Tutorial Uji Heteroskedastisitas dengan Glejser SPSS

Tutorial Uji Heteroskedastisitas dengan Glejser SPSS | Selamat pagi bapak-bapak, ibu-ibu dan kawan-kawan semua yang sedang bersibuk-sibuk ria mengerjakan skripsi, tesis, maupun tugas lainnya. Setelah sebelumnya kita membahas mengenai uji normalitas dan uji multikolinearitas, maka pada kesempatan kali ini kita melanjutkan ke tahap berikutnya yakni cara melakukan uji heteroskedastisitas.

Sebelum saya mulai tutorial pada pembahasan artikel ini, terlebih dahulu kita harus tahu tentang konsep dasar dalam uji heteroskedastisitas. Uji heteroskedastisitas merupakan bagian dari uji asumsi klasik dalam analisis regresi yang bertujuan untuk menguji apakah dalam model regresi terjadi ketidaksamaan variance (variasi) dari nilai residual satu pengamatan ke pengamatan yang lain. Jika variance dari nilai residual satu pengamatan ke pengamatan lain bersifat tetap, maka disebut homoskedastisitas, namun jika variance dari nilai residual satu pengamatan ke pengamatan lain berbeda maka disebut heteroskedastisitas. Model regresi yang baik seharusnya tidak terjadi gejala heteroskedastisitas.

Tutorial Uji Heteroskedastisitas dengan Glejser SPSS

Salah satu cara mendeteksi ada tidaknya gejala heteroskedastisitas dalam model regresi adalah dengan melakukan uji glejser. Prinsip kerja uji heteroskedastisitas menggunakan uji glejser ini adalah dengan cara meregresikan variabel independent terhadap nilai Absolute residual atau Abs_RES dengan rumus persamaan regresinya adalah: |Ut| =a + BXt + vt

Dasar Pengambilan Keputusan Uji Heteroskedastisitas (Glejser)

Seperti yang telah kita ketahui bersama bahwa setiap uji dalam statistik pasti mempunyai dasar pengambilan keputusan. Dasar pengambilan keputusan berguna sebagai pedoman atau acuan dalam menentukan sebuah kesimpulan atau keputusan atas hasil analisis yang telah dilakukan. Adapun dasar pengambilan keputusan dalam uji heteroskedastisitas dengan menggunakan uji glejser adalah sebagai berikut:
  1. Jika nilai signifikansi (Sig.) lebih besar dari 0,05, maka kesimpulannya adalah tidak terjadi gejala heteroskedastisitas dalam model regresi.
  2. Sebaliknya, jika nilai nilai signifikansi (Sig.) lebih kecil dari 0,05, maka kesimpulannya adalah terjadi gejala heteroskedastisitas dalam model regresi.

Contoh Soal Uji Heteroskedastisitas dengan Uji Glejser

Selanjutnya kita masuk kebagian contoh kasus uji heteroskedastisitas dengan uji glejser dalam penelitian. Perlu saya informasikan bahwa model regresi yang kita uji kali ini adalah pengaruh Motivasi (X1) dan Minat (X2) terhadap Prestasi Belajar (Y). Adapun data untuk masing-masing variabel penelitian dapat dilihat pada gambar dibawah ini.


Tutorial Uji Heteroskedastisitas dengan Glejser SPSS

[Download Data excel, Input-Output SPSS]

Cara Uji Heteroskedastisitas dengan Uji Glejser Menggunakan Program SPSS Versi 21

1. Setelah kita mempersiapkan data yang akan di uji glejser, maka langkah selanjutnya buka program SPSS, lalu seperti biasa klik Variable View. Kemudian, pada bagian Name tulis saja Motivasi dan Minat dan Prestasi, pada bagian Decimals ubah semua menjadi angka 0, pada bagian Label tuliskan Motivasi (X1), Minat (X2) dan Prestasi (Y), pada bagian Measure ganti menjadi Scale. Abaikan yang lainnnya, maka tampak di layar sebagai berikut.

Cara Uji Heteroskedastisitas dengan Uji Glejser Menggunakan SPSS

2. Setelah itu, klik Data View lalu masukkan data penelitian untuk variabel Motivasi, Minat dan Prestasi yang sebelumnya sudah dipersiapkan (bisa dengan cara copy-paste atau ditulis satu persatu ke SPSS). Tampak dilayar.

Cara Uji Heteroskedastisitas dengan Uji Glejser Menggunakan SPSS

3. Langkah selanjutnya, kita akan membuat persamaan regresi untuk variabel penelitian dan memunculkan variabel baru yakni variabel Unstandardized residual atau RES_1. Caranya dari menu SPSS pilih Analyze, lalu klik Regression, kemudian klik Linear...

Cara Uji Heteroskedastisitas dengan Uji Glejser Menggunakan SPSS

4. Maka muncul kotak dialog dengan nama "Linear Regression" selanjutnya masukkan variabel Prestasi (Y) ke kolom Dependent: lalu masukkan variabel Motivasi (X1) dan Minat (X2) ke kolom Independent(s): setelah itu klik Save...

Cara Uji Heteroskedastisitas dengan Uji Glejser Menggunakan SPSS

5. Muncul dialog dengan nama "Linear Regression: Save" selanjutnya pada bagian "Residuals", berikan tanda centang (v) pada Unstandardized (abaikan pilihan lain), lalu klik Continue

Cara Uji Heteroskedastisitas dengan Uji Glejser Menggunakan SPSS

6. Selanjutnya klik Ok (abaikan saja ada output SPSS yang muncul) lalu buka Data View maka perhatikan disitu muncul variabel baru dengan nama RES_1. Tampak dilayar.

Cara Uji Heteroskedastisitas dengan Uji Glejser Menggunakan SPSS

7. Kemudian kita akan membuat variabel Abs_RES yang akan kita gunakan dalam uji glejser ini. Caranya, dari menu utama SPSS pilih Transform, lalu klik Compute Variable...

Cara Uji Heteroskedastisitas dengan Uji Glejser Menggunakan SPSS

8. Maka muncul dialog "Compute Variable" selanjutnya pada kotak "Target Variable" tuliskan Abs_RES lalu pada kotak "Numeric Expression" ketikkan ABS(RES_1). Tampak dilayar.

Cara Uji Heteroskedastisitas dengan Uji Glejser Menggunakan SPSS

9. Kemudian klik Ok (abaikan saja ada output SPSS yang muncul), lihat di bagian Data View maka muncul variabel baru dengan nama Abs_RES. Tampak dilayar.

Cara Uji Heteroskedastisitas dengan Uji Glejser Menggunakan SPSS

10. Selanjuntya kita akan melakukan uji glejser untuk persamaan regresi Motivasi (X1) dan Minat (X2) terhadap variabel Absolute residual atau Abs_RES. Caranya dari menu utama SPSS pilih Analyze, kemudian pilih Regression, lalu klik Linear...

Cara Uji Heteroskedastisitas dengan Uji Glejser Menggunakan SPSS

11. Muncul kotak dialog dengan nama "Linear Regression", selanjutnya keluarkan variabel Prestasi (Y) yang terdapat pada kolom Dependent: lalu ganti dengan variabel Abs_RES, kemudian klik Save...

Cara Uji Heteroskedastisitas dengan Uji Glejser Menggunakan SPSS

12. Mucul kotak dengan nama "Linear Regression: Save", selanjutnya pada bagian "Residuals", hilangkan tanda centang (v) pada Unstandardized (abaikan pilihan yang lain), lalu klik Continue...

Cara Uji Heteroskedastisitas dengan Uji Glejser Menggunakan SPSS

13. Langkah yang terakhir adalah klik Ok untuk mengakhiri perintah. Maka kita akan bisa melihat Output SPSS dan selanjutnya tinggal kita interpretasikan saja.

Interpretasi Output Uji Heteroskedastisitas (Glejser) dengan SPSS

Interpretasi Output Uji Heteroskedastisitas (Glejser) dengan SPSS

Untuk memaknai hasil uji heteroskedastisitas dengan uji glejser ini, maka kita cukup melihat tabel output "Coefficients" dengan variabel Abs_RES berperan sebagai variabel dependent. Berdasarkan output di atas diketahui nilai signifikansi (Sig.) untuk variabel Motivasi (X1) adalah 0,004. Sementara, nilai signifikansi (Sig.) untuk variabel Minat (X2) adalah 0,007. Karena nilai signifikansi kedua variabel di atas lebih kecil dari 0,05 maka sesuai dengan dasar pengambilan keputusan dalam uji glejser, dapat disimpulkan bahwa terjadi gejala heteroskedastisitas dalam model regresi.

Mengatasi Gejala Heteroskedastisititas dalam Model Regresi

Dalam kasus seperti di atas, maka ada beberapa cara yang perlu kita lakukan agar model regresi terbebas dari gejala heteroskedastisitas. Adapun solusi yang bisa kita jadikan alternatif adalah sebagai berikut:
  1. Melakukan alternatif uji lain untuk mendeteksi ada tidaknya gejala heteroskedastisitas. (seperti: uji heteroskedastisitas dengan gambar scatterplot, uji rank spearman, uji park dan uji white).
  2. Melakukan transformasi data penelitian (missal: Ln, Log10, Lag, dll).
  3. Melakukan outlier terhadap data ekstrim atau jika diperlukan maka kita boleh menambah sampel baru supaya sebaran data menjadi lebih bervariasi atau beragam.

Demikain panduan tentang cara melakukan uji heteroskedastisitas dengan uji glejser dalam model regresi menggunakan program SPSS versi 21. Semoga dapat bermanfaat bagi anda yang sedang mengerjakan tugas. Artikel berikutnya akan dibahas tentang: Tutorial Uji Autokorelasi dengan Durbin Watson SPSS

UPDATE INFO: RABU, 30 JANUARI 2019

[Kata Kunci Pencarian: Tutorial Uji Heteroskedastisitas dengan Glejser SPSS, Cara melakukan Uji Heteroskedastisitas dengan Uji Glejser pada Program SPSS versi 21, Langkah-langkah Uji Heteroskedastisitas Glejser dengan software SPSS serta Interpretasi] [Img: Dokumen hasil olah data dengan bantuan program SPSS versi 21]
VIDEO: Cara Uji Heteroskedastisitas dengan Uji Glejser SPSS

114 Responses to "Tutorial Uji Heteroskedastisitas dengan Glejser SPSS"

  1. Silahkan tinggalkan jejaknya.. nuwun

    BalasHapus
    Balasan
    1. gan mau nanya, jika data sya tidak normal apa saya harus Ln kan semua variabel nya atau cukup satu variabel saja (y)

      Hapus
  2. Mau nanya pak, bagaimana jika salah satu variabel independentnya mengalami heterokedastisitas? Apakah masih bisa dilanjutkan ke uji yang lain atau bagaimana ya?

    BalasHapus
  3. nilai 0,05 ditentukan berdasarkan apa yah ?

    BalasHapus
    Balasan
    1. 0,05 itu sudah rumus mas.. standar stastistik

      Hapus
    2. itu merupakan alfa untuk melihat significant-nya mas. sebenarnya 0,05 itu berasal dari alfa 5%, yang sebenarnya ada 3 alfa yaitu 1% (0,01), 5% (0,05), dan 10% (0,1). cuman yg sering dipakai alfa 5%.

      Hapus
    3. Terimakasih sudah membantu menjawab pertanyaan kawan-kawan di blog ini mbak.. Sipp

      Hapus
  4. Kalo RES 1 ga kena hetero, masalah ga kalo ga dilanjutin bikin RES 2? soalnya pas pake RES 2 malah kena hetero. makasi...

    BalasHapus
    Balasan
    1. Setau saya jika pakai metode glejser maka pakainya res2 mas

      Hapus
    2. Assalamualaikum bapak, menanggapa masalah ynah res2. Untuk uji glejser kan pake res2. Dan data saya menggunakan 3 variabel, apakah tetap di tranfom sampai res2 lalu dilakukan uji glejser? .. Mohon penjelasannya pak, 😊

      Hapus
    3. wa'alaikumsalam.. untuk uji heteroskedastisitas dengan uj glejser maka tetap pakai nilai Abs_res1 atau res2 pak.. menggunakan 3 variabel itu tidak masalah kok

      Hapus
  5. mungkin ingin menambahkan jawaban dari pertanyaan charon134340
    0,05 itu sebenarnya ditetapkan oleh peneliti yg disebut sebagai tingkat signifikansi, dia ingin mengambil signifikansi berapa persen, memang secara umum kebanyakan penelitian mengambil signifikansi 5%. tapi di lain kasus bisa beda, kalau dari dosen yang mengajar saya biasanya kalau penelitian sosial boleh ngambil 10%, nah kalau penelitian sains biasa harus lebih teliti 1% misalnya. semakin kecil tingkat signifikansi maka semakin kecil peluang melakukan kesalahan. CMIIW

    BalasHapus
  6. pada artikel anda hasilnya terdapat heteroskedastisitas ..untuk penyembuhannya bagaimana ..apa anda punya artikelnya juga ..

    BalasHapus
    Balasan
    1. Dicoba dulu pakai metode yang lain mbak seperti rank spearman atau uji white.. tapi maaf untuk artikelnya belum saya buatkan

      Hapus
  7. mau tanya ini pak. contoh yg bpk buatkan x nya ada 2, kalau x nya ada 3 apa kita buat res nya sampai 3 x juga?
    terima kasih

    BalasHapus
    Balasan
    1. res1 adalah diperoleh dari model regresi mbak.. sedangkan res2 diperoleh dari abs_res1

      Hapus
    2. selamat sore, Pak. Sebelumnya saya mengucapkan terima kasih karena postingan Bapak sgt bermanfaat Dan sgt membantu saya. Pak, saya ingin bertanya, apakah memang res2 Dilakukan utk melihat hetero metoDe glejser ya Pak? mengapa bukan res1 saja pak? terima kasih, mohon bantuan penjelasannya ya pak..

      Hapus
    3. Aturannya memang pakai res_2 atau abs_res pak bukan res_1 karena res_1 dimungkinkan banyak nilai minusnya... lihat di bukunya imam ghozali

      Hapus
  8. kalo sudah dicoba berbagai metode, tapi tetap terkena heteros. solusi nya apa y mas?

    BalasHapus
    Balasan
    1. Coba pakai transformasi data atau outlier mas

      Hapus
  9. mas..apa artinya "constant" pada tabel hasil uji spss/ tabel terakhir. ty

    BalasHapus
  10. Permisi mau nany, kalau misalnya y nya berbentuk persentase dan x nua berbentuk rupiah apakah bisa dilakukan regresi linier berganda?

    BalasHapus
  11. nilai sig konstan itu pengaruhnya di apa ya pak? soalnya nilai sig konstan sayan kecil. terima kasih

    BalasHapus
    Balasan
    1. nilai konstan dalam persamaan regresi adalah nilai konsisten variabel dependen mbak

      Hapus
  12. setelah dilakukan transformasi log lalu langkah selanjutnya log tersebut di regresi kan ya ?

    BalasHapus
  13. Mau tanya mas,bedanya uji glejser dengan uji-uji untuk heteroskedastisitas yang lain apa ya mas? adakah keunggulannya?
    Terima Kasih

    BalasHapus
    Balasan
    1. Berdasarkan pengalaman saya uji heteroskedastisitas dengan metode glejser lebih ketat syarat untuk mendeteksi ada tidaknya gejala heteroskedastisitas di bandingkan dengan metode yang lain seperti uji rank spearman maupun plots

      Hapus
  14. uji homoskedastisitas dengan heteroskedastisitas apakah sama caranya?

    BalasHapus
  15. kalau 3 variabel apakah harus pakai res-3

    BalasHapus
    Balasan
    1. bukan res3.. namun caranya tetap sama tau bisa ganti nama abs_res gitu aja pak.. cuma masalah penamaan variabel saja

      Hapus
  16. Seandainya suatu variabel terkena heterokedastisitas bagaimana pengobatannya

    BalasHapus
    Balasan
    1. Jika data penelitian bapak terjadi gejala heteroskedastisitas,, maka sebaiknya lakukan transformasi data dulu..nah jika masih belum teratasi maka lakukan outlier..silahkan dicoba

      Hapus
  17. assalam, mau tanya saya coba uji hetero tp pada tahap res 1 angkanya 0 bgtu pula dgn transform jg 0. data mentah saya dalam bntuk persen. trims wassalam

    BalasHapus
  18. Balasan
    1. belum pak..sedang dalam proses penyusunan

      Hapus
  19. saya mau bertanya jika data terjadi heterokedasitas bagaimana pak sahid?
    apa yang dimaksud outlier ?
    dan harus di tranformasi seperti apa agar tidak hetero lagi ?

    BalasHapus
    Balasan
    1. transformasi data atau mengubah data kebentuk lain seper Ln atau Log..

      Outlier adalah pemotongan atau pengurangan data yang menyebabkan terjadinya gejala heteroskedastisitas

      Hapus
  20. MAS, beda korelasi serial positif dan negatif apa ya

    BalasHapus
    Balasan
    1. Jika yang mas maksud jenis hubungan positif dan negatif.. maka yang dimaksud hubungan positif adalah semakin meningkat X maka semakin meningkat pula Y.

      Hapus
  21. memperjelas pertanyaan sebelumnya jika dengan variabel yang mas contohkan di atas (minat(X), motivasi (X) dan prestasi (Y)), setelah selesai melakukan uji heteroskedastiasitas dan anggap saja jika dinyatakan lolos (lebih dari 0,05) dan lolos uji-uji lainnya, saat melakukan uji regresi bergandanya yang kita gunakan apakah variabel dependent Prestasi (Y) atau variabel depentdent Res2 (Y)?

    BalasHapus
    Balasan
    1. yang digunakan dalam uji regresi linear berganda adalah variabel Prestasi (Y).. bukan RES 2

      Hapus
  22. selamat malam pak, saya ingin tanya apabila nilai sig x1 = 0,006 sedangkan sig x2 = 0,776 apakah itu tetap bisa di lanjutkan?

    BalasHapus
    Balasan
    1. coba lakukan transformasi data agar semua variabel tidak terjadi gejala heteroskedastisitas

      Hapus
    2. Selamat malam Pak Sahid, saya mau bertanya kalo pertanyaan pak Yuangga diatas. Apakah variabel yang di transformasi yang x1 nya saja atau kedua nya pak?

      Hapus
    3. idealnya ditransformasi keduanya pak

      Hapus
  23. mas kalau nilai heteronya sebsar 996 apakah tetap boleh di lanjutkan ke langkah berikutnya?

    BalasHapus
    Balasan
    1. Justu 996 itu tidak terjadi gelaja heteroskedastisitas.. malah bagus pak

      Hapus
  24. mas kalau uji heteroskedastisitas kan ada anova dari RES2, nah apakah anova itu juga di lihat ?? dan kalau anova itu untuk uji t dan uji f di lihat berdasarkan dependent Y bukan dependent RES2 kan ??

    BalasHapus
    Balasan
    1. dalam uji heteroskedastisitas dengan glejser hanya melihat nilai signifikansi pada nilai res2 atau absres

      Hapus
  25. kalo pake uji glejser kena heterokedastisitas, sedangkan kalo pake scatterplot, gak kena heterokedastisitas. Trus gimana ya?

    BalasHapus
    Balasan
    1. menurut saya lebih akurat pakai glejser daripada pakai scatterplot

      Hapus
  26. Bagaimana cara mengatasi heteros dengan 1x (dummy) , 1y, 1 moderasi, 4 kontrol?

    Ketika saya coba transform semua lalu diregresi, variabel x-nya dikeluarkan otomatis. Tapi kalo x-nya ga ditransform bisa diregresi, tapi hasilnya malah amburadul

    BalasHapus
  27. mau tanya min, kalau cara uji multikolineritas dan heteroskedastisitas pada data pretest dan posttest bagaimana yah? terimakasih

    BalasHapus
  28. Mau tanya pak, kalau seandainya yang digunakan regresi sederhana bagaimana yah?
    Misalnya x terhadap y?

    BalasHapus
    Balasan
    1. Cara untuk uji heteroskedastisitas prinsipnya sama kok seperti cara di atas..untuk regresi linear sederhana pak

      Hapus
  29. min teori untuk bab 3 kalau nilai sig nya harus dibawah alpha/ 0,05 itu admin ada gak? soalnya kampus saya kebanyakan yg pakai grafik scatterplot, teorinya berbeda

    BalasHapus
    Balasan
    1. Kalau dalam uji Heteroskedastisitas jika nilai sig lebih besar dari 0,05 maka itu artinya tidak ada gelaja heteroskedastisitas pak..sementara jika bapak menggunakan scatterplot maka yang menjadi pedomaanya adalah dengan melihat grafik scatterplots tersebut membentuk pola atau tidak

      Hapus
  30. pak kalau sig nya itu 0,050 pas, itu bagaimana pak? lolos uji atau tidak?

    BalasHapus
    Balasan
    1. Belum tau kalau seperti itu..coba pakai uji pendukung pak..seperti uji white atau korelasi rank spearman untuk mengetahui ada tidaknya gejala heteroskedastisitas

      Hapus
  31. TERIMAKASIH BANYAK PAAKK, JADI PENGEN SUNGKEM KE BAPAK. SEMOGA AMAL YANG SUDAH BAPAK BERIKAN DIBALAS OLEH TUHAN, AAMIIN

    BalasHapus
    Balasan
    1. Aamiin..hehe..silahkan lain waktu mampir blog saya lagi mbak..

      Hapus
  32. assalamualaikum bapa mau tanya ketika buat res1 sudah berhasil, namun ketika membuat res2 tidak muncul d data view nya, sebelumnya ada notif terjadi kesalahan penamaan variabel (incorect variable name) apa itu artinya ada tanda2 heterokedasitas pak? mohon solusi bapa

    BalasHapus
    Balasan
    1. Wa'alaikumsalam..ini hanya masalah pada saat pemberian nama dalam compute variabel.. mbak simak videonya ya: https://www.youtube.com/watch?v=gZ00bUyuDq0

      Hapus
  33. Kk saya mau nanya, pas uji heteros saya transform variabel x nya dgn LN lalu gunakan res3, namun pas uji selanjutnya yaitu uji autokorelasi saya gunakan variabel y dan x yg tdk di LN kn, dan datanya normal, apa boleh seperti itu gk kk?

    BalasHapus
    Balasan
    1. Sebatas yang saya ketahui harus konsisten mbak

      Hapus
  34. Mas, saya mau tanya. Data saya sudah distandarkan ke dalam bentuk Ln. Saat uji heterokedastisitas, 2 data saya terkena hetero. Apa boleh saya lakukan Uji Park ?? (mentrasform ke dalam Ln lagi). Atau ada alternatif lainnya mas ? Terima kasih sebelumnya

    BalasHapus
    Balasan
    1. Saya kira boleh-boleh saja mbak pakai uji park..mau bagaimana lagi soalnya juga terjadi gejala heteroskedastisitas

      Hapus
  35. Assalamualaikum pak sahid, saya ingin menanyakan untuk pengambilan keputusan nilai signifikan untuk heteroskedasitas 0,05 dasar teorinya ada referensi pak, soalnya saya baru menemukan referensi yg 0,5 dr ghozali, terimakasih

    BalasHapus
    Balasan
    1. Wa'alaikumsalam..iya pak, dasar pengambilan keputusan dalam uji heteroskedastisitas dengan metode glejser ini ada pada bukunya imam ghozali berjudul aplikasi analisis multivariate dengan program IBM SPSS 19 terbitan tahun 2011 halaman 142-143

      Hapus
  36. Artikel Bermanfaat

    Mau tanya, Uji Heteroskedastisitas dengan metode Glejser ada 1 var yg tidak lolos alias lebih kecil dari 0,05

    Tapi, dengan metode lain semua var lolos
    apa bisa di lanjutkan ke uji yang lain :)

    BalasHapus
    Balasan
    1. Bisa pak..silahkan dilanjutkan ke uji selanjutnya

      Hapus
  37. permisi bang mau tanya untuk decimalnya apa harus 0 ya ?

    BalasHapus
    Balasan
    1. Tidak harus pak..prinsipnya jika angka bapak 64 maka decimal 0, jika angka bapak 64,5 maka decimal 1. jika angkanya 64,57 maka decimalnya 2..dan seterusnya tergantung angka dibelakang koma ada berapa

      Hapus
  38. Mas mau tanya , klo melaui uji tersebut apakah nilai T-value nya bisa dijadikan pengambilan kesimpulannya atau tidak ?

    BalasHapus
    Balasan
    1. Bisa mbak..jika nilai t hitung < t tabel maka tidak terjadi masalah heteroskedastisitas

      Hapus
    2. Mau tanya pak, untuk menyusun persamaan regresi yang digunakan tabel koefisien variabel dari Y atau tabel koefisien dari Res2 ?

      Hapus
    3. Dari koefisien regresi dengan variabel Y dependent

      Hapus
  39. pak mau nanya, kenapa harus dijadikan res dulu yaa? terima kasih

    BalasHapus
    Balasan
    1. Saya hanya mengikuti teori dari para pakar mbak.. jadi jika ditanya mengapa belum bisa jawab..hehe aturannya memang gitu

      Hapus
  40. pak, apakah uji heteroskedastisitas hanya untuk variabel independen ganda? mohon jawabannya, terima kasih.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Tidak..untuk regresi linear sederhana (independent tunggal) idealnya juga pakai uji heteroskedastisitas

      Hapus
  41. maaf pak mau tanya.. kalau Y nya ada banyak, y1-y5, itu cara uji heteroskedastisitas nya bagaimana ya pak? atau harus menggunakan uji lain?

    BalasHapus
    Balasan
    1. jika variabel dependent (y) ada 5 maka uji heteroskedastisitas dilakukan 5 kali

      Hapus
    2. Maaf Pak ingin bertanya, kalau Y saya ada 2 dan X nya hanya ada 1, saat dilakukan uji park ternyata hasil/nilainya sama bagaimana ya? Terima kasih.

      Hapus
  42. Pak ingin bertanya, kenapa sig. heroditas saya 000 ya, terus data normalitas juga sama 00

    BalasHapus
    Balasan
    1. Berarti model regresinya memang tidak lolos asumsi klasi mbak

      Hapus
  43. Saya mau nanyak pak, jika sudah kita lakukan uji glejser ada 2variabel yg nilainya dibawah 0,05,itu harus bagaimna ya?

    BalasHapus
    Balasan
    1. Lakukan alternatif uji lain untuk medeteksi heteroskedastisitas..misal dengan scatterplots atau rank spearman

      Hapus
  44. sangat membantu sekali blog ini.....terimakasih

    BalasHapus
  45. Pak saya mau bertanya.kan saya lagi uni multikolienaritas. Trus tolerance sama vif sama pak nikainya 1000. Trus gmana ni pka solusinya pdahal saya 3 variabel (trmasuk variabel Y).toling pak bantu

    BalasHapus
  46. Pak saya mau nanya untuk memperjelas asumsi dari uji heteroskeditas ini, sebenarnya bagusan mana sih, lebih besar dari 0.05 atau kecil dari 0.05 soalnya saya bingung, hasil uji hederoskeditas saya 0.2342 untuk X1, 0.3425 untuk X2, tolong diperjelas terima kasih

    BalasHapus
    Balasan
    1. dalam uji heteroskedastisitas menggunakan metode glejser.. jika nilai sig lebih besar dari 0,05 maka tidak terjadi gejala heteroskedastsitas (buka bukunya imam ghozali "aplikasi multivariate").. untuk hasil anda tidak terjadi gejala heteroskedastisitas..

      Hapus
  47. Terimakasih pak sangat membantu semoga berkah

    BalasHapus
    Balasan
    1. Aamiin..terimakasih..semoga sukses dan lancar untuk tugasnya

      Hapus
  48. gimana cara download aplikasi spss 20 pak

    BalasHapus
    Balasan
    1. Langsung download di situs resminya saja: ibm(dot)com

      Hapus
  49. Pak maaf mau bertanya, jika terjadi heteroskedastisitas cara agar memperbaiki datanya bgmna ya?

    BalasHapus
    Balasan
    1. Coba lakukan transformasi data ke dalam bentuk Ln mbak. selanjutnya ulangi uji heteroskedastisitas dengan data Ln tersebut

      Hapus
  50. maaf pak, setelah dilakukan uji heteroskedastisitas ternyata ada 1 variabel yang < 0,005 dan 2 variabel >0,005 artinya apa ya pak?
    mohon penjelasan

    BalasHapus
  51. maaf pak klo hasil constatn sya min gimana yah ? dan penjelasannya gimana
    mohon pencerahanya

    BalasHapus
    Balasan
    1. dalam kasus konstanta bernilai negatif maka untuk nilai constan tersebut tidak perlu dimaknai atau diartikan

      Hapus
  52. Assalamu'alaikum pa.. Saya ingin bertanya.. Jika penelitian saya terdapat 3 variabel independen, 1 variabel dependen dan 1 variabel moderasi.. Pada uji asumsi klasik (normalitas, multikolineritas, autokorelasi, heterokedastisitas) untuk variabel moderasinya Masuk ke variabel dependen atau independen?? Jika masuk ke variabel independen apakah itu berlaku untuk ke 4 uji asumsi klasik tersebut??

    BalasHapus
    Balasan
    1. Wa'alaikumsalam. untuk variabel moderasi masuk ke kolom Independent untuk ke empat uji asumsi klasik

      Hapus
  53. Maaf pak mau tanya, variabel x saya ada 6 dan satu variabel y, saat melakukan pengujian dan hasilnya keluar, terdapat satu excluded variabel dalam pengujian heteroskedastisitas dengan metode glejser ini pak, itu maksudnya bagaimana pak? Mohon jawabannya pak

    BalasHapus
  54. kalo nilai constan 0,01 kurang dari 0,05 ga masalah Mas ya?
    suwun

    BalasHapus
    Balasan
    1. tidak masalah pak. dalam uji heteroskedastisitas glejser kita cukup fokus pada nilai sig variabel independent, bukan nilai contanta

      Hapus
  55. Assalamualaikum pak
    saya mau tanya.. jika variabel x dan y saya jumlahnya masing - masing satu dengan satu variabel intervening. apakah saya harus menggunakan uji asumsi klasik multikolinieritas dan heteroskedastisitas?

    BalasHapus
    Balasan
    1. Wa'alaikumsalam. saya kira untuk analisis jalur tetap perlu uji asumsi klasik heteroskedastisitas dan multikolinearitas

      Hapus
  56. Permisi pak mau nanya nilai X1 sya 0.031 dan X2 0.192 itu terjadi heteroskedaktisitas atau gmna pak??
    Mohon jwabannya pak

    BalasHapus
    Balasan
    1. Coba pakai teknik uji yang lain untuk mendeteksi sebenarnya ada tidak gejala heteroskedastisitas tersebut. misal dengan uji spearman atau scatterplots

      Hapus

Silahkan tinggalkan jejak sobat disini. Sehingga saya tau bahwa artikel di atas bermanfaat. Terimakasih