Makna Koefisien Determinasi (R Square) dalam Analisis Regresi Linear Berganda

Makna Koefisien Determinasi (R Square) dalam Analisis Regresi Linear Berganda | Koefisien determinasi (R Square atau R kuadrat) atau disimbolkan dengan "R2" yang bermakna sebagai sumbangan pengaruh yang diberikan variabel bebas atau variabel independent (X) terhadap variabel terikat atau variabel dependent (Y), atau dengan kata lain, nilai koefisien determinasi atau R Square ini berguna untuk memprediksi dan melihat seberapa besar kontribusi pengaruh yang diberikan variabel X secara simultan (bersama-sama) terhadap variabel Y.


Persyaratan yang harus terpenuhi agar kita dapat memaknai nilai koefisien determinasi adalah hasil uji F dalam analisis regresi linear berganda bernilai signifikan, yang berarti bahwa "ada pengaruh variabel X secara simultan (bersama-sama) terhadap variabel Y". Sebaliknya, jika hasil analisis dalam uji F tidak signifikan, maka nilai koefisien determinasi tidak dapat digunakan atau dipakai untuk memprediksi kontribusi pengaruh variabel X secara simultan terhadap variabel Y.


Sebagai contoh kita akan mengukur berapa besar (%) pengaruh yang berikan variabel motivasi (X1) dan variabel minat (X2) secara simultan (bersama-sama) terhadap variabel prestasi (Y). Namun sebelum itu, kita perlu melihat terlebih dahulu apakah "ada pengaruh motivasi (X1) dan minat (X2) secara simultan (bersama-sama) terhadap prestasi (Y)". Adapun hasil analisis regresi linear berganda (dalam uji F) dapat kita lihat pada gambar tabel di bawah ini.


Berdasarkan tabel output "ANOVA" di atas diketahui bahwa nilai signifikansi (Sig.) dalam uji F adalah sebesar 0,000. Karena Sig. 0,000 < 0,05, maka sebagaimana dasar pengambilan keputusan dalam uji F dapat disimpulkan bahwa motivasi (X1) dan minat (X2) secara simultan (besama-sama) berpengaruh terhadap prestasi (Y) atau berarti signifikan. Dengan demikian, maka persyaratan agar kita dapat memaknai nilai koefisien determinasi dalam analisis regresi linear berganda sudah terpenuhi. 

Catatan: supaya kita lebih paham lagi tentang hasil uji F tersebut, saya sarankan anda untuk melihat kembali panduan sebelumnya yakni: Cara Melakukan Uji F Simultan dalam Analisis Regresi Linear Berganda

Langkah berikutnya adalah melihat berapa persen (%) pengaruh yang diberikan variabel motivasi (X1) dan variabel minat (X2) secara simultan (bersama-sama) terhadap variabel prestasi (Y). Dalam hal ini kita mengacu pada nilai R Square yang terdapat dalam hasil analisis regresi linear berganda, yakni pada tabel "Model Summary" berikut ini.


Berdasarkan tabel output SPSS "Model Summary" di atas, diketahui nilai koefisien determinasi atau R Square adalah sebesar 0,839. Nilai R Square 0,842 ini berasal dari pengkuadratan nilai koefisien korelasi atau "R", yaitu 0,916 x 0,916 = 0,839. Besarnya angka koefisien determinasi (R Square) adalah 0,839 atau sama dengan 83,9%. Angka tersebut mengandung arti bahwa variabel motivasi (X1) dan variabel minat (X2) secara simultan (bersama-sama) berpengaruh terhadap variabel prestasi (Y) sebesar 83,9%. Sedangkan sisanya (100% - 83,9% = 16,1%) dipengaruhi oleh variabel lain di luar persamaan regresi ini atau variabel yang tidak diteliti. 

Besarnya pengaruh variabel lain disebut juga sebagai error (e). Untuk menghitung nilai error tersebut kita dapat menggunakan rumus e = 1 – R2. Besarnya nilai koefisien determinasi atau R Square ini umunya berkisar antara 0-1. Namun demikian, jika dalam sebuah penelitian kita jumpai R Square bernilai minus atau negatif (-), maka dapat dikatakan bahwa tidak terdapat pengaruh variabel X terhadap variabel Y. Selanjutnya, semakin kecil nilai koefisien determinasi (R Square), maka ini artinya pengaruh variabel bebas (X) terhadap variabel terikat (Y) semakin lemah. Sebaliknya, jika nilai R Square semakin mendekati angka 1, maka pengaruh tersebut akan semakin kuat.

Catatan: untuk penelitian dengan menggunakan data survei (data primer) yang bersifat cross section maka R2 yang bernilai 0,2 atau 0,3 dapat dikatakan sudah cukup baik. Sementara untuk untuk penelitian dengan data runtut waktu (data sekunder atau data time series) maka R2 akan cenderung memiliki nilai yang lebih besar.

Setelah kita mengetahui makna dari nilai koefisien determinasi atau R Square dalam analisis regresi linear berganda, maka tahap berikutnya adalah melihat berapa % pengaruh yang diberikan masing-masing variabel X terhadap variabel Y secara partial (sendiri-sendiri atau terpisah satu sama lain). Adapun cara melihat pengaruh tersebut adalah dengan Menghitung Sumbangan Efektif (SE) dan Sumbangan Relatif (SR)

Demikian pembahasan kita mengenai cara menafsirkan nilai koefisien determinasi dalam analisis regresi linear berganda. Semoga bermanfaat dan semoga sukses lancar ya untuk penelitian anda. Oh iya, jika anda suka dengan panduan ini silahkan anda bagikan ke media sosial, supaya ilmu ini dapat bermanfaat bagi banyak orang yang membutuhkannya. Terimakasih.

[Kata Kunci Pencarian: Makna Koefisien Determinasi (R Square) dalam Analisis Regresi Linear Berganda, Arti Koefisien Determinasi R2 Uji Regresi Linear berganda dengan SPSS, Pengertian Koefisien Determinasi dalam Uji Regresi Linear Multiples Menggunakan Program SPSS]
Lihat Juga: Video Uji t dan Uji F dalam Analisis Regresi Berganda dengan SPSS Lengkap
UPDATE INFO: KAMIS, 28 MARET 2019

129 Responses to "Makna Koefisien Determinasi (R Square) dalam Analisis Regresi Linear Berganda"

  1. Sebelumnya maaf saya masih kurang paham, mau nanya pak, kalau menghitung hubungan antara variabel x dengan y, apakah itu tidak perlu menghitung koefisien determinasi?
    minta referensi, sebelumnya terimakasih banyak

    BalasHapus
    Balasan
    1. jika hanya untuk mengetahui seberapa kuat hubungan antara variabel x dengan y maka tidak perlu dilakukan analisis koefisien determinasi. namun caranya dengan memaknai hasil koefisien korelasi dalam Uji KOrelasi

      Hapus
  2. terima kasih atas penjelasannya, sangat bermanfaat, tapi sayang postingannya tdk bisa di copy. jika mau dijadikan rujukan untuk daftar pustaka harus dicatat manual

    BalasHapus
    Balasan
    1. Terimakasih pak..ditulis ulang sambil pembelajari kembali pak..semoga sukses

      Hapus
  3. maaf sebelumnya pak, kapan menggunakan R Square dan kpn menggunakan Adjusted R Square ya? adakah alasan secara teorinya? terima kasih sebelumnya.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Aturannya ketika 3 variabel gunakan adjusted R square namun ketika 2 variabel gunakan R square

      Hapus
    2. Maaf untuk jumlah variabelnya itu variabel bebas doang atau udah sama terikat?

      Hapus
  4. assalamualaikum pa, saya mau tanya..
    saya sedang mengerjakan skripsi,
    dlm penelitian saya menggunakan 5variabel bebas dan 1variabel bebas, saya menggunakan data sekunder yaitu data penjualan dan data biaya promosi selama 5tahun, namun dospem saya meminta data perbulannya juga.. jd n berjumlah 12x5=60 ..
    masalahnya setelah saya olah ternyata hasil R square nya hanya berkisar 20% ,
    bagaimana cara memperbesarnya pa?
    penyebabnya apa yaa?
    saya sudah otak atik datanya tp tetap kecil, mohon solusinya pa..

    judul yg saya ambil pengaruh bauran promosi terhadap volume penjualan

    BalasHapus
  5. Mohon bimbinga nya, hasi Rsquare saya hanya 0,150, bisa ada uji lain tidak ya ?

    BalasHapus
    Balasan
    1. nilai R square 0,150 artinya sumbangan pengaruh variabel bebas terhadap variabel terikat adalah 15%

      Hapus
    2. MALAM PAK..MAU TANYA saya pake teknis analisis regresi linear berganda variabel bebas ada 3 y= 1 hasil uji f berpengaruh signifikan dngn nilai 0,014 sedangkan nilai adjusted R squared 0,072 ,,saya mau tanya pak apa pengaruhnya lemah ya pak? kan cuma 7,2%

      Hapus
    3. malam..iya betul pak termasuk kecil pengaruh simultan yang diberikan variabel x terhadap y pak

      Hapus
    4. Saya juga pakai variabel bebas 3 y=1. Jika pengaruh simultan lemah apakah penelitian itu masih dianggap layak. (Valid) atau harus mengkaji ulang data respondennya ya pak? Bingung soalnya pa

      Hapus
  6. Koefisien determinasi diatas utk mengetahui sumbangan pengaruh X1 (minat) & X2 (motivasi) secara bersama².
    Pertanyaan: Bagaimana jika ingin mengetahui sumbangan % pengaruh variabel independent secara terpisah? Apakah dg rumus diatas dpt diketahui? Apakah harus melalui uji regresi sederhana satu per satu?

    BalasHapus
  7. pak hasil x3 saya 0.072 berarti hipotesa ditolak.
    untuk nilai R 854, nilai R square 730.
    apakah benar intepretasinya seperti ini:
    Nilai R sebesar 0.854 berarti terdapat tingkat hubungan yang sangat kuat dari variabel kepribadian (X1), self Efficacy (X2), dan locus of lontrol (X3) terhadap kinerja (Y) sebesar 0.854 (0.800-1000).

    untuk r2
    nilai Koefisien determinasi (R2) adalah 0.730 artinya 73% variasi dari semua variabel independen meningkat (Kepribadian, Self Efficacy, dan Locus of Control) dapat menerangkan dan terdapat pengaruh terhadap variabel dependen (kinerja) karyawan, sedangkan 27% diterangkan oleh variabel yang tidak diajukan dalam penelitian.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Dan saya juga mau bertanya . Apakah bisa rsquare ini dihitung per variabel ..?? Dan kalo bisa cara nya gimana pak . Trimakasih

      Hapus
  8. pak, bagaimana kalau mau mencari nilai t tabel dan f tabel yang respondennya lebih dari 500?

    BalasHapus
  9. maaf saya kurang faham, ada kasus pada skripsi saya mengapa koefisien dterminasi saya tinggi sementara variabel yang berpengaruh hanya 2 dari 5 variabel, terima kasih sbeleumnya

    BalasHapus
  10. Sore pak, mau tanya, sebelumnya kasus saya hasil R square 22,1% yg kemudian sisanya 77,9% dapat dipengaruhi oleh variabel lain yg tidak diteliti. Pertanyaannya, apakah tidak apa-apa kalau R squarenya lebih kecil dr sisanya? Atau ada masalah dalam mengolah? Terima kasih sebelumnya.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Kalau yang mbak teliti hanya 1 variabel X saya kira dosen bisa memahami mbak..jika pengaruhnya sebesar 22,1%

      Hapus
    2. kasus saya sama kayak mbak yg diatas nilai r square saya 22,4% tapi saya menggunakan 4 variabel X dan kuisioner saya sebanyak 37 pertanyaan kepada 100 responden. dari uji T hanya 2 variabel yg memiliki pengaruh 2 nya tidak. kira2 apa yg menyebabkan nilai r2 saya masih rendah ?

      Hapus
    3. Penyebab R square kecil adalah varian data masing-masing variabel X tidak konsiten dengan data Y pak

      Hapus
  11. Kapan pemakaian R square dan kapan harus pakai Adjusted R square??

    BalasHapus
    Balasan
    1. R square digunakan jika responden dipilih melalui purposive sampling..sementara Adjusted R square sample yang digunakan melalui random sampling mbak

      Hapus
    2. bagaimana jika menggunakan accidental sampling pak?

      Hapus
    3. Accidental sampling itu setahu saya termasuk sampling peluang, sehingga bisa masuk kategori random sampling

      Hapus
    4. Maaf pak untuk R square digunakan jika responden dipilih melalui purposive sampling..sementara Adjusted R square sample yang digunakan melalui random sampling,,
      Itu bisa kasih teoritiknya lebih detail gak ya pak, kalo tidak mungkin bisa kasih referensi buku siapa gitu pak..
      Terimakasih

      Hapus
    5. Mohon maaf pak, untuk R square di gunakan jika responden dipilih melalui purposive sampling, pernyataan seperti itu, teori nya siapa pak ?

      Hapus
  12. pak kalau artikel diatas refrensinya dari mana ya? terimakasih

    BalasHapus
  13. Assalamualaikum pak sy mohon bantuannya pak. Dalam penelitian sy menggunakan 4 variabel bebas dan 1 variabel terikat. Hasil uji t hanya 1 variabel bebas yg signifikan. Dr hasil uji determinasi koefisien nilainya 26%. Yg mau sy tanyakan bagaimana caranya kita mengetahui berapa % pengaruh tiap variabel bebas berdasarkan nilai 26% tadi pak

    Trimakasih pak sebelumnya

    BalasHapus
    Balasan
    1. Caranya dengan menghitung sumbangan prediktor mbak.. yakni SE dan SR.. ini panduannya:
      Cara Menghitung SE dan SR dalam Analisis Regresi Linear Berganda

      Hapus
  14. selamat malam saya mau bertanya...kenapa pada validitas konstrul pada bagian analisis vaktor hanya menggunakan KMO & anti image...sedangkan Initial Solutions, Coefficients, Significance Levels, Determinant tidak di centang...mohon diberi penjelasanya? trimkasih

    BalasHapus
  15. Assalammualaikum,mohon bantuannya pak. Dalam penelitian saya, saya menggunakan 2 variabel terikat dan 1 variabel bebas. Nilai r² saya tinggi pak yaitu 90%. Salah satu dari variabel tersebut berpengaruh. Apakah tidak wajar dan ada masalah dlm penelitian saya pak?
    Terimakasih pak sebelumnya
    Wassalamualaikum

    BalasHapus
    Balasan
    1. Wa'alaikumsalam.. gak apa apa mbak..berarti memang pengaruhnya besar..

      Hapus
    2. Kenapa y pak nilai r² saya bisa setinggi itu hanya dgn 2 variabel trikat?
      Terimksih pak

      Hapus
    3. Karena data variabel X1 dan X2 konsisten dengan variabel Y.. coba dihitung sumbangan efektifnya berapa untuk masing-masing variabel independent mbak.. supaya tahu mana yang paling kuat pengaruhnya

      Hapus
    4. Baik pak, akan saya coba lakukan,
      terimakasih pak sebelum dan sesudahnya sangat membantu sekali.
      Referensi yg bisa saya pakai bahwa boleh dengan nilai r square tinggi dan interpretasinya apa y pak?

      Hapus
    5. Kalau soal referensi yang mengatakan demikian saya kira sangat jarang mbak..karena ini bukan teori umum melainkan studi kasus.. cari aja contoh jurnal yang memiliki nilai R square tinggi sebagai panduan atau rujukan berargumentasi

      Hapus
  16. Assalammualaikum,mohon bantuannya pak. Dalam penelitian saya, saya menggunakan 1 variabel terikat dan 2 variabel bebas. Nilai r² saya r square saya 0.45 = 4,5% pada tabel data diolah dari hasil spss versi 23.0 pak, 4,5% rendah skali pak . Apa memang benar sgtu atau ada yang salah dalam penelitian saya pak ?
    Terimakasih pak sebelumnya
    Wassalamualaikum

    BalasHapus
    Balasan
    1. Wa'alaikumsalam.. maksudnya nilai R2 nya: 0,045 atau 0,45.. jika 0,045 betul yang anda sampaikan yakni 4,5%.. namun jika 0,45 maka pengaruhnya adalah 45% sudah cukup besar kok pak

      Hapus
  17. Selamat pagi pak , mohon bantuannya, penelitin saya menggunakan 2 variabe yakni x dan y, untuk hasil r square saya 29.2% yang kemudian 70.8% dapat di pengaruhi oleh variabel yg tidak di teliti, pertanyaan saya apakah tidak masaah jika r square lebih kecil dari sisanya ?

    Terimakasih sebelumnya pak

    BalasHapus
    Balasan
    1. Kalau hasil riilnya memang 29,2% maka itu tidak masalah kok mbak..karena faktor-faktor yang mempengaruhi variabel dependent itukan jumlahnya ada banyak

      Hapus
    2. Kalau hasil riilnya memang 29,2% maka itu tidak masalah kok mbak..karena faktor-faktor yang mempengaruhi variabel dependent itukan jumlahnya ada banyak

      Hapus
  18. Assalamualaikum, mohon bantuannya pak.
    Penelitian sy menggunakan 1 variabel X dan 2 variabel y. nilai R square yg sy dptkn sebanyak O,291= 29,1% yang berarti pengaruhnya sangat rendah. Dari komentar diatas bpk mengatakan bahwa tidak apa2 pengaruhnya rendah. Bisa bpk berikan alasannya pak?
    Kemudian apakah hanya dengan koefisien determinasi kita bisa menentukan berapa besar pengaruh yang ada?
    Sebelumnya Terima Kasih Banyak Pak.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Wa'alaikumsalam.. tujuan dari penelitian kuantitatif dalam hal ini adalah analisis regresi hanya menjelaskan tetang ada tidaknya pengaruh variabel X terhadap Y.. jika ada pengaruhnya maka berapa % pengaruhnya.. bukan masalah tinggi atau rendah..karena prinsipnya kita menguji teori bukan membuat teori baru mbak.. dalam analisis regresi rumus mencari berapa persen pengaruh mengacu pada nilai R square dari output SPSS..semoga terjawab ya mbak..hehe

      Hapus
  19. haloo, saya mau tanya, saya menggunakan 2 variabel X dan 1 variabel Y tapi hasil koefisien determinasi r= 0,124 rsquare= 0,015 dan adjusted r square= 0,002 artinya hasil tersebut terlalu kecil, apa tidak apa-apa dalam penelitian? tapi uji f dan t sama sekali ga berpengaruh. mohon jawabannya trims:)

    BalasHapus
    Balasan
    1. Nilai R square baru bisa dipakai jika dalam uji F ada pengaruh mbak.. jika dalam uji F tidak ada pengaruh maka nilai R square tidak bisa dimaknai

      Hapus
  20. Assakamualaikum
    Pak, saya mau tanya. Ini kan saya meneliti perbedaan keakuratan Model CAPM dengan APT. Nah, hasil dari uji t-test menunjukkan jika H0 diterima, jadi tidak ada signifikasi antara ke-2 model dalam memprediksi return saham. Dalam nilai meannya, pada APT lebih besar dari CAPM. Jadi hasilnya apa benar kesimpulannya bahwa tidak terdapat perbedaan signifikasi antara ke-2 model tapi menurut nilai Mean, model APT lebih akurat dalam memprediksi return saham.
    Terimakasih

    BalasHapus
    Balasan
    1. Wa'alaikumsalam.. walaupun nilai meannya lebih besar namun ketika tidak signifikan maka itu dianggap tidak berarti mbak

      Hapus
  21. Assalamualaikum pak, saya mau bertanya. Hasil penelitian saya menunjukkan bahwa adjusted R square nya sebesar 0.255. Apakah pengaruhnya termasuk rendah?

    BalasHapus
    Balasan
    1. Wa'alaikumsalam..setahu saya tidak ada kategori (rendah, sedang, tinggi) pengaruh dalam analisis regresi mbak

      Hapus
  22. Mengapa nilai korelasi (r) & koefisien determinasi (R kuadrat) harus di tampilkan bersamaan? Apakah tidak bisa salah satunya saja?

    BalasHapus
    Balasan
    1. di spss itu otomatis analisis regresi juga menampilkan nilai r korelasi

      Hapus
  23. punten pak mau nanya bedanya adjusted Rsquare dan Rsquare itu apa ya?

    BalasHapus
  24. bapak, saya mau tanya... kalau untuk koefisien determinasi secara parsial itu gmn caranya ya pak? terimakasih

    BalasHapus
    Balasan
    1. mungkin yang anda maksud sumbangan pengaruh masing-masing variabel x terhadap y? jika benar maka caranya adalah dengan menghitung SE dan SR

      Hapus
  25. bapak,, untuk penelitian yang menggunakan metode MRA dengan 1 variabel dependen, 1 variabel independen dan 1 variabel moderasi (independen), lalu menggunakan random sampling. sebaiknya nilai regresi yang diambil R Square atau Adjusted R square?
    mohon pencerahannya pak?

    BalasHapus
  26. Jika koefisien determinasi R^2 hasilnya 1 apa itu bermasalah? Apa mungkin hasilnya satu?
    Soalnya saya coba hasilnya satu, bagaimana yah?

    BalasHapus
    Balasan
    1. 1 berarti 100% pak pengaruhnya? kalau memang faktanya demikian tidak apa-apakok pak

      Hapus
  27. Pak saya mau tanya, saya kan memakai 3 variabel bebas dan 1 variabel terikat. Nilai adjusted r square saya sgt tinggi, 95%. Var terikat sy ttg prestasi belajar, tp berarti hanya 4.5% yg dipengaruhi faktor lain pdhl faktor lain itu masih banyak dan apa itu wajar pak? mohon bantuannya. Trmksh

    BalasHapus
    Balasan
    1. Banyak dan wajar saja kok mbak..silahkan dilanjutkan

      Hapus
  28. saya mau komentar, scrollnya jauh kebawah. banyaknya komentar menurut saya kualitas tulisannya memang bagus. R square memang jadi momok dalam regresi. terima kasih pak..

    BalasHapus
  29. mohon penjelasan nya pak hasil hitungan persen kontribusi minus , analisanya gimana pak. terimakasih

    BalasHapus
  30. Saya mau tanya, jika saya menggunakan purposive sampling dan analisa koefisien determinasinya menggunakan Adjusted R2 (bukan R2) boleh tidak ?? soalnya di modul statistik saya katanya adjusted R2 lebih baik daripada R2 dalam hal pengujian

    BalasHapus
    Balasan
    1. saya kira boleh-boleh saja kok pak.. silahkan dilanjutkan

      Hapus
  31. kenapa nilai R dikuadratkan sehingga yang dipakai R square nya mas?

    BalasHapus
  32. Assalamualaikum pak, saya mau tanya jika nilai korelasi pearson sya itu dinyatakan kuat sedangkan r square saya rendah hanya 0,343 nah adakah teori yang membolehkan hal tersebut? Lalu apakah tetap berpengaruh pada pengujian korelasi pearson?

    BalasHapus
    Balasan
    1. Wa'alaikumsalam... saya kira hasil punya anda ini wajar-wajar saja kok pak

      Hapus
  33. maaf pak mau kapan kita menggunakan R square dan kapan menggunakan adjusteed square? karena saya pernah dengar kalo adjusteed square itu digunakan apabila varibel bebas lebi dari 2. mohon penjelasannya pak. karena dalam skripsi saya menggunakan 5 variabel bebas dan 1 variabel terikat. terimakasih

    BalasHapus
    Balasan
    1. Memang benar ada teori sebagaimana yang mbak sampaikan di atas... cuma yang umum digunakan adalah nilai R Square... karena jika nanti kita ingin mencari berapa % Sumbangan Efektif (SE) dari masing-masing variabel independent maka total Sumbangan Efektif tersebut akan sama dengan nilai R Square dan bukan nilai Adjusred R Square.

      Hapus
  34. Pak mau tanya saya menggunakan 4 variabel bebas dan 1 variabel terikat, hasil penelitian hanya 1 variabel yang berpengaruh , tetapi r2 nya sangat tinggi sebesar 93% , apakah itu normal pak?

    BalasHapus
    Balasan
    1. Wajar-wajar saja sih kalau menurut saya karena jumlah variabel bebas juga lumanyan banyak.. sebelumnya sudah silakukan uji asumsi klasik atau belum?

      Hapus
    2. Sudah saya menggunakan data panel model fixed effect yang terpilih, datanya tidak normal dan data tidak terkena hetero dan tidak terkena multiko

      Hapus
    3. Untuk memberi alasan ke penguji mengenai hasil tersebut seperti apa yaa pak.. Terimakasih banyak

      Hapus
    4. Misal pertanyaannya apa pak?

      Hapus
  35. Assalamualaikum, mau tanya. Variabel independen (X) saya 3 dan variabel dependen (Y) 1. Adjusted R Square saya sebesar 0,275 atau 27,5%, apakah dianggap variabel (X) mampu menjelaskan variance variabel (Y) nya ? Selagi di uji hipotesis yang uji t saya hasilnya hanya 1 variabel X punya pengaruh yang signifikan ? Apakah bisa atau bagaimana ? mohon penjelasannya Pak. Terima Kasih

    BalasHapus
    Balasan
    1. Wa'alaikumsalam. dalam uji F analisis regresi hasilnya signifikan atau tidak dulu mbak? jika signifikan maka variabel X secara simultan berpengaruh terhadap variabel Y

      Hapus
    2. Yang @renanta rizka gunakan itu artinya menggunakan metode enter, artinya ketika variabel ada yg tidak mempengaruhi secara parsial, harus dilakukan uji ulang dengan tidak memasukan variabel yg tidak mempengaruhi. Atau bisa coba gunakan metode stepwise, intinya di sini dilakukan pencarian model terbaik (best subset)

      Hapus
    3. Sip Pak Achmad, terimakasih telah berkenan membantu menjawab pertanyaan kawan-kawan disini

      Hapus
    4. Selamat sore pak, mohon pencerahanya, nilai r square saya sebesar 0,612 artinya 38,8% nya dipengaruhi oleh variabel lain diluar model regresi ini, tetapi dosen meminta untuk mencantumkan variabel apa saja yg termasuk dalam 38,8% tersebut. Mohon petunjuk pak, terimakasih

      Hapus
    5. Contoh sederhana. Misal ada teori mengenai faktor-faktor yang mempengaruhi loyalitas konsumen adalah persepsi harga, kualitas pelayanan, suasana toko, dan kepuasan pelanggan. jika penelitian kita berjudul pengaruh persepsi harga dan kualitas pelayanan terhadap loyalitas konsumen. maka variabel lain yang mempengaruhi variabel loyalitas konsumen diluar model regresi yang kita teliti adalah variabel suasana toko dan kepuasan pelanggan.

      Hapus
  36. Assalamualaikum pak saya mau nanya, saya hanya menggunakan uji T dalam penelitian saya, dan saya meneliti tentang pengaruh X trhadap Y, apakah bisa menggunakan uji determinan sedangkan sya tidak menggunakan uji F ?? Atau bisa saya hanya menggunakan uji T saja, trimaksih

    BalasHapus
    Balasan
    1. Wa'alaikumsalam. hasil uji t ataupun uji F dalam konteks analisis regresi linear sederhana adalah sama. jadi boleh kok pakai angka koefisien determinasi atau RSquare

      Hapus
    2. Terimakasih atas jawabannya, namun jika saya tidak memakai uji determinan dan hanya menggunakan uji t, apakah tidak mempengaruhi penelitian saya ?? Trimakasih

      Hapus
    3. sebaiknya tetap pakai koefisien determinasi untuk menjelaskan konstribusi pengaruh yang diberikan variabel X terhadap variabel Y

      Hapus
  37. Assalamualaikum .. sy mau bertanya pak. Sy menggunakan analisis sem menggunakan lisrel. Terdapat 3 variabel bebas dan 1 variabel terikat. Sy temukan nilai r2nya 1.19 . Itu bagaimana menjelaskan pengaruh simultannya pak ? Apa iya lebih dari 100%

    BalasHapus
  38. assalamuallaikum pak saya ingin bertanya jika nilai adjust r square saya sebesar 0,317 atau 31,7% dengan variabel x3 dan y1

    BalasHapus
  39. bermasalah atau tidak ya pak

    BalasHapus
  40. Pak..saya sedang melakukan penelitian nah variabel independen yang saya gunakan ada 4. Nah yang berpengaruh ada 2 pak. Sedangkan adjusted R squarenya 96%, bagaimana ya pak? Apkah layak model yang saya bangun?

    BalasHapus
    Balasan
    1. layak kok mbak dan wajar saja. sekarang coba hitung sumbangan efektif dan sumbangan relatif yang diberikan masing-masing variabel independent tehadap variabel dependent

      Hapus
  41. Assalammualaikum,mohon bantuannya pak. Dalam penelitian saya, saya menggunakan 1 variabel terikat dan 1 variabel bebas. Nilai r² saya sangat rendah pak yaitu 0,006 atau 0,6%. apakah itu wajar pak? dan apa efeknya jika r² sangat rendah seperti kasus saya.
    Terimakasih pak sebelumnya
    Wassalamualaikum

    BalasHapus
    Balasan
    1. Wa'alaikumsalam. dalam uji t regresi linear sederhana hasilnya menunjukkan ada pengaruh variabel bebas terhadap variabel terikat atau tidak pak? jika hasilnya tidak ada pengaruh maka nilai korefisien determinasi tidak perlu dimaknai atau ditafsirkan

      Hapus
  42. Maaf mau tanya, rumus analisis koefisien determinasi itu apa ya? selain KP = r2 x 100% ? karena kata dosen itu rumusnya sudah diterjemahkan dalam bahasa indonesia, kalo secara internasional rumusnya apa? terimakasih sebelumnya

    BalasHapus
    Balasan
    1. memang benar apa yang anda sampaikan. namun maaf dalam hal ini rumus statistik bisa dipakai nasional maupun internasional secara umum

      Hapus
  43. Mohon maaf pak dalam hasil analisis regresi ganda linier saya mendapatkan konstanta minus sehingga persamaanya seperti ini Y=-2,620+0,529X1+0,337X2 apakah arti dari nilai minus tersebut? Apakah berati tidak ada pengaruh antara x dan y? Mohon bantuanya pak

    BalasHapus
    Balasan
    1. untuk nilai contanta minus tidak perlu dimaknai mbak. langsung fokus pada ada tidaknya pengaruh variabel X1 dan X2 terhadap Y melalui Uji t dan Uji F dalam analisis regresi

      Hapus
  44. Pak saya mau tanya, nilai adj. Rsquare saya 0,213 = 21,3% dengan variabel X terdiri 2 dan Y 1
    Apakah bermasalah ya pak?Terimakasih

    BalasHapus
    Balasan
    1. Kalau saya lebih condong menggunakan nilai R Square dari pada nilai Adjusted R Square. Karena jika kita nanti menjumlah Sumbamngan Efektif variabel X secara parsial maka hasilnya akan sama dengan nilai R Square

      Hapus
  45. Pak mau tanya, perbedaan nilai error (1-R2) dengan R-square (R2) itu sperti apa ya

    BalasHapus
  46. Pak penelitian saya menggunakan 5 variabel bebas dan 1 variabel terikat. Sudah saya uji asumsi klasi sebelumnya dan tidak ada masalah. Uji F jg menyatakan bahwa variabel bebas berpengaruh thd variabel terikat. Namun pada saat uji t hanya 1 variabel yg berpengaruh signifikan dan r2 nya hanya 36%. Apakah itu wajar pak? Terimakasih sebelumnya.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Wajar mbak. uji F itu gabungan ke lima variabel bebas. jadi hasilnya dapat dikatakan berpengaruh secara simultan. sementara secara parsial hanya 1 variabel yang berpengaruh terhadap Y

      Hapus
  47. Selamat siang pak. Saya ingin bertanya apakah boleh melakukan penelitian tanpa menggunakan uji F jika boleh alasannya apa ya pak? Dan juga jika hasil adk r square rendah kenapa penelitian masih bisa dilanjutka? Terimakasih

    BalasHapus
    Balasan
    1. Boleh saja tanpa uji F, intinya sesuai dengan hipotesis yang hendak di uji oleh peneliti. jadi antara peneliti satu dengan peneliti yang lain tidak selalu sama apa yang mau di uji dalam penelitiannya. Namanya juga meneliti, dan jika hasilnya menunjukkan tidak ada pengaruh atau nilai r square rendah ya itulah hasil penelitiannya sebagaimana fakta di lapangan.

      Hapus
  48. Assalamualaikum,pak saya mau tanya
    Penelitian saya ada 4 variabel x dan untuk nilai R 0,398 R square 0,158 dan adjusted R square 0,123
    Yang menjadi nilai r2 saya yang mana pak dan jika nilai r2 saya adalah 0,158 apakah tidak masalah?
    Trimakasih

    BalasHapus
    Balasan
    1. Wa'alaikumsalam. total pengaruh simultan melihat dari nilai r square. tidak masalah kok kalau memang fakta penelitian menunjukkan nilainya 0,158 atau 15,8%

      Hapus
  49. mau nanya apakah dengan 1 variabel bebas dan 1 variabel terikat mesti menggunakan koefisien determinan? atau tidak perlu?
    terimakasih sebelumnya

    BalasHapus
    Balasan
    1. Digunakan atau tidaknya nilai koefisien diterminasi ditentukan oleh sasaran yang hedak dicapai peneliti. jika anda hanya ingin mengetahui apakah variabel X berpengaruh terhadap Y maka nilai koefisien diterminasi tidak perlu ditafsirkan. sementara jika selain mengetahui pengaruh variabel X terhadap Y anda juga ingin melihat berapa % pengaruhnya maka tentunya harus menggunakan nilai koefisien diterminasi untuk melihat sumbangan pengaruh dalam bentuk persen (%) tersebut.

      Hapus
  50. Jika R=0,350 bgaimn cara menentukn dngn nilai koefisien determinasi tingkat 100% menggunakn rumus KD

    BalasHapus
  51. pak mau nanya yang uji durbin watson kalo dw saya 3,218 berarti n=15 k=9 ya pak??

    BalasHapus
  52. assalamualaikum saya mau bertanya, penelitian saya menggunakan data crosssection (daata survei) nah hasil nilai R2 olahan data saya adalah 3,33. apakah nilai R2 tersebut sudah baik atau buruk? terima kasih

    BalasHapus
    Balasan
    1. Wa'alaikumsalam. kalau mamang faktanya demikian, maka tidak apa-apa kok pak, yang penting prinsip dasar memaknai nilai koefisien determinasi adalah uji F regresi linear berganda bernilai signfikan

      Hapus
  53. Pak R Square saya hanya 0.178, interpretasi datanya jadi bagaimana ya pak? Uji F simultan signifikan padahal. Solusinya bagaimana pak?

    BalasHapus
    Balasan
    1. Berarti pengaruh variabel X secara simultan adalah 17,8% pak

      Hapus
    2. kalau R Square saya cuma 26% gimana ya pak padahal data time series. Apa ini bermasalah ? terima kasih

      Hapus
  54. Assalamualaikum Pak Sahid saya mau tanya, saya melakukan penelitian dengan data 5 variabel x dan 1 variabel y. dengan jumlah responden 110 responden pasien. saya uji validitas semua valid pak dan aman-aman saja. tapi pada uji R square itu nilainya 0,269, berarti 26,9%. apakah itu sama saja buruk pak atau bagaimana? sedangkan pada catatan yang bapak tulis untuk data primer cross section nilai 0,2 itu cukup baik? mohon bimbingan dan penjelasannya pak. terima kasih

    BalasHapus
  55. assalamualaikum pak mau tanya,apakah peningkatan nilai R square yang awalanya cuma X1 terhadap Y dan ketika ditambah variabel moderasi hanya bisa di interpretasikan dari kolom R square nya aja atau ada interpretasi kolom lain, terimkasih

    BalasHapus
  56. Assalamu'alaikum ..
    Pak saya mau nanya, kan nilai Uji F saya 26,999 terus nilai koefesien determinasi saya hasilnya 0,535 ..
    Tapi kata dosen saya, kalau hasil determinasi dibawah 0,7 itu berarti lemah pengaruhnya, tapi di hasil uji F saya berpengaruh signifikan ..
    Mohon pencerahannya pak, terimakasih:)

    BalasHapus
  57. Jika nilai adjusted R square nya menunjukkan minus, atau lebih tepatnya -0.005657, apakah penelitian masih valid? Penelitian menggunakan 2 variabel independen dan 1 variabel dependen. Trims.

    BalasHapus
  58. Pak saya mau tanya kenapa nilai r square lebih tinggi dibandingkan dgn adjusted r squarenya ? Terima kasih

    BalasHapus
  59. Assalamualaikum, saya ingin bertanya, variabel X saya ada 3 dan variabel Y saya ada 1 dan memberikan hasil R square = 47,6% apakah hasil tersebut masih bisa diterima dan dikatakan layak? apabila tidak, adakah cara untuk melakukan koreksi agar R Square bisa memberikan pengaruh yang besar? terima kasih

    BalasHapus

Silahkan tinggalkan jejak sobat disini. Sehingga saya tau bahwa artikel di atas bermanfaat. Terimakasih