malah maksudnya intinya itu apa, nyebutin berdasarkan hasil statistik uji2nya r tabel, r hitung, t tabel t hitung itu juga disalahin bukan statistiknya tapi maksud intinya itu apa. mohon bantuannya ya mas.
    Terima kasih

    BalasHapus
    Balasan
    1. Mudah2an terjawab ya..:
      1. Berpegaruh artinya kontribusi yang diberikan variabel bebas terhadap variabel terikat.
      2. Pengaruh positif = jika variabel x menigkat maka variabel y juga meningkat.. jika negatif veriabel x meningkat maka y menurun.
      3. pengaruh kuat adalah pengaruh yang signifikan.
      4. Valid artinya layak.. contoh item pertanyaan valid artinya pertanyaan tersebut layak digunakan sebagai instrumen penelitian.
      5. reliabel artinya konsisten atau terpercaya.

      jika ada yang kurang yang lain boleh menambahkan..hehehe

      Hapus
  4. kalau R Square saya kecil itu kenapa yah mas?

    BalasHapus
    Balasan
    1. Kalau kecil memang kenapa mas.. ya berdasarkan data memang pengaruhnya segitu.. kalau penyebab kecil tentunya karena nilai variabel bebas kurang konsisten terhadap variabel terikat

      Hapus
  5. pak mau tanya lagi, urutan untuk analisis regresi multiples ini penulisannya mana yang lebih dahulu?

    1. regresi tiap variable (Y=A+b1x1+b2x2)
    2. coeffisien determinasi
    3. uji f
    4. uji T

    lalu untuk pearson corelation apa masuk di sini jg?

    BalasHapus
    Balasan
    1. 1. Persamaan Regresi.
      2. Uji t
      3. Uji F
      4. Koefisien Determinasi..

      Pearson correlation ada kok dengan melihat nilai R

      Hapus
  6. pagi pak mau tanya. data yg kita siapin utk uji regresi multiple ini, adalah skor total dari kuesioner ya?
    makasih..

    BalasHapus
    Balasan
    1. betul mas skor total yang digunakan untuk uji regresi

      Hapus
  7. Selamat siang pak,
    dalam skripsi saya variabel X1 memiliki 18 sub variabel, variabel x2 memiliki 8 sub variabel dan variabel y memiliki 5 sub variabel, dengan kondisi seperti itu bagaimana cara mengaplikasikannya ya pak ?

    BalasHapus
    Balasan
    1. setau saya uji regresi berganda adalah untuk mengetahui pengaruh 2 atau lebih variabel independent.. mungkin yang sobat maksud adalah dimensi x1 ada 18.. biasanya 18 itu hanya perlu di uji korelasi antar dimensi

      Hapus
  8. siang pak, berarti cara diatas adalah cara mencari ttahu apakah x1&x2 berpengaruh terhadap Y? lalu bagaimana cara membaca output diatas? terimakasih

    BalasHapus
  9. Terima kasih atas penjelasannya pak. Saya ingin bertanya, dari hasil regresi diatas kemudian bagaimana interpretasinya? apa arti dari masing2 nilai yang muncul (koef regresi, t htung, f hitung, dsb)? Untuk mengetahui seberapa kuat pengaruh kemudian dilakukan uji t, uji t yang mana yg harus dilakukan? Mohon bantuannya untuk menjawab pertanyaan tersebut. Terima kasih atas perhatiannya.

    BalasHapus
  10. teknik analisis apa yang harus digunakan jika data tidak normal dan tidak linier namun kita mau melihat kontibusi beberapa X terhadap Y??
    trimas

    BalasHapus
  11. Malam Pak. Mau nanya : 1. Bagaimana cara memvalidasi data. 2. Apakah u mnguji kebenaran pemodelan hanya cukup dg uji t. Uji f? Trus apakah uji normalitas, heterokesdasitas, uji klasik masih perlu d lakukan? 3. Dr nilai sig yg kecil dr 0.05 apa masih perlu d lakukan uji t tabel? Tidak kah klo hasilnya sdh kecil dari 0.05 berarti sdh significant dan bisa d jadikan sbgai model.

    BalasHapus
    Balasan
    1. malam;
      1. bisa dengan cara Uji validitas. 2.uji kebenaran??? uji t digunakan untuk mengetahui apakah variabel x secara parsial berpengaruh terhadap variabel y. 3. ada dua dalam dasar pengambilan keputusan dalam uji regresi yakni dengan membandingkan nilai sig atau membandingkan nilai t, pilih salah satu saja gak papa.

      Hapus
  12. permisi mas saya mau tanya, kalau rumus regresi berganda jika contoh kasusnya, X= himpunan dana pihak ketiga, X tersebut mempunyai 2 sub variabel yaitu X1=Wa'diah dan X2=mudharabah dan Y1 adalah pembiayaan dana yang mempunyai sub variabel yaitu Y1.1= bagi hasil, Y1.2= jual beli, Y1.3= sewa. dan Y2 adalah profit. itu rumus regresi nya gimana ya mas ? saya bingung. mohon bantuannya mas. terima kasih

    BalasHapus
    Balasan
    1. jika memang mau di uji persub variabel maka yang diuji satu-satu mbak.. namun jika variabelnya maka rumusnya sama seper cara di atas

      Hapus
  13. Mau tanya kalo saya punya 4 variabel yaitu KP, KD berpengaruh terhadap KA, KC...yang saya tanyakan pada kolom Dependent itu sya tulis apa ya? apa saya tulis total dari kuesionernya?

    BalasHapus
    Balasan
    1. dependen adalah variabel terikat.. jadi dalam kasus sini ditulis KA, KC...

      Hapus
  14. mau tanya mas, kalau saya uji normalitas x1,x2,x3 terhadap y1 hasilnya asymp dan ksz > 0.05 tapi masalah pas saya uji y1 terhadap y2 ksz > 0.05 tapi asymp sig < 0.05... itu kenapa yah ? karena salah pengujian atau gmn ya mas ?

    BalasHapus
    Balasan
    1. saya rasa tidak salah mas..memang bisa terjadi hal yang demikian..

      Hapus
  15. Selamat malam pak. mohon bantuannya
    saya memiliki 5 variabel bebas dan 1 variabel terikat. saya menggunakan skala likert. nah masing2 variabel itu saya membuat pertanyaan yang berbeda-beda jumlahnya. misal X1 ada 4 pertanyaan, X2 ada 6 pertanyaan dst
    yang saya tanyakan : untuk transformasi analisis regresi berganda kan dengan cara menjumlahkan masing2 pertanyaan untuk masing2 variabel, misal:
    X1 untuk responden 1 memiliki 4 pertanyaan, kemudian dijumlah. Untuk responden 2 juga dijumlah, begitu seterusnya

    apakah perbedaan jumlah item pertanyaan untuk masing2 variabel ini berpengaruh pak terhadap hasil regresi?
    bagaimana kalo menggunakan mean?
    apakah ada teori yang didasarkan pada buku/jurnal yg menjelaskan bahwa cara menghitungnya menggunakan total masing2 variabel?

    terima kasih banyak pak mohon bantuannya

    BalasHapus
  16. selamat siang pak saya ingin bertanya.
    Apakah dalam Regresi Linear Berganda setiap variabel bebasnya harus memiliki jumlah item pertanyaan yang sama ?
    Misalnya :
    variabel X1 terdiri 5 item pertanyaan
    variabel X2 terdiri 5 item pertanyaan juga

    ATAU boleh jumlah item pertanyaannya berbeda
    Misalnya :
    variabel X1 terdiri 5 item pertanyaan
    variabel X2 terdiri 8 item pertanyaan

    ketika diinput ke spss, apakah menggunakan total masing-asing variabel atau menggunakan rata-rata?
    apakah ada teori yang mendasari hal tsb?

    terima kasih banyak pak. saya sedang kebingungan. mohon bantuannya

    BalasHapus
    Balasan
    1. Pertanyaan yang bagus mbak mine:
      1. jumlah pertanyaan untuk tiap-tiap variabel tidak harus sama.
      2. ada yang menggunakan skor total dan ada yang memakai nilai rata-rata. semua ada rujukannya.. tapi perlu dicatat bahwa hasil akhir baik itu memakai skor total dan rata-rata adalah sama..mudah2an terjawab

      Hapus
  17. Selamat pagi mas, saya mau bertanya tentang sumbangan efektif.
    Saya menggunakan analisis regresi linear berganda.
    Bisakah sumbangan efektif tiap variabel di katehui melalui pengolahan SPSS? Klo bisa, gmana caranya?
    Terimakasih

    BalasHapus
    Balasan
    1. pagi pak.. kalau manual ada rumusnya pak.. tapi kalau di spss saya biasa gunakan nilai beta kuadrat untuk mengetahui sumbangan efektif pak..

      Hapus
  18. assalamu alaikum pak ada yn saya ingin tanyakan , tentang hasil uji saya yang seperti dibawah ini
    Model Unstandardized Coefficients Standardized Coefficients t Sig.
    B Std. Error Beta
    1 (Constant) 18.864 4.361 4.325 .000
    GKepemimpinan -.145 .143 -.161 -1.018 .314
    KomunikasiI .035 .113 .047 .309 .759
    MotivasiK -.036 .065 -.080 -.544 .589
    DisiplinK .052 .139 .058 .377 .708
    a. Dependent Variable: KinerjaSDM

    untuk uji hipotesis nya berarti tidak mempunyai pengaruh yang signifikan semua ya pak yan karena lebih >0,05apa gmana ya pak?mohon jawabannya pak, wassalam

    BalasHapus
    Balasan
    1. Wa'alaikumsalam.. prinsip sederhanya adalah jika nilai sig. > 0,05 maka variabel independent tidak berpengaruh terhadap variabel dependent pak

      Hapus
  19. Selamat siang pak, saya sedang melakukan penelitian dengan model pengaruh X yang terdiri dari x1, x2, dan x3 terhadap Y1 (Y1 disini sebagai variabel intervening) dan dampaknya terhadap Y2 (Variabel independen), Yang ingin saya tanyakan model penelitian seperti ini bisakah saya menggunakan analisis regresi berganda ketika menguji pengaruh X1,x2,x3 terhadap Y1 yang merupakan variabel intervening tadi kemudian variabel intervening tersebut menjadi variabel x dan akan saya gunakan regresi sederhana ketika melihat pengaruhnya terhadap Y2 (variabel independen tadi). Tanpa harus menggunakan analisis jalur ? Mohon pencerahannya pak

    BalasHapus
    Balasan
    1. Analisis jalur atau path analisis adalah bagian dari analisis regresi mbak. bedanya hanya pada persamaan regresi dan penafsirannya

      Hapus
  20. assalamualaikum pak saya mau bertanya
    saya punya persamaan linier seperti ini :
    y= 0,001+1,140x1-0,161x2
    nb: x1= kualitas produk x2= harga

    saya minta tolong interpretasikan konstanta dalam persamaan linier tersebut pak, karena saya bingung. hehe
    terimakasih

    BalasHapus
    Balasan
    1. a = 0,001 menyatakan bahwa jika X1 dan X2 tetap (tidak mengalami perubahan) maka nilai konsistensi Y sebesar 0,001.
      b1 = 1,140 menyatakan bahwa jika X1 bertambah, maka Y akan mengalami peningkatan sebesar 1,140, dengan asumsi tidak ada penambahan (konstanta) nilai X2.
      b2 = -0,161 menyatakan bahwa jika X2 bertambah, maka Y mengalami peningkatan sebesar -0,161, dengan asumsi tidak ada penambahan (konstan) nilai X1.

      Hapus
  21. selamat siang mas. artikel ini sungguh bermanfaat.
    saya ingin bertanya, apa yang harus saya lakukan jika terdapat autokorelasi dalam penelitian saya? terima kasih

    BalasHapus
    Balasan
    1. Coba pakai metode yang lain dulu.. misalkan medeteksi autokorelasi dengan run test

      Hapus
  22. selamat siang pak, saya mau tanya. jadi saya awalnnya menggunakan regresi sederhana, hanya menguji pengaruh X thd Y, variabel X ini memiliki 5 dimensi dan Y ada 3 dimensi. ketika menggunakan regresi sederhana memiliki pengaruh dan signifikan tetapi dospem saya mememinta untuk menguji 5 dimensi X itu terhadap Y untuk melihat seberapa besar pengaruh tiap dimensi. akhirnya saya menggunakan regresi berganda tp hasilnya adalah hanya 1 dimensi yang berpengaruh terhdap y. itu kenapa ya ? apakah ada pengaruh jumlah pernyataan perdimensi ? karena rata2 pernyataan perdimensi ini hanya 2. dan dimensi yg memiliki pengaruh adl dimensi yg memiliki 3 pernyataan. mohon bantuannya. terimakasih

    BalasHapus
    Balasan
    1. Siang pak.. memang kalau seperti itu sulit juga pak.. apalagi ketika nanti dosen minta item pertanyaan mana yang paling berpengaruh terhadap variabel terikat atau Y.

      Nah..kenapa hanya 1 dimensi yang berpengaruh padahal dalam uji regresi x terhadap y berpengaruh..
      Jawab: variabel X itu adalah akumulasi dari 5 dimensi..amulasi 5 dimensi tersebut saling menguatkan ketika menjadi 1 variabel.. itu sebabnya 1 variabel berpengaruh pak

      Hapus
  23. izin bertanya dong... apabila saya menggunakan 2 variabel dependen , analisis apa yang bsa saya gunakan?

    BalasHapus
    Balasan
    1. iya boleh dengan senang hati..jika menggukan 2 variabel dependen atau variabel terikat.. maka proses dilakukan dengan analisis regresi linear sederhana dengan 2 kali proses analisis

      Hapus
  24. pa, ingin bertanya, jika regresi bergandanya ada variabel moderating dan rumusnya

    Perf = ao + a1BP + a2CM + a3Sat + a4CM * BP + a5Sat * BP + a6CM * Sat +a7CM * Sat * BP +e

    lalu untuk tiap a itu dicari seperti diatas?

    BalasHapus
  25. Selamat malam pak..saya amel..
    Saya mau tanya..
    skripsi saya menggunakan 7variabel (1 independen, 5 intervening, 1 dependen)..untuk variabel yg seperti itu,cocok nya pake analisis apa ya pak? Regresi berganda atau ada yg lain? Kalau regresi berganda,persamaan regresi nya gimana pak?
    Terimakasih pak..
    Mohon bantuannya..

    BalasHapus
  26. Gimana ya pak caranya agar uji regresi linier hasilnya signifikan positif semua variabel independentnya enggak ada yg negatif?
    terimakasih

    BalasHapus
    Balasan
    1. cari datanya yang positif dan konsisten antara X terhadap Y

      Hapus
  27. Selamat Malam Mas Sahid, saya mau tanya? kenapa hasil ouput dari Analisis Regresi Linier Berganda punya saya tidak keluar Nilai F nya (Kosong) Apa ada yang salah dengan Analisis saya ? Matur nuwun sebelumnya :)

    BalasHapus
    Balasan
    1. kok bisa ya..hehe.. coba dicek lagi proses input datanya atau mungkin datanya yang bermasalah.. coba cek lagi. atau mungkin kontak dan tunjukan foto datanya agar saya bisa tau detail permasalahan pada analisis yang mbak lakukan

      Hapus
  28. selamat malam mas sahid, saya mau bertanya, saya ingin menguji pengaruh pola asuh authotitative, authoritarian, permissive dan uninvolved terhadap kecerdasan emosi. apakah uji regresi dilakukan satu per satu? saya mencoba meregresi satu per satu dan output spss menunjukkan nilai sig 0.00 pada tabel anova. apakah arti nilai sig 0,00 tsb? apakah merupakan hal yag wajar jika sig dalam regresi 0,00?? terimakasih atas kesediannya utk menjawab pertanyaan ini

    BalasHapus
    Balasan
    1. menggunakan regrsi linear berganda mbak.. nanti untuk pengaruh masing masing variabel bebas pakai uji t.. nilai signifikansi hasil SPSS sebesar 0,000 sangat wajar dan tidak masalah

      Hapus
  29. terimakasih sebelumnya atas materi ini :)
    selamat pagi, saya mau tanya pak? saya menggunakan 1 variabel x dan 1 variabel y. jika variabel x saya ada 5 sub variabel. seharusnya perhitungan analisis regresi saya regresi sederhana dan regresi berganda?

    BalasHapus
    Balasan
    1. Sama-sama.. sub variabel tidak di uji regresi tapi hanya di uji korelasi dimensi.. sebaiknya menggunakan Uji Regresi Linear Sederhana

      Hapus
  30. Selamat siang pak
    Saya mau tanya
    Bagaimana cara mencari sumbangan relatif dan sumbangan efektif masing2 prekdiktor lewat spss?
    Terimakasih sebelumnya

    BalasHapus
  31. Tanya Mas, anak saya buat KTI, ingin mengetahui pengaruh kompres hangat pada nyeri haid remaja putri,hasil pengukuran sebelum dan sesudah diberikan kompres hangat dengan skor NRS: 0 SAMPAI DENGAN 10; dengan katgori tingkat nyeri 1,2,3,4,5;(katgori (K)1= skor 0, K2= skor 1 sampai 3,K3=skor 4 sampai 6, K4=skor 7 sampai 9, K5=skor 10
    Untuk data seperti di atas, saya harus menguji dengan apa Mas, Uji Tes, Welcoxon atau apa? mohon penjelasan. makasih sebelumnya. tolong jawaban dikirim ke Email saya; dionklt@gmail.com

    BalasHapus
  32. maaf pak saya mau tanya, variable x di skripsi saya ada 6 sub dan dosen saya mengatakan harus pakai regresi berganda untuk mencari best predictor, saya mohon penjelasannya pak seputar langkah-langkah yang harus saya lakukan untuk mencari best predictor tersebut

    BalasHapus
    Balasan
    1. kalau untuk mengetahui sub variabel mana yang paling dominan mampengaruhi variabel dependent maka lebih tepat jika menggunakan uji korelasi dimensi. nanti mbak tinggal melihat nilai pearson dimensi mana yang paling besar berkorelasi dengan variabel dependent. nilai pearson yang paling besar itu mengindikasikan hubungan yang paling kuat

      Hapus
  33. Pak saya ingin menanyakan tentang Sig yang lebih besar dari 5% serta t saya minus itu bagaimana ya pak? apakah salah dan penjelasannya bagaimana ya pak? trims

    BalasHapus
    Balasan
    1. jika sig lebih besar dari 0,05 maka itu menandakan tidak ada pengaruh varibel X terhadap Y pak

      Hapus
  34. saya mau tanya pak.
    kalau misal koefisien regresi variabel independen bernilai (-) apakah berarti berpengaruh negatif terhadap variabel dependen? atau bagaimana? terimakasih pak

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya betul mbak.. nilai b negatif (-) pada koefisien regresi menunjukkan arah pengaruh negatif. artinya semakin tinggi variabel independent maka akan semakin menurun variabel dependen

      Hapus
  35. Selamat Malam. Pak mau tanya, kalau uji normalitas data yg p plot dan kolmogorov untuk regresi berganda bagaimana? apakah sama dengan untuk menguji regresi sederhana dgn memasukkan masing2 variabel x1, x2 dst atau hanya dgn memasukkannya total keseluruhan variabel x (yg sudah termasuk variabel x1, x2, dst)?

    BalasHapus
    Balasan
    1. Sama mbak.. karena sama sama untuk mengetahui apakah data berdistribusi normal dalam model regresi. untuk caranya mbak dapat baca artikelnya Uji Normalitas Kolmogorov dan Uji Normalitas P-Plot

      Hapus
  36. siang pak. mau tanya klo pkek uji regresi berganda ada 2 variabel yg terdiri dari 21 data x1 dan 21 data x2. itu yg dimasukkan ke program spss jumlah total dr dta variabel atau rata2 dr jumlah data variabel.

    BalasHapus
    Balasan
    1. menggunakan skor total atau nilai rata-rata hasil regresinya biasanya akan sama pak.. jadi silahkan pilih salah satu

      Hapus
  37. selamat siang pak,
    mau bertanya.
    bagaimana klo hasil analisis regresi berganda saya nilai konstantanya negatif (-)..? bagaimana maksudnya?

    kemudian apakah nilai konstanta yg negatif itu jika variabel X=0, maka nilai konstanta tsb harus ada diantara nilai min dan max dari statistik deskriptifnya?

    terimakasih pak atas bantuannya.

    BalasHapus
  38. selamat malam mas. mohon pencerahannya. saya menggunakan 1 variabel bebas dan 2 variabel terikat. apakah Pengujian hipotesis dalam penelitian ini tidak memakai uji F? terimakasih atas jawabannya. wassalam

    BalasHapus
    Balasan
    1. Uji F tidak digunakan karena variabel bebas hanya terdiri dari 1 buah

      Hapus
  39. permisi pak maaf mau nanya untuk dapat menguji adanya hubungan timbal balik atau saling mempengaruhi dari variabel x dan variabel y gimana yaa ?paka alat uji apa ya pak ?terimakasih

    BalasHapus
  40. Assalamu'alaikum mas

    Mohon bantuannya, saya memiliki penelitian yang mengandung 7 variabel x dan 1 variabel y. Masing-masing variabel x memiliki 5 pertanyaan. Bagaimana cara terbaik untuk menentukan nilai masing-masing variabel x? terima kasih

    BalasHapus
    Balasan
    1. wa'alaikumsalam.. cara terbaik menentukan nilai masing-masing variabel adalah dengan nilai skor total dari 5 pertanyaan untuk masing-masing variabel

      Hapus
  41. pa mau brtanya
    penelitian saya x1nya brpengaruh + thd Y
    dan x2nya brpengaruh - thd Y
    apakah itu bisa di uji scra valid d spss?
    dan hasil r2nya negatif,bagaimana ya pa?

    BalasHapus
    Balasan
    1. r square bernilai negatif..itu artinya variabel independen tidak berpengaruh terhadap variabel dependen

      Hapus
  42. Salam, kepada author saya ingin menanyakan bagaimana cara dan tahapan melakukan analisis regresi berganda hirarki (Hierarchical multiple regression) di SPSS?
    Penelitian saya menggunakan satu variabel dependen dan dua jenis variabel prediktor.
    Terima kasih sebelumnya,
    salam.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Salam.. urutan uji dalam penelitian regresi adalah uji instrumen untuk data primer (Uji validitas dan reliabilitas), uji asumsi klasik (Uji normalitas, multikolinearitas, heteroskedastisitas, autokorelasi). Analisis data uji t dan uji F

      Hapus
  43. Maaf pak, saya mau nanya. Kalo misalnya variabel X nya cuma satu tapi ada dua variabel Y, itu analisis regresinya dihitung satu-satu begitu pak? Atau ada cara lain?

    BalasHapus
    Balasan
    1. iya betul dalam analisis regresi jika variabel x cuma 1 sedangkan variabel Y jumlahnya 2. maka di hitung satu satu. x terhadap y1 dan x terhadap y2.. itu lebih cocok menggunakan regresi linear sederhana

      Hapus
    2. Terus dalam menentukan persamaan model regresinya gimana ya pak? Jadi satu, atau sesuai jumlah variabel Y ?

      Hapus
  44. Maaf, saya jg mau bertanya jika hasil analisis regresi saya pada tabel koefisien regresi menunjukan signifikansi tepat di 0.05 apakah signifikan ? Terimakasih

    BalasHapus
    Balasan
    1. jika demikian ada baiknya mbak menggunakan cara lain untuk pengambilan keputusann.. yakni dengan cara membandingkan t hitung dengan t tabel.. jika nilai t hitung lebih besar dari t tabel maka dapat disimpulkan terdapat pengaruh antara variabel bebas dengan variabel terikat

      Hapus
  45. selamat siang
    saya mau bertanya apakah uji regresi untuk ral faktorial dg 2 faktor caranya sama dengan ini?
    kemudian saya mempunyai 2 faktor yaitu spesies bakteri (A, B, C) dan konsentrasi zat (50 ppm, 100 ppm, 150 ppm, dan 200 ppm)
    apakah kedua faktor itu bisa diuji korelasi dengan hasil berupa rata2 zona bening? (mengingat saya menggunakan faktor kualitatif (spesies bakteri) dan faktor kuantitatif (konsentrasi))
    terimakasih, mohon jawabannya.

    BalasHapus
  46. Assalamualaikum..selamat sore. pak saya mau bertanya, jika nilai konstanta bernilai negatif (-) bagaimana? lalu bagaimana interpretasi dari Y = -0,975 + 0,204X1 + 0,199X2 + 0,134X3 + 0,304X4 + 0,480X5 ?
    mohon bantuannya pak, saya masih bingung pada materi ini hehehe
    terimakasih..

    BalasHapus
    Balasan
    1. Wa'alaikum warahmatullahhi wabarakatuh..nilai constanta negatif tidak masalah mbak karena fokus pengaruh pada koefisien regresi varibel x (Independent).. untuk interpretasinya mbak bisa simak komentar di atas sudah saya jawab..terimakasih

      Hapus
  47. sore pak mau Tanya.. data saya tidak homogen sebaiknya menggunakan uji hipotesis non parametrik apa ya pak? soalnya saya bingung, judul penelitian saya pengaruh tingkat pendidikan Dan kompensasi terhadap kompetensi pedagogik, Dan instrumen yang saya gunakan dari ketiga variabel itu angket Dan jumlah item masing masing angket beda pak... mohon pencerahan Dan bantuannya pak

    BalasHapus
  48. oia pak mengenai pertanyaan saya tadi, padahal sebelumnya dilakukan uji normlitas, linieritas Dan multikolinieritas engga Ada masalah pak, mohon bantuannya trims

    BalasHapus
    Balasan
    1. Uji homenitasnya tidak perlu dilakukan pak

      Hapus
  49. assalmulaikum mas saya mau bertanya mas kalau kita mau membandingkan data satu dengan data dua gimna mas,mksih mas




    BalasHapus
    Balasan
    1. uji perbandingan idealnya menggunakan uji beda pak

      Hapus
  50. selamat sore pak, klo memasukkan 4 variabel bebas, namun hasil regresinya menunjukkan kalo hanya ada 3 variabel yg ada koefisiennya - apa itu berarti 1 variabel tidak berpengaruh?

    BalasHapus
    Balasan
    1. jika signifikansinya lebih kecil dari 0,05 maka nilai minus pada tabel koefisien menunjukkan arah pengaruh negatif.. silahkan mbak lihat video : Video Uji Regresi Linear Berganda

      Hapus
  51. Assalamualaikum pak, postingannya dangat bermanfaat sekali. Mau tanya pak, variabel X saya kan ada 5 ya pak jadi x1 sampai x5 dan Y saya hanya ada satu. Saya sudah coba inputkan data lalu sudah saya analyze regression linear juga seperti tutorial bapak diatas tetapi di output nilai F dan t. Nya kosong pak, lalu p-plot normalitas juga tidak keluar. Itu bagaimana ya pak? Mohon bantuannya terimakasiih

    BalasHapus
    Balasan
    1. wa'alakumsalam.. saya belum pernah mengalami hal yang demikian.. output yang tidak sesuai harapan atau eror bisa jadi disebabkan penginputan data atau jenis data atau nilai data yang dimasukkan tidak sesuai

      Hapus
  52. Model Unstandardized Standardized
    Coefficients Coefficients

    B Std. Error Beta t Sig.
    1(Constant) 4.887 1.419 3.443 .003
    GDP -.696 .202 -.719 -3.450 .003
    Inflasi -.043 .089 -.106 -.478 .639
    FDR -1.016 .004 -.001 -.002 .998

    Assalamualaikum pak sahid, berikut di atas adalah hasil output data yang saya susun untuk skripsi saya, Analisis ini kan untuk memprediksikan nilai dari variabel dependen apabila nilai variabel independen mengalami kenaikan atau penurunan dan untuk mengetahui arah hubungan antara variabel independen dengan variabel dependen apakah masing-masing variabel independen berhubungan positif atau negatif (apakah ada hub. searah atau tidak)
    tapi saya bingung nulis keterangannya pak sahid
    dengan rendah hati, mohon saran pak sahid

    BalasHapus
    Balasan
    1. alangkah lebih baik jika mas pengacu pada penulisan atau pembahasan uji dari skripsi atau tesis yang sudah lulus

      Hapus
  53. selamat siang saya mau tanya apakah dalam memasukan variabel independen dalam independent variables harus urut?

    BalasHapus
    Balasan
    1. siang, tidak harus urut.. yang penting dimaskukkan kekotak yang tepat sesuai jenis variabelnya

      Hapus
  54. Assalamualaikum, saya mau bertanya kalau untuk mengetahui suatu hubungan dari variabel tak bebas Y1 dan Y2 itu menggunakan metode analisis apa? mohon bantuannya. trimakasih

    BalasHapus
    Balasan
    1. wa'alaikumsalam..untuk uji hubungan sebaiknya menggunakan analisis korelasi pearson pak

      Hapus
  55. asalamualalaikum, selamat malam pak, saya ingin bertanya, tentang uji yang tepat pada penelitian saya, saya melakukan penelitian tentang pengaruh pijat refleksi kaki terhadap mual muntah, penelitian saya menggunakan desain quasi eksperiemen dengan jenis kontrol time series design. data yg saya miliki saat ini adalah skor mual muntah Pre test dan nilai post test yang dilakukan selama 4x, mengingat intervensi saya lakukan selama 4 hari. yang ingin saya tanyakan apakah uji regresi bisa dilakukan pada penelitian saya dan jika bisa jenis regresi seperti apa yang bisa saya lakukan dengan nilai post test sebanyak 4x. trima kasih. mohon pencerahannya pak.

    BalasHapus
  56. Assalamu'alaikum, saya mau bertanya bila pada kolom Unstandardized Coefficients nilai B pada Variabel X1, X2, dan X3 itu = 0,000 bagaimana?

    sehingga didapat model regresi :
    Y= 24,443 + 0,000X1 + 0,000X2 + 0,000X3 + 8,585E-5X4 + 0,072X5

    moho bantuannya, saya bingung cara menjelaskan dari model regresi tersebut.
    trimakasih

    BalasHapus
  57. bagaimana melakukan analisis regresi berganda jika variabel berbeda satuan. contoh var dependen satuan jiwa, var independen X1 satuan persen, X2 satuan rupiah, X3 satuan Persen dan X4 satuan persen

    BalasHapus
  58. kalau variabel terikatx ada 3 bagaimana cara mengerjakannya??

    BalasHapus
    Balasan
    1. bisa pak untuk tiga variabel terikat..namun satu-satu langkah-langh ujinya..

      Hapus
  59. Om, cara menghitung sumbangan relatif & sumbangan efektif lewat spss gmna ya ?

    BalasHapus
  60. Apakah bisa pakai regresi berganda untuk data yg didapat dari angket ?

    BalasHapus
    Balasan
    1. bisa kok mbak..dalam contoh di atas juga data diperoleh dari penyebaran angket

      Hapus
    2. Komentar ini telah dihapus oleh pengarang.

      Hapus
  61. Assalamualaikum pak, saya ingin bertanya bagaimana jika analisis regresi berganda jika variabel X ada 5 dan tiap X1-X5 memiliki 5pertanyaan , dan variabel Y memiliki 6 sub variabel , tiap variabel ada pertanyaan nya 5. Jadi y= kinerja sistem (sub nya kinerja,informasi,ekonomi dll) tiap sub ada pertanyaannya sendiri

    BalasHapus
    Balasan
    1. wa'alaikumsalam..abaikan sub variabel dan pertanyaa.. yang di uji dalam analisis regresi multipes adalah x1,x2,x3,x4,x5 terhadap y.. nilai variabel diperoleh dari skor total jawaban responden atas pertanyaan dalam variabel tersebut

      Hapus
  62. permisi pak Sahid

    saya mau brtanya. penelitian saya X1 X2 terhadap Y1 dan Y2.

    peetanyaannya:
    1. apakah bisa dengan regresi diatas?
    2. jika bisa. apakah benar mencari X1 X2 terhadap Y1 dulu kemudian X1 X2 terhadap Y2 ?
    3. pertanyaan lain. bagaimana dengan metode Mancova multivariate? apakah bisa digunakan ke penelitian saya?

    mohon agar bisa dibantu jawab oleh PaK Sahid. dikarenakan akan digunakan dalam pembahasan penelitian dalam waktu dekat. terima kasih

    BalasHapus
  63. min saya pingin buat ini regresi linear berganda min tapi bukan independen yang 2 varibelnya tapi dependen nya yang 2 variabel min, kira kira caranya kayak gimana ya min plisssss darurat min :((((((

    BalasHapus
    Balasan
    1. kalau itu menggunakan regresi linear sederhana pak..di uji dua kali

      Hapus
  64. pak untuk regresi berganda dan uji asumsi klasik ada modul pdf yang bisa didownload atau tidak ? materi yang ada dicahnnel youtube jenengan. matur suwun

    BalasHapus
  65. Terima kasih atas penjelasannya.
    Saya mau bertanya. bagaimana urutan dalam melakukan uji statistik dlm SPSS?
    1. Validitas
    2. Reliabilitas
    3. Normalitas
    4. Regresi Linier Berganda
    5. Uji t
    6. Uji F
    7. Multikolinearitas
    8. Heterokedastisitas
    9. Autokorelasi
    10. koefisien determinasi
    Apakah benar seperti itu?
    Terima kasih sebelumnya

    BalasHapus
  66. pak, kalau variabel bebas 3 dan variabel terikat 3 cara mengerjakanya bagaimana?

    BalasHapus
    Balasan
    1. pakai regresi linear berganda mbak..uji dilakukan 3 kali

      Hapus
  67. mas saya sedang mencari degree of freedom
    sedangkan jumlah responden saya (n) = 50, dan untuk jumlah variabelnya (k) = 2
    utk rumus mencari df kan df = n-k
    utk df saya didapat 48, sedangkan dlm t tabel nilai 48 tidak ada, itu kira2 bagaimana ya?

    BalasHapus
    Balasan
    1. tidak ada t tabel dengan nilai df 48 maka pakai nilai terdekat seperti nilai df 50 mbak

      Hapus
  68. pak data yang saya miliki data mentah (likert), data tsb apakah bisa langsung dihitung regresi nya atau harus diubah dulu?

    BalasHapus
    Balasan
    1. Setelah melewati uji instrumen dan asumsi maka baru masuk analisis regresi mbak

      Hapus
  69. Bisakah anda membuat tulisan lagi mengenai regresi hirarki? Mungkin akan sangat membantu karena jarang ada yang membahas regresi hirarki. Terimakasih

    BalasHapus
    Balasan
    1. Terimakasih atas masukkannya pak..akan saya planingkan pak..

      Hapus
    2. Terimakasih atas responnya, saya tunggu tulisan mengenai regresi hirarkinya

      Hapus
    3. Iya pak..terimakasih telah mampir lagi. hehe

      Hapus
  70. Assalamu alaikum.
    Mau tnya seputar penelitian SPSS.
    Variabel penelitian saya ada 6 Variabel X ada 5 dan Y 1.
    Yang mau saya tanyakan setelah melakukan uji analasis regresi linear berganda ini, nilai output pada SPSS saya tidak signifikan. dan jika diinterpretasikan variabel yg tidak signifikan tsb tdk mempunyai pengaruh terhadap variabel Y nya.
    Pertanyaan sy apa ada trik atau teknik untuk uji regresi linier berganda ini agar nilai output.y signifikan. Mksh sbelumnya

    BalasHapus
    Balasan
    1. Wa'alaikumsalam mas..kalau itu tidak ada pak..karena sebetulnya tidak signifikan itu tidak apa apa yang penting lolos uji asumsi klasi dan uji instrumen pak

      Hapus
  71. Siang Pak, sy sedang nyoba untuk analisis regresi liner berganda dengan spss. Tapi kok output untuk anova nya beda dengan hasil olah an dosen saya. Punya sy outputnya anova a dan punya beliau anova b. Bedanya apa ya pak?

    BalasHapus
    Balasan
    1. saya kira, pada pilihan metode dosen mbak memilih metode yang berbeda atau di pilihan options ada yang centanggan lain mbak.lebih detailnya fotokan output dan kirim ke wa saya supaya saya tau maksud mbak.beda yang bagaimana

      Hapus
  72. kalo ada ada variabel yg tidak berpengaruh, itu disebabkan oleh apa ya pak?

    BalasHapus
    Balasan
    1. Paling umum disebabkan karena distribusi data antara X dan Y tidak konsisten mbak Mei

      Hapus
  73. Mas mau tanya bagaimana cara melihat pengaruh X1 terhadap X2 dgn mengunakan analisis phat??

    BalasHapus
    Balasan
    1. Kalau untuk melihat pengaruh X1 Terhadap X2 mbak bisa menggunakan analisis regresi linear sederhana..analisis path atau analisis jalur itu digunakan ketika ada variabel intervening

      Hapus
  74. Assalamualaikum.
    sebelumnya terima kasih banyak atas tutorialnya.
    benar-benar membantu proses skripsi saya.
    setelah menganalisa dengan 3 variabel bebas nilai signifikan regresi saya hasilnya 0,198, sementara hasil d atas cuma 0,00.
    ini apa punya saya yang salah atau hasilnya memang bisa saja seperti itu? tolong dijelaskan penyebabnya dan kalau memang saya salah tolong diberikan saran. terima kasi

    BalasHapus
    Balasan
    1. Wa'alaikumsalam mbak Dwi. jika nilai signifikansi variabel secara simultan adalah 0,198 maka itu artinya tidak ada pengaruh 3 variabel bebas terhadap variabel terikat.. karena nilai sig 0,198 itu lebih kecil dari 0,05..silahkan mbak lihat nilai F hitungnya biasanya juga kecil atau lebih kecil dari F tabel

      Hapus
  75. Terimakasih pak atas informasinya. Saya mau bertanya jika variabel Y saya terdiri dari beberapa macam indikator, bagaimana cara menggabungkannya sehingga bisa 1 nilai saja sudah mewakili variabel tersebut? Terimakasih pak

    BalasHapus
    Balasan
    1. cara dengan penjumlahan dari masing-masing skor total indikator..maka itu adalah variabel Y

      Hapus
  76. Assalamu'alaikum pak, mau nanya pak
    Rumusan masalah saya ada 3
    1 seberapa besar pengaruh x1 terhadap y
    2 seberapa besar pengaruh x2 terhadap y
    3 seberapa besar pengaruh x1 dan x2 terhadap y

    Kalau yg rumusan no 3 itu kan pak liat dari nilai R square, nah trus bagaimana dengan yg no 1 dan 2 pak apakah liat dari uji t pak ?? Mohon bantuannya pak terimakasih banyak

    BalasHapus
    Balasan
    1. Kalau yang rumusan masalah nomer 1 dan 2 pakai uji t mbak..sementara untuk melihat berapa persen pengaruh x1 terhadap y dan x2 terhadap y..menggunakan rumus sumbagan efektif dan sumbagan relatif

      Hapus
  77. selamat malam pak..saya ingin bertanya untuk penelitian 3 tahun..uji pengaruh..itu uji nya di gabung 3 tahun di jadiin satu(di rata"/jumlah)..atau di uji per satu tahun (tidak di gabung)

    BalasHapus
    Balasan
    1. iya betul pak 3 tahun dijadikan 1..bapak yang wa saya kemarin ya..hehe

      Hapus
  78. Assalamualaikum Pak. Maaf sebelumnya saya mengganggu. Pak, saya ingin bertanya, saya sedang melakukan penelitian. Terdiri dari 2 Variabel X dan 1 Variabel Y. Salah satu dari Variabel X merupakan multidimensi. Sehingga harus saya pisah. Pertanyaan saya Pak, kenapa hasil uji regresi berganda berbeda hasil dengan uji regresi sederhana? Maksud saya, Variabel X1 saya ini terdiri dari 7 dimensi. Ketika saya mencoba satu per satu dimensi dari X1 ke Y, semuanya nilai signifikannya di bawah 0.05, tetapi jika saya menggunakan regresi berganda saya lihat dari tabel koefisiensi hanya beberapa saya yang memiliki sig di bawah 0.05. Apa tabel ANOVA saja yang harus saya baca untuk mengetahui sig-nya atau tabel koefisien juga menentukan sig dari masing-masing dimensi?Terimakasih Pak atas perhatian dan bantuannya. Jazakallah

    BalasHapus
    Balasan
    1. Wa'alaikumsalam..ya memang begitu..oleh kenanya saya sangat tidak menyarankan uji regresi digunakan untuk dimensi variabel, kenapa hasilnya beda..uji regresi dengan banyak variabel maka akan sangat mempengaruhi nilai regresi antar variabel (dimensi) yang diregresikan dengan variabel y

      Hapus
  79. Malam pa.. saya mau bertanya..
    1. saya menggunakan regresi linier berganda, namun salah satu variabel ada yang tidak linier, jadi saya harus bagaimana?
    2. apakah boleh melakukan uji heterokedastitas dan multikolinearitas jika salah satu variabelnya tidak linier..
    terimakasih pa.. mohon bantuannya

    BalasHapus
    Balasan
    1. Malam..gpp mbak..langsung lanjutkan ke uji asumsi klasik berikutnya

      Hapus
  80. Maaf pa mau bertanya lagi..
    Lalu bagaimana uji regresi bergandanya pa? Karna satu variabel tidak linier

    BalasHapus
    Balasan
    1. caranya sama kok mbak sebagaimana cara di artikel ini..soal masalah uji linearitas itu sebatas sebagai syarat regresi masih ada perbedaan pendapat

      Hapus
  81. Ohh begitu.. terimakasih bantuannya pa.. semoga kebaikan selalu menyertai bapa..

    BalasHapus
  82. assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh.
    pak saya mau tanya kalau hasil uotput yang bapak uji di atas kesimpulannya bagaimana?

    BalasHapus
    Balasan
    1. Wa'alaikumsalam warahmatullahi wabarakatuh..kalau dalam contoh kasus ini maka kesimpulannya:
      1. X1 tidak berpengaruh terhadap Y
      2. X2 berpengaruh terhadap Y
      3. secara simultan X1 dan X2 berpengaruh terhadap Y

      Hapus
  83. kalo mau nguji
    1 variabel independen
    2 variabel dependen
    itu pake uji apa min?

    BalasHapus
    Balasan
    1. Menggunakan Analisis Regresi Linear Sederhana dilakukan 2 kali mas..yakni untuk X terhadap Y1 kemudian X terhadap Y2

      Hapus
  84. Assalammualaikum pak. Saya mau tanya, penelitian saya ada yg datanya berbentuk persenan (%) dan rupiah (Rp). Dosen saya minta untuk disamakan karena data2 tsb berbeda.

    Kalau dalam spss, bagaimana cara menstandarkan /menyamakan data tersebut pak? Mohon bantuannya 🙏

    BalasHapus
  85. assalamualaikum wr wb
    pak. saya ada kesulitan ketika uji regresi linier berganda. saya menguji keanekaragaman spesies (H) dengan faktor lingkungan (suhu,salinitas dan pH). namun hasil pada spssnya tabel anova yang kolom f hanya . (titik) tidak ada angka. kenapa hal itu terjadi ? apakah pada data view saya hanya terdiri dari tiga data saja (kebawahnya) ?
    terima kasih

    BalasHapus
  86. Maaf mau tanya bagaimana melakukan uji pengaruh X ke Y jika variabel X indikatornya X1.1 dan X1.2 pengaruh terhadap variabel Y yanh indikatornya Y1.1 dan Y1.2 .. itu caranya nguji pengaruhnya gimana ya bapak ?

    BalasHapus
    Balasan
    1. Ini kayaknya ada salah persepsi pak..yang mau di regresikan itu sub variabel X terhadap variabel Y. atau Variabel X terhadap variabel Y

      Hapus
  87. Assalamualaikum..

    Mas maaf mau tanya, pada analisis multiple regresi diatas bisa dikatakan lolos itu jika apa ya?
    dan jika nilai konstanta pada hasil tersebut adalah minus (-8,499) itu bagaimana yaaa?? apakah bisa?
    terima kasih


    Best Regards,

    Fally Dwijayanti
    Mahasiswi President University

    BalasHapus
    Balasan
    1. Wa'alaikumsalam..sudah banyak yang membahan tentang hasil yang menunjukkan nilai konstanta minus.. kesimpulannya tidak masalah..karena kadang nilai konstanta boleh ditafisirkan boleh juga tidak mbak

      Hapus
    2. Baiklah, maaaf sebelumnya tidak membaca satu persatu pertanyaan diatas. Terima kasih banyak..

      Hapus
    3. Sama-sama mbak..hehe..terimakasih telah mampir

      Hapus
  88. mas mau menanyakan untuk memasukkan data desimal seperti 0,85 dll itu masih memakai numeric apa comma? karena sudah saya coba berulang kali nilai F tidak keluar dan saya coba memakai numeric tanpa desimal keluar namun ada beberapa variabel X di buang karena missing corelations

    BalasHapus
    Balasan
    1. ini masalah teknis i pak..agak sulit jika tidak mengetahui kasus langsung..coba bapak tonton videonya dulu..barang kali dengan itu ada pencerahan..

      Hapus
  89. Halo pak saya mau tanya :
    1. Bagaimana jika hasil konstanta dari analisis regresi berganda saya minus? Itu artinya apa ya pak?
    2. Bagaimana pak cara menguji spss jika nilai variabel bebas nya 5 dan terikatnya 2? Apakah saya uji satu2 terlebih dahulu? Atau bagaimana ya pak?
    Terimakasih pak sebelumnya

    BalasHapus
    Balasan
    1. Hallo pak.. jawaban:
      1. Nilai konstanta itu bisa dimaknai juga bisa tidak..dalam kasus anda nilai konstanta negatif maka tidak perlu dimaknai karena fokus penelitian adalah pada nilai koefisien regresi pada variabel independen dan bukan pada konstanta..karena jika dipaksa memaknai maka artinya menjadi tidak masuk akal. yang penting data anda lolos semua uji asumsi klasik itu sudah cukup.
      2. cara mengujinya dilakukan 2 kali..pertama untuk regresi x1 s/d x5 terhadap y1.. selanjutnya regresi x1 s/d x5 terhadap y2

      Hapus
  90. Assalamualaikum pak. Saya mau bertanya, bagaimana jika salah satu variabel ada angka yang negatif/minus. Apakah masih bisa dihitung menggunakan spss? Atau lebih baik tidak digunakan saja variabel tersebut? Terimakasih

    BalasHapus
    Balasan
    1. Wa'alaikumsalam..minus pada bagian nilai apa mbak? kemudian nilai signifikansinya berapa?

      Hapus
  91. Assalamualaikum
    Mas saya mau menanyakan, Hasil output saya di tabel coeficient pada kolom B nilai independen nya -6,150E-005, itu maksudnya apa mas? Apa data saya error?

    BalasHapus
    Balasan
    1. Nilai aslinya ini mbak -0,0000615

      Hapus
  92. kak mau tanya, bagaimana jika mau menguji variabel Y1 terhadap Y2?

    BalasHapus
    Balasan
    1. Jika ingin mengetahui pengaruh variabel y1 terhadap y2 maka menggunakan Uji Analisis Regresi Linear Sederhana

      Hapus
  93. Pagi mas, semoga masih di balas.
    Saya mau tanya saya meneliti pengaruh tingkat suku bunga SBI,dan inflasi terhadap IHSG
    Disini saya menggunakan analisis linear berganda, apakah itu sdh bener? Dan apa bener sebelum analisis linear berganda harus uji asumsi klasik dl? Lalu setelah uji t dan f saya mau mencari yg paling dominan mempengaruhi, nah saya harus uji apa lagi mas, Terimakasih banyak.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Halo.. Iya sudah benar memakai regresi linear berganda..Uji Asumsi klasik mencakup uji normalitas, uji multikolinearitas, uji heteroskedastisitas, dan uji autokorelasi.. tahapan-tahapan yang mbak lakukan sudah lengkap.. tinggal action aja mbak..semoga sukses

      Hapus
  94. ;lkjhgfAssalamualaikum, saya ingin bertanya, jadi dlm penelitian saya terdapat 3 variabel bebas dan 1 variabel terikat. kemudian, sesuai dgn rumusan masalah saya untuk menguji pengaruh secara parsial masing masing varaibel x ke y, dan saya tidak menguji pengaruh secara simultan, untuk analisis regresinya,mana yg lebih cocok untuk penelitian saya, apakah regresi sederhana atau regresi berganda?Mohon responya, terimakasih

    BalasHapus
    Balasan
    1. Wa'alaikumsalam..pakai regresi linear beganda mbak..nanti pakai uji t untuk mengetahui pengaruh masing-masing variabel x terhadap y

      Hapus
  95. Assalamuallaikum wr.wb
    Mohon maaf Pak sebelumnya, saya mau tanya. Judul penelitian saya "Pengaruh Beasiswa dan Kebiasaan Belajar Terhadap Prestasi Belajar", nah variabel X1 dan X2 itu interval kan ya Pak, saya pakai angket dengan 4 pilihan jawaban.
    X1 sebanyak 15 item pernyataan.
    X2 sebanyak 20 item pernyataan.
    Y saya pakai IPK, nah itu total skor X1 dan X2 jauh beda sama skor Y (IPK).
    Pertanyaan sata:
    1. Dilihat dari judul saya, benar tidak pak kalau ujinya pakai regresi linear berganda?
    2. Saya sudah coba uji pakai regresi linear berganda, tapi hasil R square rendah (0,022) dan Adjusted R square nilainya minus (-0,006). Saya cari-cari kalau Adjusted R Square nilainya minus itu harus ganti model, itu maksudnya bagaimana ya pak? model regresi bergandanya tidak benar berarti pak?
    3. Kemudian saat saya uji normalitasnya yg X1 dan X2 tidak normal, apakah mungkin karena perbedaan jumlah skor totalnya ya pak?
    4. Jika data tidak normal itu katanya bisa menggunakan nonparametrik, tetapi saya tidak paham mengenai uji nonparametrik Pak. Apakah regresi linier berganda bisa di uji menggunakan statistik nonparametrik pak?

    Terimakasih sebelumnya Pak...
    Wasalamuallaikum wr. wb

    BalasHapus
    Balasan
    1. 1. betul pakai regresi linear berganda
      2. R square 0,022 kecenderungannya tidak ada pengaruh secara simultan
      3. tidak normal maka syarat dalam analisis regresi tidak terpenuhi..tidak normal bukan karena jumlah skor total yang berbeda jauh..tidak normal disebabkan karena distribusi data tidak konsisten
      4. dalama regresi linear jika data tidak normal maka lakukan tranformasi data atau outlier..jika menggunakan kuesioner maka bisa dengan cara melakukan penyebaran ulang..bisa jadi tidak normal karena jawaban dari responden tidak representatif

      Hapus
  96. Selamat pagi pak. Saya mau tanya. Data saya ad 4 variabel bebas, tapi pada saat saya uji regresi, nilai uji f dan uji t nggak muncul. Pas saya perhatikan, pada output untuk tabel variable entered hanya 2 variabel saja pak, padahal kan seharusnya 4 variabel. Jadi, dimana letak kesalahannya pak ?

    BalasHapus
    Balasan
    1. banyak faktor mbak sehingga hasilnya menjadi seperti itu.. kalau by kasus seperti ini saya tidak bisa kasih solusi kecuali cek data dulu

      Hapus
  97. Trimakasih atas informasinya ini smua sangat bermanfaat

    BalasHapus
    Balasan
    1. sama-sama mbak..lihat cara mencari sumbangan masing-masing variabel independen terhadap dependen pada artikel: Cara Menghitung SE dan SR dalam Analisis Regresi Linear Berganda

      Hapus
  98. pak maaf saya mau bertanya, bagaimana cara mengentry data ke spss yang memiliki rentang waktu 5 tahun
    judul saya pengaruh rasio keuangan terhadap return saham perusahaan non bank yang terdaftar di bursa efek indonesia tahun 2013-2017

    BalasHapus
    Balasan
    1. caranya di input ke bawah
      data rasio keuangan
      2013
      2014
      2015
      2016
      2017

      Hapus
    2. terima kasih banyak pak, jawaban dan blog serta video video tutorial bapak sangat membantu

      Hapus
  99. pak saya mau tanya. apakah regresi linear berganda sama dengan uji hipotesis?

    BalasHapus
    Balasan
    1. iya betul pak..jika hipotesis bapak "ada pengaruh X terhadap Y"

      Hapus
  100. Komentar ini telah dihapus oleh pengarang.

    BalasHapus
  101. Pak saya mau Tanya. Kalau misalnya dalam penelitian saya menggunakan satu variabel X dan 5 variabel Y (setiap variabel Y saling terhubung ). Analisis regresi apa yg saya gunakan?

    BalasHapus
    Balasan
    1. Lakukan analisis regresi linear sederhana sebanyak 5 kali mbak

      Hapus
  102. Rumusan masalah saya ada 3
    1 Hubungan x1 terhadap y
    2 Hubungan x2 terhadap y
    3 Hubungan x1 dan x2 terhadap y

    Untuk hipotesisnya saya menggunakan Uji Regresi Linier Berganda (Apakah sudah betul? ) lalu , Kalau nilai R square saya itu bernilai (+) apakah sudah bisa dikatan "Terdapat hubungan yg postif Pak?", nah trus bagaimana jika Uji F saya tidak menunjukkan pengaruh?? Kesimpulan yg saya buat seperti apa Pak? Apa boleh jika seperti ini? "Terdapat hubungan positif antara X1 dan X2 terhadap Y, tetapi tidak berpengaruh secara simultan secara bersama-sama terhadap Y".

    Mohon bantuannya pak terimakasih banyak

    BalasHapus
    Balasan
    1. Perlu dibedakan dulu mbak..jika hipotesisnya Hubungan maka pakai analisis korelasi..sementara jika lebih jauh dari itu yakni pengaruh maka baru kita pakai analisis regresi..

      Hapus
  103. selamat siang pak, saya mau bertanya..
    saya sedang melakukan penelitian untuk mengetahui pengaruh suatu variasi terhadap informasi anatomi yang dihasilkan. pada penelitian saya, terdapat 5 variasi pada variabel bebas dan 6 poin informasi citra yg dinilai sebagai variabel terikatnya. jenis data pada penelitian ini adalah data ordinal. pertanyaan saya, apakah penelitian ini dapat dilakukan pengujian dengan menggunakan analisis regresi linear? bagaimana caranya pak?
    mohon bantuanya..terimakasih

    BalasHapus
  104. Assalamualaikum mas, gimana kalo nilai koefisien regresi B nya 0.000 untuk buat model persamaan regresi, apakah itu sudah benar?
    Lalu bagaimana interpretasinya ke Y?
    Terimakasih sebelumnya

    BalasHapus
  105. Mas kalau saya mau pakek variabel y nya itu lebih dari satu gimana ya?

    BalasHapus
    Balasan
    1. Jika variabel Y lebih dari satu..maka analisis regresi dilakukan lebih dari satu kali juga mbak.. sesuai dengan jumlah variabel Y (dependent) nya

      Hapus
  106. maaf pak mau tanya
    saya memakai 3 independen, 1 dependen, 1 intervening dan 1 moderating,sebaiknya menggunakan analisis apa ya pak? apakah menggunakan jalur path?

    BalasHapus
    Balasan
    1. Menggunakan analisis jalur atau path analisis.. dan menggunakan analisis regresi dengan variabel moderating

      Hapus

Silahkan tinggalkan jejak sobat disini. Sehingga saya tau bahwa artikel di atas bermanfaat. Terimakasih