Uji Multikolinearitas dengan Melihat Nilai Tolerance dan VIF SPSS

Uji Multikolinearitas dengan Melihat Nilai Tolerance dan VIF SPSS | Uji multikolinearitas merupakan bagian dari uji asumsi klasik (normalitas dan heteroskedastisitas) dalam analisis regresi linear berganda. Tujuan digunakannya uji multikolinearitas dalam penelitian adalah untuk menguji apakah model regresi ditemukan adanya korelasi (hubungan kuat) antar variabel bebas atau variabel independent. Model regresi yang baik seharusnya tidak terjadi korelasi diantara variabel bebas atau tidak terjadi gejala multikolinearitas.

Uji Multikolinearitas dengan Melihat Nilai Tolerance dan VIF SPSS

Untuk mendeteksi ada tidaknya gejala multikolinearitas dalam model regresi, maka dapat dilakukan dengan beberapa cara, yaitu: (1) Melihat nilai korelasi antar variabel independent. (2) Melihat nilai condition index dan eigenvalue. (3) Melihat nilai tolerance dan variance inflating factor (VIF). Dalam kesempatan kali ini kita akan memprektekkan cara melakukan uji multikolinearitas dengan melihat nilai tolerance dan VIF menggunakan program SPSS.

Dasar Pengambilan Keputusan dalam Uji Multikolinearitas (Tolerance dan VIF)

Seperti yang kita ketahui, bahwa setiap uji statistik yang dilakukan pasti ada dasar pengambilan keputusannya. Adapun dasar pengambilan keputusan pada uji multikolinearitas dengan Tolerance dan VIF adalah sebagai berikut:

Pedoman Keputusan Berdasarkan Nilai Tolerance
  1. Jika nilai Tolerance lebih besar dari 0,10 maka artinya tidak terjadi multikolinieritas dalam model regresi.
  2. Jika nilai Tolerance lebih kecil dari 0,10 maka artinya terjadi multikolinieritas dalam model regresi.

Pedoman Keputusan Berdasarkan Nilai VIF (Variance Inflation Factor)
  1. Jika nilai VIF < 10,00 maka artinya tidak terjadi multikolinieritas dalam model regresi.
  2. Jika nilai VIF > 10,00 maka artinya terjadi multikolinieritas dalam model regresi.

Catatan: kedua dasar pengambilan keputusan dalam uji multikolinearitas di atas akan menghasilkan kesimpulan yang sama (tidak akan bertentangan).

Contoh Kasus Uji Multikolinearitas dalam Model Regresi

Sebagai contoh, kita akan mendeteksi apakah ada gejala multikolinearitas untuk model regresi pengaruh Motivasi (X1) dan Minat (X2) terhadap Prestasi Belajar (Y). Adapun data penelitian yang akan kita uji dapat dilihat pada gambar tabel di bawah ini.

Uji Multikolinearitas dengan Melihat Nilai Tolerance dan VIF SPSS

[Download Data excel, Input-Output SPSS]

Keterangan: data variabel motivasi dan minat di peroleh dari penyebaran kuesioner, sementara data variabel prestasi belajar diperoleh dari nilai ulangan. Adapun jumlah sampel yang digunakan dalam penelitian ini adalah 12 orang siswa.

Langkah-Langkah Uji Multikolinearitas Tolerance dan VIF dengan SPSS

Selanjutnya, kita masuk kebagian langkah-langkah melakukan uji multikolinearitas dengan melihat nilai Tolerance dan VIF menggunakan program SPSS. Adapun urutan langkah-langkah tersebut dapat anda simak pada pembahasan di bawah ini.

1. Persiapkan data tabulasi untuk masing-masing variabel penelitian yang akan di uji. Buka program SPSS, lalu klik Variable View. Selanjutnya, pada bagian Name tuliskan Motivasi, Minat dan Prestasi, pada bagian Decimals ubah semua menjadi angka 0, pada bagian Label tuliskan Motivasi (X1), Minat (X2) dan Prestasi (Y), pada bagian Measure ubah menjadi Scale. Abaikan pilihan lainnnya, maka tampak dilayar.

Langkah-Langkah Uji Multikolinearitas Tolerance dan VIF dengan SPSS

2. Setelah itu, klik Data View, lalu masukkan data Motivasi, Minat dan Prestasi yang sudah dipersiapkan tadi, bisa dengan cara copy-paste atau ditulis satu persatu.

Langkah-Langkah Uji Multikolinearitas Tolerance dan VIF dengan SPSS

3. Selanjutnya, dari menu SPSS pilih menu Analyze, kemudian submenu Regression, lalu pilih Linear...

Langkah-Langkah Uji Multikolinearitas Tolerance dan VIF dengan SPSS

4. Muncul kotak baru dengan nama "Linear Regression", selanjutnya masukkan variabel Motivasi (X1) dan Minat (X2) pada kotak Independent(s): lalu masukkan variabel Prestasi (Y) pada kotak Dependent: kemudian pada bagian "Method" pilih Enter, lalu klik Statistics...

Langkah-Langkah Uji Multikolinearitas Tolerance dan VIF dengan SPSS

5. Dilayar akan muncul tampilan dialog "Linear Regression: Statistics". Aktifkan pilihan dengan cara mecentang (v) pada Covariance matrix dan Collinierity Diagnostics. Abaikan pilihan lain atau biarkan tetap defauld kemudian klik Continue

Langkah-Langkah Uji Multikolinearitas Tolerance dan VIF dengan SPSS

6. Terakhir klik Ok, maka muncul output SPSS dengan judul "Regression". Untuk melihat ada tidaknya gejala multikolinearitas dalam model regresi, maka kita cukup memperhatikan tabel output "Coefficients". Adapun pembahsannya dapat dilihat pada interpretasi berikut.

Interpretasi Output Uji Multikolinearitas Tolerance dan VIF

Interpretasi Output Uji Multikolinearitas Tolerance dan VIF

Sekangan saatnya kita untuk menginterpretasi atau menafsirkan hasil output SPSS di atas. Seperti yang sudah saya jelaskan pada bagian sebelumnya, bahwa dasar pengambilan keputusan dalam uji multikolinearitas ini, dapat dilakukan dengan cara melihat nilai Tolerance dan VIF. Berdasarkan tabel output "Coefficients" pada bagian "Collinearity Statistics" diketahui nilai Tolerance untuk variabel Motivasi (X1) dan Minat (X2) adalah 0,394 lebih besar dari 0,10. Sementara, nilai VIF untuk variabel Motivasi (X1) dan Minat (X2) adalah 2,537 < 10,00. Maka mengacu pada dasar pengambilan keputusan dalam uji multikolinearitas dapat disimpulkan bahwa tidak terjadi gejala multikolineritas dalam model regresi.

Catatan: jika jumlah variabel independent (X) yang digunakan dalam analisis regresi hanya ada 2 buah, maka otomatis hasil Tolerance dan VIF untuk kedua variabel tersebut akan bernilai sama.

Tips Tambahan: solusi alternatif untuk mengatasi gejala multikolinearitas dalam model regresi antara lain:
  1. Melakukan alternatif uji lain untuk mendeteksi gejala multikolinearitas. (seperti: uji korelasi, uji condition index dan eigenvalue).
  2. Melakukan transformasi data (missal: Ln, Log, Lag, dll).
  3. Mengeluarkan variabel yang berkorelasi tinggi.
  4. Melakukan outlier terhadap data ekstrim atau jika diperlukan maka boleh menambah sampel baru supaya sebaran data menjadi lebih bervariasi.

Demikian artikel pembahasan mengenai cara melakukan uji multikolinearitas dengan melihat nilai tolerance dan VIF menggunakan program SPSS versi 21 semoga bermanfaat dan terimakasih. Pada artikel berikutnya akan dibahas mengenai Tutorial Uji Heteroskedastisitas dengan Glejser SPSS
VIDEO Cara Uji Multikolinearitas Tolerance dan VIF dengan SPSS *UPDATE
[Kata Kunci Pencarian: Uji Multikolinearitas dengan Melihat Nilai Tolerance dan VIF SPSS, Cara Melakukan Uji Multikolinearitas dengan Program SPSS, Langkah-langkah Melakukan Uji Multikolinearitas, Tutorial Uji Multikolinearitas dengan Software SPSS | Img: Dokumen hasil olah data dengan bantuan program SPSS versi 21]

UPDATE INFO: SELASA, 29 JANUARI 2019

121 Responses to "Uji Multikolinearitas dengan Melihat Nilai Tolerance dan VIF SPSS"

  1. Selamat mencoba.. jangan lupa tinggalkan jejaknya kawan?

    BalasHapus
  2. Saya mau bertanya, apa uji korelasi dan uji multikolinearitas berhubungan?
    Soalnya saya menggunakan analisis jalur, dan dalam pengaplikasiannya di beberapa sumber dilakukan uji korelasi antar variabel bebasnya, tetapi dilakukan regresi juga. Dan setelah saya lakukan pengujian korelasi, hasilnya terdapat korelasi, tetapi ketika saya uji multikol juga lulus uji multikol. Apakah dengan kondisi seperti ini analisis dapat dilakukan lebih lanjut?

    BalasHapus
    Balasan
    1. boleh dilanjutnya ketahap berikutnya mas.. analisis jalur sebetulnya masuk dalam pengembangan analisis regresi

      Hapus
  3. gan sya mau tanya, sya lg mengerjakan skripsi sebenanrynya sudah bisa dikatakan selesai tapi hanya kurang 1 gambar analisis uji asumsi klasik yaitu uji multikolinearitas. nah klo uji normalitas bisa diuji dgn p-plot, uji heterokesdastisitas dgn scatterplot nah klo uji multikolineasritas ini pke apa ya ? sya udh cari sana sini tp msh blm nemu jawabannya jg, terimakasih :)

    BalasHapus
    Balasan
    1. maaf pak setahu saya tidak ada gambar untuk menunjukkan adanya gejala multikolinearitas.. yang paling populer ya ini memakai metode VIF dan Tolerance

      Hapus
  4. bang apakah ada rujukan buku dari artikel ini?terima kasih

    BalasHapus
  5. Selamat siang Pak, artikel-artikel bapak sangat beranfaat. Saya mau tany pak. Kalau penelitian saya menggunakan variabel x kebiasaan membaca dan dukungan orang tua terhadap y hasil belajar. Apakah saya harus menggunakan ketiga uji asumsi klasik : mutikolinearitas, heteroskedastisitas, dan autolinieraitas? Mohon penjelasan dan sumber buku atau artikelnya Pak. Terimaksih banyak

    BalasHapus
    Balasan
    1. Pakai Uji Normalitas, Uji Multikolinearitas dan Uji Heteroskedastisitas aja mbak.. sedang uji Autokorelasi tidak diperlukan karena bukan data time series

      Untuk suber rujukan yang saya pakai dapat dilihat disini Daftar Rujukan

      Hapus
  6. terima kasih sangat membantu penelitian saya

    BalasHapus
  7. Kalau nilai tolerance kurang dari 10 dan VIF lebih dari 10 (terjadi problem multikolonieritas),solusinya gimana mas?

    BalasHapus
    Balasan
    1. lakukan transformasi data terlebih dahulu pak jika terjadi masalah multikolinearitas

      Hapus
    2. Mau tanya Mas, transformasi data nya pakai LN atau lag? Kemudian varianel yg datanya ditransformasi itu semua variabel atau hanya yg tidak lolos VIF nya? Terima kasih

      Hapus
    3. jika dengan transformasi data sekalipun masih tetap ada gejala multikolinearitas.. maka coba tambah data baru mbak

      Hapus
  8. pemisi saya ingin bertanya, saya menggunakan SPSS 22 dan melakukan uji multikolonieritas terhadap 5 variabel X terhadap 1 variabel Y, tetapi hasil SPSS pada tabel coefficients hanya menampilkan 3 variabel dari 5 variabel x, saya telah menggikuti tutorial diatas tetapi hasil tetap sama .

    BalasHapus
  9. untuk uji multikolinearitas pada analisis cluster, bagaimana ya pak? dalam analisis cluster tidak ada variabel dependent ...

    BalasHapus
  10. PAK..BAGAIMANA KALAU HASIL DARI UJI MULTIKOL NILAI VIF NYA LEBIH DARI 10?? ADA GAK CARA LAIN AGAR BISA DIPEROLEH NILAI KECIL DARI 10?

    BalasHapus
    Balasan
    1. langkah pertama coba lakukan transformasi data terlebih dahulu pak

      Hapus
    2. saya sudah mentransformasi data, mengubah ke LN. tapi hasil VIF nya tetap >10. kalau seperti itu gimana ya?

      Hapus
  11. Saya ingin bertanya mengenai penelitian saya yg menggunakan 3 variabel . Dimana x1 dan y berhubungan sementara x2 dengan y tidak berhuhungan. Namun ketika x1, x2 dan y dianlisis sekaligus dgn regresi berganda terdapat hubungan. Apakah ini diakibatkan sumbangsih x1 kpd x2 ? Padahal saya sudah melakukan uji multikolinearitas dang variabel x1 x2 tdk berhubungan

    BalasHapus
  12. Maaf pak mau tanya,hasil uji heterokesdastisitas dgn scatterplot hasilnya tidak menyebar kiri dan ke kanan ,cm d tengah dn sdkit skli,itu bagaimana pak lanjutannya?

    BalasHapus
    Balasan
    1. memang para pakar statisitk pun juga berbeda pendapat masalah hasil uji heteroskedastisitas denga scatterplot.. oleh karena itu pakai Uji Heteroskedastisitas dengan metode Glejser biar lebih pasti dan mendukung hasil uji sebelumnya

      Hapus
  13. Selamat malam pak, apabila nilai tolerance 1,000 apakah dapat disimpulkan tidak terjadi multikoloneritas juga pak?

    BalasHapus
    Balasan
    1. Malam.. biasaya angka 1,000 itu muncul jika data penelitian terdiri dari 1 variabel independent atau X pak.. jika demikian maka uji Multikolinearitas tidak perlu dilakukan.. karena uji Multikolinearitas adalah untuk variabel independen Ganda

      Hapus
    2. Pak saya sama kjadianya sprti ini. Dan ujinya sama kyak contoh yg bapak buat tpi nilainya saya 1000 u tolerance dan vif nya jga.tlong pak bantu say

      Hapus
  14. selamat sore pak, saya mahasiswa salah satu univ negeri di surabaya, saya sdg mengerjakan skripsi saat ini. saya ingin bertanya, apabila pd uji multikol salah satu variabel saya hasil t nya -1,800 sdgkn nilai VIF nya 1.175 apakah ada multikolinearitas pd variabel tersebut? karena pd uji t saya, variabel trsbt hasilnya tdk berpengaruh pd variabel Y, bagaimana solusinya? terima kasih, mohon bantuannya

    BalasHapus
  15. pak saya punya 4 variabel tetapi pas diposting kenapa cuma 3 variabel ya

    BalasHapus
    Balasan
    1. Tiga variabel di atas adalah sebagain contoh saja pak dalam kasus uji multikolinearitas. jika bapak punya 3 variabel x dan satu variabel y maka. caranya mengolahnya pada spss sebagaimana langkah-langkah uji multikolinearitas di atas pak

      Hapus
  16. Pak saya sudah coba uji multikolinearitas sebelum analisis cluster. Variabel yang sy masukkan adalah X1, X2, X3, s.d X17. Hasilnya semua variabel memiliki nilai tolerance > 0.10. Namun ada 2 variabel yang memiliki nilai tolerance >0.10 dan memiliki VIF > 10.00. Bagaimana cara interpretasi kasus tsb yah Pak? Apakah dikatakan multikolinier utk 2 kasus tsb? Atau sebaliknya? Terima kasih sblmnya.

    BalasHapus
  17. terjadi masalah multikolonieritas dengan nilai VIF lebih tingi dari 10, alternatif penyelesaiannya bagaimana?

    BalasHapus
    Balasan
    1. coba lakukan transformasi data

      Hapus
    2. Transformasi data itu maksudnya apa pak?

      Hapus
    3. Transformasi data itu adalah merubah data ke bentuk lain pak..salah satunya dengan logaritma

      Hapus
  18. pak saya ingin menanyakan, kenapa untuk uji multikolenieritas dengan menggunakan dua variabel, nial vif dan tolerance nya sama ya pak ? terimakasih

    BalasHapus
    Balasan
    1. karena hanya terdiri dari dua variabel bebas.. kan uji multikolinearitas berguna untuk menguji multi hubungan antara variabel bebas

      Hapus
  19. pak, itu nilai 0,10 di tolenrane dan di VIF ada nilai 10,00 dari mana? apakah ada kebebasan penentuan nilainya?

    BalasHapus
    Balasan
    1. yang menentukan nilai 0,10 di tolerance dan vif 10 adalah para pakar statistik.. kita tidak boleh asal menentukan dasar pengambilan keputusan dalam uji uji statistik..mudah-mudahan terjawab

      Hapus
  20. pak saya mau nanya kalo regresi stepwise gimana ya caranya?

    BalasHapus
  21. Permisi pak.. Klo nilai vif dan tolerance kedua vriabel independen saya 1,000.. Itu maksudnya gimna pak?

    BalasHapus
    Balasan
    1. Mengingatkan bahwa uji multi = sebih dari sat atau multikolinearitas digunakan sebagai uji asumsi klasik untuk analisis regresi berganda.. angka 1,000 biasanya muncul jika digunakan untuk 1 varibel independent.. coba di cek lagi mbak

      Hapus
  22. Assalamualaikum, Pak. variabel independen saya ada X1,X2,X3,X4,X5 dan Y pada saat setelah proses uji multikolinearitas. hanya 4 variabel saja yang terdabat di tabel "Coeffients" dan ternyata variabel yang ke X3 terdapat di tabel "Exclude Variable" kenapa ya? mohon pencerahan. terima kasih

    BalasHapus
  23. Salam kenal Pak Sahid,

    hasil tolerance dan vif saya untuk 2 variabel independen nilainya sama Pak, namun tetap lebih besar dari 0.10 untuk Tolerance dan tetap dibawah 10 untuk VIF. sama persih dengan contoh bapak diatas.

    pertanyaan saya, apakah hal ini normal terjadi atau ada yang salah dengan pengujian saya ya pak ?

    BalasHapus
  24. Pak mau tanya kalau dalam penelitian terjadi multikolinieritas gmna ya pak. Mohon pebjeladanny pak. Soalnya nilai vif nya 11,568

    BalasHapus
  25. pak kalau semua variabe saya (ada 3) terkena multiko harus diapain ya agar bisa lanjut ke tahap autokorelasi dst.

    BalasHapus
    Balasan
    1. lakukan transformasi data ke bentuk log atau ln

      Hapus
    2. malam pak, mau tanya yg ditransformasi itu data yang terjadi multikolinearitas saja atau semuanya?

      Hapus
    3. Dalam hal ini ada perpedaan pendapat mbak.. ada yang semuanya ada juga yang hanya variabel yang terjadi gejala multikolinearitas.. kalau saya cenderung pakai yang ditransformasi semuanya karena supaya data konsisten

      Hapus
  26. permisi pak mau tanya, data saya jika di uji menggunakan glejser tidak terdapat hetero tetapi jika di uji menggunakan spearman terdapay hetero, itu bagaimana pak ?

    BalasHapus
  27. Klo uji multikolinieritas utk VIF hasilnya lbh dari 10 gmn pak

    BalasHapus
    Balasan
    1. itu artinya terdapat gejala multikolinearitas pak

      Hapus
  28. Kalau terdapat multikolinearitas bagaimana? Langkah selanjutnya bagaimana? Terimakasih

    BalasHapus
    Balasan
    1. coba lakukan transformasi data

      Hapus
    2. Saya sudah coba lakukan transformasi data tetapi masih terjadi multikol di salah satu variabel, solusinya gimana ya pak? makasih

      Hapus
    3. Owh masih terjadi gelaja multikolinearitas ya pak..kalau begitu mau tidak mau data harus dilakukan outlier pak

      Hapus
    4. Data outlier mksudnya gmn ya pak..?
      Soalnya data saya stelah di transformasi masi ttap multikol juga

      Hapus
  29. pak adakah cara2 penanggulangan jika terjadi multikol??

    BalasHapus
    Balasan
    1. Coba lakukan transformasi data lalu lakukan uji multikolinearitas kembali

      Hapus
  30. dalam uji multikolinieritas dan heteroskedastisitas apakah bisa mengambil hanya sebagian dari sampel atau harus kita uji semuanya? misal menebar questioner 100 yg diuji cm 30. terimakasih

    BalasHapus
    Balasan
    1. Sebaiknya di uji untuk seluruh sample penelitian pak

      Hapus
  31. pak tanya, saya punya 1 variabel yg nilaix konstan, saat melakukan uji multikolonieritas, data tsb dikeluarkan. bagaimana penjelasannya ya?

    BalasHapus
  32. pagi pak, trimakasih artikelnya sangat membantu.
    penelitian sy x1,x2,x3 dengan y. x1,x2 aman utk multiko nya tapi tolerance x3 dan VIF x3 hasilnya 1,000. apa sy bs lanjut utk uji selanjutnya? trims

    BalasHapus
    Balasan
    1. bisa mbak.. coba lakukan transformasi data mbak, supaya hasilnya bisa lolos multikolinearitas

      Hapus
  33. Maaf Menggangu Pa'
    bgm Caranya menyelesaikan Soal seperti gambar dibawah ini, Mohon Bantuannya Pa'

    Variabel Dependen
    Kategori 1 Kategori 2 Jumlah
    Veriabel f % f % f %
    independen
    Kategori 1
    kategori 2
    jumlah

    BalasHapus
  34. Salam kenal pak Sahid Raharjo, saya Wildha mahasiswa dari Salatiga. pak saya mau bertanya, penelitian saya menggunakan 5 variabel x dan 1 variabel y. setelah di uji multikolinearitas, ternyata ada 1 variabel x yang memiliki nilai tolerance < 0.1 dan VIF > 10, maka bagaimana perlakuannya pak? terimakasih sebelumnya.

    BalasHapus
    Balasan
    1. jika salah satu atau semua variabel terjadi masalah multikolinearitas maka sebaiknya di coba dulu dengan transformasi data mbak mudah-mudahan bisa terselesaikan masalahnya

      Hapus
  35. terimakasih pak artikelnya sangat membantu, pak mau tanya apakah kalau data timeseries uji multikol tidak lulus tidak masalah pak? dan apa ada rujukannya pak? terimakasih

    BalasHapus
    Balasan
    1. Setau saya harus tetap lolos pak, sebab uji multikolinearita adalah salah satu bagian dari uji asumsi klasi.. sebagaimana yang kita ketahui bahwa sebelum data di analisis menggunakan regresi linear berganda maka data tersebut harus lolos uji multikolinearitas

      Hapus
  36. Pak rumus untuk menghitung nilai tolerancenya secara manual bemana ya pak ?

    BalasHapus
    Balasan
    1. Untuk rumus uji multikolinearitas secara manual..coba mas pelajari pada bukunya prof sugiyono atau arikunto

      Hapus
  37. pak sy tanya, model analisis sy yaitu analisis path dan model regresinya linear sederhana apakah benar melalukakan uji mulitikolinearitas, heteroskedastisitas dan uji normalitas? lalu apakah melakukan post test itu tetap menggunakan uji reliabitas dan validitas? makasih pak

    BalasHapus
  38. Pak, mau tanya kalau variabel independentnya ada 3 (minat, disiplin, cara bljr) setelah keluar outputnya di coeffivients yg muncul kok cuma disiplin dan cara ? Mohon petunjuknya

    BalasHapus
    Balasan
    1. Waktu analisis data dengan SPSS, muncul kotak dialog linear regression ketiga variabel (semua variabel) dimasukkan ke kolom independent

      Hapus
  39. pak, saya sudah uji t uji f dan uji normalitas hasilnya normal tpi pada saat uji multikol ini hanya satu yg memenuhi syarat, nilai toleran kurang dari 0,01 dan VIFnya lebih dari 10, sblmnya juga saya sudah transform data mnggunakan ln dan lag, bagaimana ya pak/ terimakasih

    BalasHapus
    Balasan
    1. jika sudah begitu maka coba lakukan outlier mbak

      Hapus
  40. Pak mau tanya, jika nilai tolerance lebih dari 0,10 tetapi nilai VIFnya lebih dari 10 itu gmna terjadi multi atau tidak?

    BalasHapus
  41. pak mau tanya. penelitian saya terjadi gejala multikolinearitas, sudah saya coba transformasi data tpi tetap nilai VIF lebih dr 10. solusinya gimana ya pak?

    BalasHapus
  42. Selamat siang pak, mau nanya. Penelitian saya ada 2 variabel dummy. Setelah di dummy, dimoderasikan dengan variabel lain. Lalu hasil moderasinya didummy kembali. Setelah itu, dilakukan uji regresi. Hasilnya 2 variabel saya yang sebelum di moderasi masuk dalam exclude variabel. Nah apakah variabel saya diexclude ini spy tdk terjadi multikolinearitas?

    BalasHapus
  43. permisi pak, mau bertanya kalau nilai tolerance dan vif x1, x2 dan x3 berbeda tapi semuanya tidak multikolinieritas, apakah itu tidak apa-apa?

    BalasHapus
    Balasan
    1. itu tidak masalah mas..karena variabel x nya ada 3..memang nilai vif dan tolerancenya berbeda..nilai vif dan tolerance sama ketika hanya ada 2 variabel x

      Hapus
  44. terimakasih infonya sangat membantu, saya ingin bertanya apakah bisa terjadi perbedaan hasil antar seri spss (misalnya spss 19 dan spss 24)? karena saya mengalaminya

    BalasHapus
    Balasan
    1. Waktu saya coba ada perbedaan hasil yakni pada hasil uji normalitas kolmogorov Smirnov saja pak..uji yang lainnya sama pak

      Hapus
    2. jika begitu, hasil normalitass mana yang harus sya pakai?

      Hapus
    3. Saran saya pakai yang SPSS yang versi 19 saja pak

      Hapus
  45. Selamat malam mas. Saya mau tanya. data saya terkena multikolinearitas, apa boleh saya menggunakan variabel hasil transformasi Cochrane Orcutt untuk mengatasi nya??

    BalasHapus
  46. Maaf pak saya mau bertanaya saya menguji 7 variab3l tp ada satu variabel yang tidak keluar . Karena tulisannya 'the following variabels are constanta or have missing correlation:X. Itu bagaimana ya pak? Terimakasih

    BalasHapus
  47. Terimakasih artikelnya sangat membantu, saya mau bertanya data saya terdapat gejala multikol setelah melakukan transformasi menggunakan LN, apakah ada cara lain untuk menyelesaikan masalahnya?

    BalasHapus
    Balasan
    1. Alternatif lain setelah transformasi data saya kira hanya outlier atau mengurangi data mbak

      Hapus
  48. Assalammualaikum Bapak..
    Saya ingin bertanya. Hasil uji multikoleniaritas saya menunjukkan nilai tolerance kedua VB sama2 0,635 (>0,01) dan nilai VIF kedua VB sama2 1.575 (<10). Kalo berdasarkan data tersebut artinya tidak ada multikolineritas kan pak? tapi koefisien korelasi pearson kedua variabel kuat yaitu 0,604. Apakah data saya memenuhi syarat multikolinearitas?

    Selanjutnya, ketika saya mencari peranan kedua VB secara bersama-sama thdp VT hasilnya signifikan (p <0,05), namun ketika saya mencari peranan masing-masing VB thdp VT menjadi tidak signifikan (p=0,133 dan p=0,157). Apakah hal tersebut terjadi karena kuatnya koefisien korelasi kedua VB? tapi kan nilai tolerance dan VIF tidak menunjukkan multikoleniaritas?
    Mengapa bisa terjadi demikian?

    Mohon masukan dan solusinya pak...

    Terima kasih.

    BalasHapus
    Balasan
    1. *Wa'alaikumsalam..iya berdasarkan hasil tersebut tidak terjadi gejala multikolinearitas.
      *bersama-sama berpengaruh sementara secara partial tidak berpengaruh..itu wajar pak..analogi sederhananya: 1 orang mendorong mobil tidak kuat..sementara 2 orang menjadi kuat

      Hapus
  49. Terimakasih pak, sangat membantu sekali dalam pengolahan data skripsi saya. Mau tanya pak, di buku ghozali kan ada coefficient correlations itu apakah juga digunakan untuk melihat multikolonieritas ? Untuk tabel tolerance dan vif sudah menyatakan tidak ada multi. Tetapi, pada tabel covariances X3 terhadap X3 nilainya 4,594 apakah terdapat multikolonieritas pak ? Ataukah saya hanya menganalisis nilai tolerance dan vif nya saja. Mohon pencerahannya pak, terimakasih.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Sama-sama..cukup melihat nilai tolerance dan ViF sudah cukup kok untuk mendeteksi apakah terdapat multikolinearitas atau tidak

      Hapus
    2. Terimakasih pak atas solusinya, semoga bermanfaat trus ya pak :-)

      Hapus
  50. apakah pada moderasi, variable moderassinya dimasukkan jga, atau hanya variable independennya saja?

    BalasHapus
  51. Pak mau tanya, kalo hasil nilai Tolerance dan VIP masing2 variabel berbeda itu kenapa yah pak? trus solusiny bgmana

    BalasHapus
    Balasan
    1. Nilai Tolerance dan VIF berbeda untuk masing-masing variabel X itu tidak masalah mbak yang penting tidak terjadi gejala multikolinearitas.. Kenapa berbeda? biasanya karena jumlah variabel X lebih dari 2 mbak dan itu bukan sebuah masalah dan tidak perlu solusi ya..hehe

      Hapus
  52. pak, saya mau tanya, untuk mencari nilai dari setiap variabel itu rumus nya apa yah pak ,selain yang langsung dikeluarkan oleh SPSS, sehingga kita tau bahwa data tersebut terjadi multikolonieritas atau tidak?

    BalasHapus
    Balasan
    1. maksudnya mencari nilai variabel bagaimana? jika data mbak berupa jawaban responden maka tinggal pakai skor total jawaban responden untuk masing-masing variabel

      Hapus
  53. kalau ada salah satu variabel yang vif nya 10,8 apa termasuk terkena multikolinearitas ya? sudah saya coba transform dg log dan ln tapi hasilnya malah vif nya lebih besar dari sebelumnya.. bagaimana solusinya ya?

    BalasHapus
    Balasan
    1. jika demikian coba lihat korelasi antar variabel bebas..jika nilai korelasi > 0,8 maka memang hasilnya terjadi multikolinearitas.. solusinya mengeluarkan variabel tersebut

      Hapus
  54. SANGAT MEMBANTU DALAM MENGERJAKAN SKRIPSI SAYA, TERIMAKASIH BANYAK SEMOGA SELALU DISUKSESKAN AMIN

    BalasHapus
    Balasan
    1. Aamiin...terimakasih... Semoga sukses dan lancar untuk penelitian anda

      Hapus
  55. Nilai perbandingan 0.10 dan 10.00 itu dari mana yah? Apa itu rumus bawaaan??

    BalasHapus
    Balasan
    1. iya, dasar pengambilan keputusan ini sudah rumus. lihat di buku-buku yang membahas tetang uji multikolinearitas dengan VIF dan Tolerance

      Hapus
  56. asalamualaikum pak saya mau nanya, skripsi saya kan metode nya webqual dan ipa, nah di ipa ini ada kuesioner kinerja sama harapan itu kedua nya perlu diuji asumsi klasik atau hanya kinerja nya saja yang diuji?

    BalasHapus
    Balasan
    1. Wa'alaikumsalam. keduanya perlu di uji asumsi klasik sebagaimana persamaan regresinya mbak

      Hapus
    2. oke terimakasih pak..

      Hapus
    3. Sama-sama mbak. semoga sukses untuk analisis statistiknya

      Hapus
  57. Selamat pagi pak, saya mau bertanya variabel independen saya berjumlah 4 tapi dalam uji multikolinieritas hanya muncul 3 saja, cara mengatasi bagaimana ya?

    BalasHapus
    Balasan
    1. Kalau bapak amati apakah ada yang aneh atau janggal dari data yang bapak input ke SPSS? karena sebenarnya bisa kok untuk 4 variabel independent menggunakan uji multikolinearitas ini

      Hapus
  58. Saya mau nnyk pak kalau nilai vif nya sama tolerance nya 1.000 tp dia dua variabel gimana itu bisa dikatakan ada multikinieritas atau tidak? Mohon bantuannya.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Penelitian anda menggunakan berapa variabel X atau variabel independent?

      Hapus

Silahkan tinggalkan jejak sobat disini. Sehingga saya tau bahwa artikel di atas bermanfaat. Terimakasih