Cara Uji Independent Sample T-Test dan Interpretasi dengan SPSS

Cara Uji Independent Sample T-Test dan Interpretasi dengan SPSS | Uji independent sample t-test jika diterjemahkan dalam bahasa Indonesia maka berarti uji t sampel tidak berhubungan atau tidak berpasangan (sampel bebas). Perhatikan kata “independen” atau “bebas” maknanya adalah tidak ada hubungan atau keterkaitan antara dua sampel yang akan di analisis menggunakan uji independent sample t-test ini. Dengan demikian maka kita dapat merumuskan sebuah definisi umum bahwa uji independent sample t-test merupakan analisis statistik yang bertujuan untuk membandingkan dua sampel yang tidak saling berpasangan. Sementara jika penelitian anda bertujuan untuk membandingkan dua sampel berpasangan (seperti perbandingan antara nilai pre-test dengan post-test), maka pengujian hipotesis dilakukan dengan uji paired sample t test

Cara Uji Independent Sample T-Test dan Interpretasi dengan SPSS

Asumsi Persyaratan Penggunaan Uji Independent Sample T-Test

Uji independent sample t-test merupakan bagian dari statistik inferensial parametrik (uji beda atau uji perbandingan). Perlu kita pahami bersama bahwa dalam statistik parametrik terdapat syarat-syarat yang harus terpenuhi sebelum kita dapat melakukan pengujian hipotesis (dalam hal ini uji hipotesis menggunakan uji independent sample t-test). Adapun lima asumsi persyaratan penggunaan uji independent sample t-test adalah sebagai berikut.
  1. Kedua sampel tidak saling berpasangan. Jika sampel berpasangan maka uji hipotesis dilakuan dengan menggunakan Uji Paired Sample t Test
  2. Jumlah data untuk untuk masing-masing sampel kurang dari 30 buah. Sementara jika jumlah data lebih dari 30 buah, maka sebaiknya uji hipotesis dilakukan dengan uji z (Singgih Santoso. 2014. "Panduan Lengkap SPSS Versi 20 Edisi Revisi. Jakarta: Elex Media Komputindo. hal.270).
  3. Data yang dipakai dalam uji ini berupa data kuantitatif (angka asli) berskala interval atau rasio.
  4. Data untuk kedua sampel berdistribusi normal. Jika data salah satu sampel atau keduanya tidak berdistribusi normal, maka uji hipotesis perbandingan dilakukan dengan metode statistik non parametrik menggunakan Uji Mann Whitney
  5. Adanya kesamaan varians atau homogen untuk kedua sampel data penelitian (bukan merupakan syarat mutlak). Jika ternyata di dapati varians data untuk kedua sampel tidak homogen, maka uji independent sample t test tetap dapat dilakukan. Akan tetapi pengambilan keputusan di dasarkan pada hasil yang berdapat dalam tabel output SPSS "Equal variances not assumed".

Contoh Kasus Uji Independent Sample T-Test pada Penelitian

Sebagai contoh kita akan melakukan pengujian hipotesis komparatif untuk mengetahui apakah ada berbedaan rata-rata hasil belajar siswa pada kelompok A dengan kelompok B. Misalnya pada kelompok A guru menerapkan metode belajar dengan ceramah sementara kelompok B guru menerapkan metode belajar dengan diskusi. Setelah itu guru membagikan soal yang sama kepada masing-masing siswa yang ada pada kedua kelompok tersebut. Adapun skor hasil belajar masing-masing siswa untuk kelompok A dan kelompok B dapat kita lihat pada gambar tabel di bawah ini.

Cara Uji Independent Sample T-Test dan Interpretasi dengan SPSS

[Download Data Excel-Input SPSS dan lain-lain lengkap]

Keterangan: Data kelompok A dan kelompok B berupa hasil belajar siswa (kuantitatif) dengan sampel tidak berpasangan. Jumlah siswa (n) untuk kelompok A adalah sebanyak 6 orang, sementara untuk kelompok B sebanyak 5 orang. Dengan demikian maka persyaratan penggunaan uji independent sample t test sesuai ketentuan di atas (poin 1 sampai 3) sudah terpenuhi. Sementara persyaratan normalitas dan homogenitas dapat anda simak pada panduan: Cara Uji Normalitas Shapiro-Wilk dengan SPSSCara Melakukan Uji Homogenitas dengan SPSS

Rumusan Hipotesis Penelitian Komparatif

Untuk mengetahui apakah ada berbedaan rata-rata hasil belajar siswa pada kelompok A dengan kelompok B, maka kita perlu membuat sebuah rumusan hipotesis (dugaan) penelitian sebagai berikut.

H0= Tidak ada perbedaan rata-rata hasil belajar siswa antara kelompok A dengan kelompok B.
Ha= Ada perbedaan rata-rata hasil belajar siswa antara kelompok A dengan kelompok B.

Sebelum kita melakukan uji independent sample t test dengan SPSS, maka terlebih dahulu kita harus membuat kode untuk kelompok A dan kelompok B. Hal ini bertujuan agar proses analisis dengan SPSS menjadi lebih mudah. Adapun susunan rekapitulasi hasil belajar siswa setelah pembuatan kode untuk kelompok A dan kelompok B adalah sebagai berikut.

Cara Uji Independent Sample T-Test dan Interpretasi dengan SPSS

Keterangan: hasil belajar untuk kelompok A diberi kode 1, sementara hasil belajar untuk kelompok B diberi kode 2.

Langkah-langkah Cara Uji Independent Sample T-Test dengan SPSS

1. Buka lembar kerja SPSS, lalu klik Variable View, selanjutnya adalah tahap mengisi properti variabel dengan ketentuan sebagai berikut.

Cara Uji Independent Sample T-Test dan Interpretasi dengan SPSS

2. Untuk mengisi properti pada bagian "Values" untuk variabel Kelompok, maka klik kolom None baris kedua hingga muncul kotak dialog "Value Label", kemudian pada kotak Value isikan 1 dan kotak Label isikan Kelompok A, lalu klik Add. Tampak di layar.

Cara Uji Independent Sample T-Test dan Interpretasi dengan SPSS

3. Selanjutnya isi kembali kotak Value dengan 2 dan kotak Label ketikan Kelompok B, lalu klik Add dan Ok. Tampak di layar.

Cara Uji Independent Sample T-Test dan Interpretasi dengan SPSS

4. Jika properti variabel sudah di isi dengan benar, maka pada bagian Variable View akan tampak sebagaimana gambar di bawah ini.

Cara Uji Independent Sample T-Test dan Interpretasi dengan SPSS

5. Langkah berikutnya klik Data View, kemudian untuk variabel Hasil isikan dengan nilai belajar siswa untuk kelompok A kemudian dilanjutkan kelompok B di bawahnya. Selanjutnya untuk variabel Kelompok isikan dengan kode kelompok A diikuti kode kelompok B di bawahnya. Tampak di layar.

Cara Uji Independent Sample T-Test dan Interpretasi dengan SPSS

6. Langkah selanjutnya dari menu SPSS klik Analyze – Compare Means – Independent Sample T Test…

Cara Uji Independent Sample T-Test dan Interpretasi dengan SPSS

7. Muncul kotak dialog "Independent Sample T Test", kemudian masukkan variabel Hasil Belajar [Hasil] ke kotak Test Variable(s), lalu masukkan variabel Kelompok ke kotak Grouping Variable. Tampak di layar.

Cara Uji Independent Sample T-Test dan Interpretasi dengan SPSS

8. Selanjutnya klik Define Groups.. maka muncul kotak dialog "Define Groups", pada kotak Group 1 isikan 1 dan pada kotak Group 2 isikan 2, lalu klik Continue

Cara Uji Independent Sample T-Test dan Interpretasi dengan SPSS

9. Terakhir klik Ok, maka akan muncul output SPSS dengan judul "T-TEST" yang selanjutnya akan kita tafsirkan maknanya.

Dasar Pengambilan Keputusan Uji Independent Sample T Test

Sebelum kita menafsirkan atas hasil output tersebut, maka terlebih dahulu kita harus mengetahui dasar pengambilan keputusan dalam uji independent sample t test sebagai berikut.
  1. Jika nilai Sig. (2-tailed) > 0,05 maka H0 diterima dan Ha ditolak, yang berarti tidak ada perbedaan rata-rata hasil belajar siswa antara kelompok A dengan kelompok B.
  2. Jika nilai Sig. (2-tailed) < 0,05 maka H0 ditolak dan Ha diterima, yang berarti ada perbedaan rata-rata hasil belajar siswa antara kelompok A dengan kelompok B (V. Wiratna Sujarweni, 2014: 99).

Interpretasi Output Uji Independent Sample T-Test SPSS

Tabel Output Pertama "Group Statistics"

Interpretasi Output Uji Independent Sample T-Test SPSS

Berdasarkan tabel output "Group Statistics" di atas diketahui jumlah data hasil belajar untuk kelompok A adalah sebanyak 6 orang siswa, sementara untuk kelompok B adalah sebanyak 5 orang siswa. Nilai rata-rata hasil belajar siswa atau Mean untuk kelompok A adalah sebesar 77,817, sementara untuk kelompok B adalah sebesar 87,240. Dengan demikian secara deskriptif statistik dapat disimpulkan ada perbedaan rata-rata hasil belajar siswa antara kelompok A dengan kelompok B. Selanjutnya untuk membuktikan apakah perbedaan tersebut berarti signifikan (nyata) atau tidak maka kita perlu menafsirkan output "Independent Samples Test" berikut ini.

Tabel Output Kedua "Independent Samples Test"

Interpretasi Output Uji Independent Sample T-Test SPSS

Berdasarkan output di atas diketahui nilai Sig. Levene's Test for Equality of Variances adalah sebesar 0,738 > 0,05 maka dapat diartikan bahwa varians data antara kelompok A dengan kelompok B adalah homogen atau sama (V. Wiratna Sujarweni, 2014: 99). Sehingga penafsiran tabel output Independent Samples Test di atas berpedoman pada nilai yang terdapat dalam tabel "Equal variances assumed".

Berdasarkan tabel output "Independent Samples Test" pada bagian "Equal variances assumed" diketahui nilai Sig. (2-tailed) sebesar 0,039 < 0,05, maka sebagaimana dasar pengambilan keputusan dalam uji independent sample t test dapat disimpulkan bahwa H0 ditolak dan Ha diterima. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa ada perbedaan yang signifikan (nyata) antara rata-rata hasil belajar siswa pada kelompok A dengan kelompok B.

Selanjutnya dari tabel output di atas diketahui nilai "Mean Difference" adalah sebesar -9,4233. Nilai ini menunjukkan selisih antara rata-rata hasil belajar siswa pada kelompok A dengan rata-rata hasil belajar siswa pada kelompok B atau 77,817-87,240 = -9,4233 dan selisih perbedaan tersebut adalah -18,2347 sampai -0,6120 (95% Confidence Interval of the Difference Lower Upper).

Info Tambahan: t hitung bernilai negatif (dalam contoh hasil di atas adalah -2,419) bukan merupakan sebuah kesalahan. Namun, t hitung bernilai negatif ini disebabkan karena nilai rata-rata hasil belajar pada kelompok A (kelompok pertama) lebih rendah dari nilai rata-rata hasil belajar pada kelompok B (kelompok kedua). Maka jika anda menggunakan pengambilan keputusan dalam uji independent sample t test melalui perbandingan antara nilai t hitung dengan t tabel, maka nilai t hitung disini dapat berarti positif yakni 2,419.

Membandingkan t hitung dengan t tabel dalam Uji Independent Sample T-Test

Adapun pengambilan keputusan berdasarkan perbandingan nilai t hitung dengan t tabel dalam uji independent sample t test ini dapat berpedoman pada dasar keputusan berikut ini.
  1. Jika nilai t hitung < t tabel maka H0 diterima dan Ha ditolak, yang berarti tidak ada perbedaan rata-rata hasil belajar siswa antara kelompok A dengan kelompok B.
  2. Jika nilai t hitung > t tabel maka H0 ditolak dan Ha diterima, yang berarti ada perbedaan rata-rata hasil belajar siswa antara kelompok A dengan kelompok B (Jonathan Sarwono. 2015. Rumus-rumus Populer dalam SPSS 22 untuk Riset Skripsi. Yogyakarta: Andi Offset. hal 152).

Diketahui nilai t hitung adalah sebesar 2,419. Selanjutnya kita tinggal mencari nilai t tabel dengan mengacu pada rumus (α/2); (df) sama dengan (0,05/2); (9) sama dengan 0,025; 9. Cari nilai tersebut pada distribusi nilai t tabel statistik. Maka ditemukan nilai t tabel sebesar 2,262. Lihat gambar.

Membandingkan t hitung dengan t tabel dalam Uji Independent Sample T-Test

[Donwload Distribusi Nila t Tabel Lengkap]

Dengan demikian nilai t hitung sebesar 2,419 > t tabel 2,262, maka berdasarkan dasar pengambilan keputusan melalui perbandingan nilai t hitung dengan t tabel, dapat disimpulkan bahwa H0 ditolak dan Ha diterima, yang berarti ada perbedaan rata-rata hasil belajar siswa antara kelompok A dengan kelompok B atau dengan kata lain penerapan metode belajar ceramah dengan metode belajar diskusi oleh guru akan menghasilkan hasil belajar yang berbeda.

Sekian pembahasan kita mengenai cara melakukan uji independent sample t test menggunakan program SPSS disertai dengan penjelasannya. Semoga bermanfaat dan terimakasih. Selanjutnya, pada penelitian two group pretest posttest design biasanya setelah kita melakukan uji ini, langkah berikutnya adalah melakukan uji gain. Adapun pembahasan tentang uji gain score dapat anda simak dalam panduan berikut: Cara Menghitung N-Gain Score Kelas Eksperimen dan Kontrol dengan SPSS

[Search: Cara Uji Independent Sample T-Test dan Interpretasi dengan SPSS | Penjelasan atau Interpretasi Uji Independent Sample T-Test | Ketentuan dalam Uji Independent Sample T-Test | Uji T Dua Sampel Tidak Berpasangan menggunakan SPSS Versi 21 | Cara Membandingkan t hitung dengan t tabel dalam Uji Independent Sample T-Test dengan SPSS] - [Referensi: V. Wiratna Sujarweni. 2014. SPSS untuk Penelitian. Yogyakarta: Pustaka baru Press]
Lihat Juga: VIDEO Uji Independent Sample T-Test dengan SPSS
UPDATE INFO: SELASA, 30 APRIL 2019

205 Responses to "Cara Uji Independent Sample T-Test dan Interpretasi dengan SPSS"

  1. Selamat mencoba.. semoga berhasil

    BalasHapus
  2. Balasan
    1. Sama-sama..senang bisa membatu anda..selamat mencoba..

      Hapus
  3. misalnya nilai satu dan dua itu diganti dengan nama respondennya bs kagak gan???

    BalasHapus
    Balasan
    1. Saya kira kurang tepat jika diganti dengan nama : Prinsipnya nilai 1 dan 2 adalah pengelompokan group mbak

      Hapus
  4. bukannya sebelum membaca t tes di lihat dulu varians keragamannya gan? baru di pilih kolom equal variances assumed atau equal variances not assumed.

    BalasHapus
    Balasan
    1. betul mas.. itu untuk mengetahui apakah ada perbedaan varian atau tidak.. atau lebih dikenal dengan uji homogenitas

      Hapus
  5. Terima kasih, artikel ini membantu saya

    BalasHapus
  6. Terima kasihhh, sangat membantuuuuuuuu!!!!!!!!!!!!!!!!!

    BalasHapus
    Balasan
    1. Senang jika artiel ini dapat membantu..sipp

      Hapus
  7. cara masukin nilainya bagaimna?

    BalasHapus
    Balasan
    1. Kolom pertama untuk nilainya.. kolom kedua untuk group atau kelompoknya mas

      Hapus
  8. cara masukin nilai kelompok B ?

    BalasHapus
    Balasan
    1. Untuk kelompok A diberi kode 1 dan kelompok B diberi kode 2 mas

      Hapus
  9. apakah ini berlaku uji normalitas shapiro wilk independent t test bila sampelnya 54 orang. jadi seharusnya menggunakan uji normalitas dan homogenitas yang mana? terimakasih

    BalasHapus
    Balasan
    1. iya betul.. yang harus mbak gunakan adalah uji normalitas shapiro wilk dan uji homogenitas levene

      Hapus
  10. Thanks udah sharing ya pak.. mau nanya ni pak, kalo hasil uji lavene tes persis di angka signifikansi 0.050 apakah bisa dikatakan H0 uji homogenitas diterima? mohon bantuannya, thanks

    BalasHapus
    Balasan
    1. dalam uji homogenitas bisa pakai uji test untuk mengetahui apakah data homogen atau tidak

      Hapus
  11. alhamdulillah, ketemu yang saya cari.terima kasih banyak artikelnnya sungguh membantu saya :)

    BalasHapus
    Balasan
    1. Sama sama.. semoga bermanfaat. senang bisa membantu dan semoga cepat beres urusannya

      Hapus
  12. Kalau datanya lebih dari 30,untuk mengetahui terdapat perbedaan atau tidak pakai uji apa ya?

    BalasHapus
  13. sebelumnya terimakasih atas penjelasaanya.. tapi saya mau tanya.. untuk syarat2 diatas, jika datanya ada 60 bagaimana ya?

    BalasHapus
    Balasan
    1. dibeberapa contoh ada yang pakai diatas 30 mas.. namun teori pastinya saya belum menemukan

      Hapus
  14. kalau datanya lebih dari 30 selanjutnya pakai uji apa?

    BalasHapus
  15. Kalau untuk uji beda terhadap 3 kelompok itu pakai apa ya mas?

    BalasHapus
    Balasan
    1. karena lebih dari 2 kelompok,, ada baiknya mas menggunakan uji anova

      Hapus
  16. Terimakasih gan bantuannya. sangat sangat membantu.

    BalasHapus
    Balasan
    1. sama mas dwi mahendra.. semoga bermanfaat. terimakasih juga telah mampir

      Hapus
  17. mas, kalau hasil dari uji t test independent menunjukan nilai T hitung lebih kecil dari nilai T tabel dan nilai sig (2-tailed) lebih kecil dari 0,05 itu bagaimana menyimpulkannya??
    terima kasiih.

    BalasHapus
    Balasan
    1. kesimpulannya adalah terdapat perbedaan yang signifikan antara kolompok pertama denga kompok kedua

      Hapus
  18. boleh minta sumber referensi yang ada di artikel ini? artikel ini sangat membantu

    BalasHapus
    Balasan
    1. bukunya singgih santoso cek di Daftar Pustaka atau di toko buku gramedia ada kok mbak

      Hapus
  19. Salam Pak,
    klo Mann Whitney kan pengganti "Independent Sample T Test"
    klo uji One Sample T Test versi non parametriknya apa yaa pak ? terimakasih

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya betul sekali, untuk uji one sample t test maka non parametrinya bisa mengunakan Uji Runs Test of Randomness

      Hapus
  20. Saya ingin bertanya, kalau ingin mengetahui rata-rata yang lebih baik dari kedua kelompok bagaimana ya? Apakah ada uji lanjut?

    BalasHapus
    Balasan
    1. tinggal kita lihat pada nilai mean nya lebih besar yang mana dari kedua kelompok tersebut mbak.

      Hapus
  21. Balasan
    1. Sami sami pak joko susilo.. senang bisa saling membantu

      Hapus
    2. kalo group nya ada 3 gimana mas? pake uji beda yang mana ya?

      Hapus
  22. Assalamualaikum pak, saya selika mahasiswi UPI Bandung. saya ingin bertanya, penelitian saya komparatif menguji terdapat perbedaan dua kelompok dan dalam penelitian saya terdapat 1 variabel saja, dosen pembimbing saya menyaranakan untuk menguji ke lima indikator dari 1 variabel itu. saya menggunakan independent sample t test. setalah saya uji satu persatu, ternyata ada 2 indikator yang tdk terdapat perbedaan, itu haru diuji kembali menggunakan trimming atau tidak usah ya pak? terimakasih. Wassalamualaikum

    BalasHapus
  23. mas itu sampelnya kurang dr 30 harus dibawah 30
    ?

    BalasHapus
    Balasan
    1. menurut beberapa buku idealnya dibawah N = 30 atau dibawahnya

      Hapus
  24. assalamualaikum....kalo H0 : setelah <= sebelum dan H1: setelah > sebelum ... apakah keputusan menerima H1 hanya melihat Sig.<0.05 ? atau bgmana cara pengambilan keputusannya. Terima Kasih

    BalasHapus
    Balasan
    1. wa'alaikumsalam,, H1 diterima jika nilai signifikansi lebih kecil dari 0,05

      Hapus
  25. terima kasih mas, artikelnya sangat jelas dan membantu :)

    BalasHapus
    Balasan
    1. Terimakasih kembali..senang rasanya jika artikel mengenai uji independent sample t test di atas dapat bermanfaat..

      Hapus
  26. pak kalo hasil analisis nya dengan nilai membandingkan t tabel dengan t hitung bisa ga pak ? terimakasih artikelnnya sangat membantu

    BalasHapus
    Balasan
    1. bisa.. selain melihat nilai signifikansi output SPSS.. pengambilan keputusan dalam uji ini dapat dilakukan dengan cara membandingkan nilai t hitung dengan t tabel

      Hapus
  27. maaf pak interupsi, saya sedikit agak ragu. bukankah harus ada uji normalitas data dlu dalam uji T test..? mohon penerangan ny hhee

    BalasHapus
    Balasan
    1. iya memang betul pak harus ada uji normalitas dan homogenitas dulu sebelum melakukan uji independent sample t test, itu penjelasan di dalam artikel sudah ada pak..terimakasih

      Hapus
  28. salam.....bg,,,,saya melakukan penelitian experiment murni yang menggunakan kelas control dan kelas experiment dengan sample masing2 30 orang....analisisnya paired test ato one sample or independent t-test? mohon informasinya

    BalasHapus
  29. mas, kalo untuk mengetahui perbedaan literasi keuangan antara laki laki dan perempuan , pakainya rumus ini atau paried sample test?

    BalasHapus
    Balasan
    1. pakai uji independent sample t test : karena terdiri dari sample yang berbeda atau tidak berpasangan

      Hapus
  30. Maaf pak saya mau bertanya. Untuk melakukan pengujian apakah data yang saya gunakan berdistribusi t atau tidak menggunakan uji apa ya pak ?
    Terimakasih

    BalasHapus
    Balasan
    1. dalam statistik parametrik data harus berdistribusi normal,, termasuk uji independent sample t test ini mbak

      Hapus
  31. kalau datanya lebih dari 30 pakai uji apa ya?

    BalasHapus
  32. Balasan
    1. jika nilai signifikansi 0,000 itu justru yang bagus pak.. hal yang demikian menjukkan adanya perbedaan yang signifikan

      Hapus
  33. terima kasih artikelnya sangat membantu.
    mau tanya kalau nilai H0 diterima, apakah nilai mean masih digunakan atau tidak?

    BalasHapus
    Balasan
    1. boleh digunakan boleh juga tidak mbak.. digunakan juga lebih baik

      Hapus
  34. maaf pak apakah untuk uji t test ini hanya untuk satu variabel x dan satu variabel y?

    BalasHapus
    Balasan
    1. iya pak.. uji ini hanya untuk 2 sample tidak berpasangan

      Hapus
    2. Ass pak,saya ingin menambahkan pertanyaan nya,jadi yang dimasukan ke dalam perhitungan itu variabel x atau y dahulu? Atau bisa bersamaan? Mohon bantuannya mass

      Hapus
    3. Apakah harus variabel dependen atau bisa sekalian dengan independen mass,,

      Hapus
    4. Wss. sendiri sendiri pak..jika secara bersamaan pakai uji one way anova

      Hapus
  35. kalau populasinya lebih dari 2 boleh ga mas?
    Trims

    BalasHapus
  36. Jika data yang saya punya data lebih dari 30 berarti tidak dapat menggunakan uji independent sample t-test? jadi sebaiknya saya menggunakan uji apa ya?

    BalasHapus
  37. mau tanya..untuk uji ini jumlah kelompok A dan kelompok B nya boleh tidak sama?

    BalasHapus
    Balasan
    1. Boleh mbak.. perbedaan jumlah sampel untuk masing-masing kelompok bukan merupakan masalah dalam uji independent sample t test. suapaya lebih jelas mbak bisa simak video Cara Uji Beda Independent Sample t Test dengan SPSS Lengkap

      Hapus
  38. Assalamualaiakum, Pak saya mau tanya. Bagaimana jika hasil tidak normal dan tidak homogen? lalu bagaimana langkah penyelesaiannya?

    BalasHapus
    Balasan
    1. wa'alaikumsalam..jika hasilnya tidak normal dan tidak homogen. maka pakai non parametrik saja mbak.. pakai uji mann-whitney

      Hapus
  39. mas, gman klo nilai sig. (2 tailed) saya bernilai 0.00
    sya bngung. apakah ho diterima atau tdak. mhon untuk dijawab mas. trimkasih sebelum nya.

    BalasHapus
    Balasan
    1. karena nilai signifikansi sebesar 0,000 lebih kecil dari 0,05 maka H0 ditolak mbak

      Hapus
  40. Makasih banyak yaa... ini sangat membantu sekali. Sebelumnya hampir nangis q, krna lom bisa2

    BalasHapus
    Balasan
    1. jangan nangis.. bisa dipelajari kok..tetap semangat ya

      Hapus
  41. Siang Mas. Makasih penjelasannya Mas.
    Pertanyaan saya untuk bagian interpretasinya Mas. Hasil uni t nya kan rata2 beda nya signifikan? Terus knp Mas kalo beda nya signifikan? Bisa kasih contoh ga berdasarkan contoh di atas?

    BalasHapus
    Balasan
    1. hehe, namanyakan juga uji beda kelompok tidak berpasangan pak

      Hapus
  42. assalamualaikum pak, untuk mengubah nilai signifikansi di spss caranya bagaimana pak?
    terima kasih sebelumnya

    BalasHapus
    Balasan
    1. Wss.WR.Wb.. loh kok cara mengubah nilai signifikansinya mbak.. kan kalau tidak sinifikan dalam penelitian itu tidak masalah dan wajar-wajar saja kok.. asal metodenya tepat hasilnya masih bisa dipakai untuk skripsi maupun tesis

      Hapus
  43. kalau data saya ada 117, dan tugas saya mengharuskan untuk menguji dengan independent sample t test. bagaimana ya sarannya ?

    BalasHapus
    Balasan
    1. saya kira boleh-boleh saja mbak..caranya sesuai petunjuk di atas.. atau jika mbak masih kesulitan bisa ikuti cara sesuai Video Panduan uji beda independent sample t test dengan SPSS

      Hapus
  44. pak saya ingin bertanya, saya sedang menyusun skripsi dengan sampel 45 orang. hasil penelitian saya mengatakan bahwa hasilnya tidak signifikan, maka dosen saya menyuruh saya mencari literatur bahwa sampel jenuh tidak perlu menggunakan uji t, apakah itu ada pak?

    BalasHapus
    Balasan
    1. Mohon maaf, saya belum pernah mendengar sebagaimana pendapat dosen mbak.. Maaf ya

      Hapus
  45. Mau tanya pak, untuk uji statistik 2 variabel bebas terhadap 1 variabel terikat, sebaiknya menggunakan uji statistik apa ya?
    Terima kasih

    BalasHapus
    Balasan
    1. Mungin yang mbak maksud pengaruh x1 dan x2 terhadap y. jika memang demikian maka idealnya menggunakan Uji t dan Uji F dalam Analisis Regresi Berganda dengan SPSS Lengkap

      Hapus
  46. Mas mau nanya. Kalau nilai sig (2 tailed) = 0.05 itu gimna??

    BalasHapus
    Balasan
    1. kalau soal signifikansi 0,05 itu yang merumuskan adalah para pakar statistik pak.. kita hanya mengutip dan mengikuti pendapat mereka

      Hapus
  47. jika nilai t hitung -7,865 sedangkan nilai t tabel 2,000 artinya bagaimana mas? mohon penjelasannya

    BalasHapus
    Balasan
    1. kalau dalam uji indepndent sample t test maka nilai t hitung -7,865 maka termasuk terdapat perbedaan antara kelompok A dengan kelompok B pak.. namun arah perbedaannya semakin menurun

      Hapus
  48. Ass pak. Untuk sig yan tanpa 2 tail itu gimana pak

    BalasHapus
    Balasan
    1. itu adalah uji dua sisi atau tingkat kesalahan 5%

      Hapus
  49. pak gimana kalo uji Mann withney juga tidak segnifikan maka gimana itu pak...mohon bantuannya

    BalasHapus
    Balasan
    1. Tidak signifikan tidak masalah kok mbak..berartikan ha ditolak

      Hapus
  50. kl data sig.(2-tailed) 0,000 itu slah cara olah data atau memang betul hasilnya
    minta tolong mas

    BalasHapus
  51. Pak mau nanya..kalau hasil uji t test nya 0,000 bagaimana pak?

    BalasHapus
  52. sangat membantu sekali artikel ini. terima kasih.

    BalasHapus
  53. Jika kelompok yang diuji beda lebih dari 2 kelompok gmna gan?

    BalasHapus
  54. Kalo untuk uji independent t test atau man whitney pake buku yang judulnya apa ya?

    BalasHapus
    Balasan
    1. Pakai bukunya pak singgih santoso pak...lengkap kok isinya, judul bukunya "Panduan lengkap SPSS"

      Hapus
  55. pak, kalau mau melihat nilai t hit. kan ada yg equal variances assumed sama not assumed. itu bedanya apa, dan penggunannya bagaimana pak??

    BalasHapus
    Balasan
    1. jika mengunakan equal variances assumed itu artinya mengasumsikan kedua varians tidak sama pak

      Hapus
  56. Apakah terdapat batas minimun sampel until test uji beda (analisa sebelum Dan sesudah)?
    Terima ksh

    BalasHapus
    Balasan
    1. sampai saat ini saya belum menemukan teori batas minimal untuk independent sample t test pak

      Hapus
  57. mohon maaf pak saya mau bertanya kalau variabel independennya ada dua (x1 dan x2)berpengaruh terhadap variabel dependen y tapi menggunakan jenis penelitian eksperimen dua kelompok. kalau seperti ini teknik analisisnya pakai uji apa ya pak?

    BalasHapus
    Balasan
    1. Maksudnya pengaruh x1 dan x2 terhadap y begitu pak..tampaknya akan lebih cocok pakai regresi linear berganda pak

      Hapus
  58. Mohon maaf bertanya...kalau untuk uji hipotesis satu pihak, cara menentukan nilai signifikansinya bagaimana? Output dr spss hanya yg dua pihak...terima kasih...

    BalasHapus
    Balasan
    1. Maksudnya uji hipotesis satu pihak itu gimana pak??

      Hapus
  59. setelah ketemu terdapat perbedaan, lalu apabila ingin mengetahui kelompok mana yang mempunyai rata-rata nilai lebih tinggi dari kelompok lain bagaimana pak? terima kasih

    BalasHapus
    Balasan
    1. linggal melihat mean pada statistik deskriptif dalam uji independent sample t test pak..lebih tinggi mana nilainya

      Hapus
  60. mas, saya mau tanya, kalo seandainya, kelompok A dengan B itu jumlah sampelnya beda, boleh ga? misalnya kelompok A ada 10 data, sedangkan kelompok B ada 15 data. dilakukan uji T 2 sampel independen. apakah ada pengaruh? atau tetap bisa di analisis walaupun jumlah sampel antara kelompok berbeda?

    BalasHapus
    Balasan
    1. sangat boleh mbak..ini sering terjadi kok..dan sangat boleh

      Hapus
  61. Artikelnya sangat membantu maas. Terimakasiiih 🙏
    Oya maaf ingin sekalian tanya mas, data saya homogen dan terdistribusi normal, lalu saya lanjut ke independent t teat, nah hasil sig 2 tailed independent t test saya 0.862 kok gede banget ya mas? :( berarti kan data itu tidak berbeda signifikan kan mas? Apakah untuk hasil penelitian nilai tersebut wajar-wajar saja mas? Kebetulan ini juga data untuk skripsi..
    Terimakasih sebelumnya mas 🙏

    BalasHapus
    Balasan
    1. Wajar-wajar saja mbak..dan itu sering terjadi kok

      Hapus
  62. mas saya mau bertanya bagaimana mengolah skala likert menggunakan uji t? penelitian saya ini untuk mengetahui perbedaan motivasi 2 kelas dengan jumlah siswa yang berbeda. mohon bantuannya mas terimakasih sebelumnya ..

    BalasHapus
    Balasan
    1. skor total jawaban respoden atau siswa atas pertanyaan-pertanyaan kuisioner adalah data penelitian yang dapat di uji dengan independen sample t test mbak

      Hapus
  63. pak sy mau tanya,penelitian sy tentang perbedaan pendapatan petani A dan petani B, tetapi jumlah sampelnya berbeda. petani A sampelnya 10 orang sedangkan petani B 30 orang. sy telah mencoba cara yg bpk jelaskan diatas tetapi outputnya tidak keluar. apakah tidak bisa dilakukan uji-t ini jika jumlah smpel yg berbeda, atau perlu dilakukan langkah yg lain dahulu sebelum dilakukan uji-t ini.. mohon bantuannya pak, terima kasih sebelumnya

    BalasHapus
    Balasan
    1. Bisa kok pak..sample yang berbeda itu hal wajar dalam uji independent sample t test..coba bapak simak video panduannya biar lebih mudah mempraktekkan cara uji ini..perhatikan pada saat menginput data penelitian di SPSS..karena perlu diberi kode 1 untuk petani A dan kode 2 untuk petani B

      Hapus
  64. pak saya mau tanya. kl hasil t hitungnya < t tabel lalu signifikasinya > 0,05 itu gimana ya maksudnya? terima kasih

    BalasHapus
    Balasan
    1. Berarti tidak ada perbedaan yang signifikan mbak

      Hapus
  65. k saya mw tny.. penelitian saya tentang sebelum dan sesudah.. dengan jumlah sampel berbeda.. nah ini pakai independen t test atau paired t test ya k..?? terimaksih

    BalasHapus
    Balasan
    1. Menggunakan uji independen sample t test mbak

      Hapus
  66. Kak saya masih ragu2 mau pake paired sampel t test atau independen sampel t test, judul penelitian saya perbandingan pengaruh anatara latihan fisik aerobik dan stretching terhadap intensitas nyeri haid pada mahasiswi Sma 1, jadi mereka ada 2 kelompok, kel. A melakukan latihan aerobik, sedangkan kelompok b melakukan streching, tapi jumlah respondennya sama2 60 orang dan dari satu sekolah yg sama, mohon bantuannya...terimakasih.

    BalasHapus
    Balasan
    1. kalau melihat pemaparan mbak..maka lebih tepat jika menggunakan independent sample t test

      Hapus
  67. assalamualaikum pak judul saya"pengaruh senam nifas terhadap eliminasi bowel pertama kali pada ibu nifas normal"pakai independent sample t test apa bisa pak?

    BalasHapus
    Balasan
    1. Wa'alaikumsalam..jika yang mau mbak lihat adalah pengaruh senam nifas terhadap eliminasi bowel pertama kali pada ibu nifas normal. dan jenis samplenya ada dua kolompok maka iya betul pakai uji independen sample t test..

      Tapi kalau cuma 1 sampel dan mbak mau melihat perbedaan eliminasi bowel pertama kali pada ibu nifas normal sebelum dan sesudah adanya senam nifas maka mbak menggunakan uji paired sample t test

      Hapus
  68. Assalamualaikum, pak mau bertanya terkait uji normalitas diatas, yang dimaksud Equal variances assumed dan Equal variances not assumed itu apa, apa kegunaannya sama? terima kasih pak

    BalasHapus
  69. assalamualaikum wr wb. salam kenal pak saya dani mau tanya kebetulan penelitian saya tentang pengaruh pendidikan kesehatan terhadap penatalaksanaan pada korban henti jantung

    nah saya ingin mengetahui sebelum dan sesudahnya di beri pendidikan kesehatan tentang pengetahuan cuman saya di suruh nambahin sikap, prilaku/perlakuan. untuk solusinya gimana pak uji yang cocok yang saya gunakan apakah uji paired t test?......

    mohon maaf pak nanya lagi apakah boleh penelitian saya ini di uji dengan uji wilcoxon?....

    terimakasih pak, saya sangat senang jika bapak menjawad, semoga ilmunya bermanfaat dunia akhirat dan selalu diberi kesehatan dan panjang umur... amin

    wassalam...

    BalasHapus
    Balasan
    1. wa'alaikumsalam wr wb. ukuran sikap dan prilakunya dengan test lagi atau gak?

      Hapus
  70. Assalamu'alaikum...
    Terima kasih banyak Pak, semua tutorialnya sangat bermanfaat.
    Saya mau tanya juga, saya menggunakan uji independent t test ini untuk melihat kemampuan rata - rata awal (pre test) kelas eksperimen dan kelas kontrol. Hasilnya signifikan, berarti kan kemampuan awal kedua kelas berbeda, selanjutnya saya bingung untuk uji hipotesis hasil ulangan (post test) saya harus menggunakan uji apa ya Pak? Mohon bantuannya... Terima kasih

    BalasHapus
    Balasan
    1. Wa'alaikumsalam..Untuk memandingkan uji post test antar kelompok atau goup maka menggunakan Uji Paired Sample T-Test

      Hapus
  71. Assalamualaikum...
    Artikel dan video tutorial2nya sangat bermanfaat Pak. Terima kasih banyak...
    Saya mau tanya, skripsi saya tentang pengaruh metode x terhadap hasil belajar siswa, saya gunakan uji independent t test ini untuk mengetahui kemampuan awal (pre test) siswa, dan hasilnya kemampuan awal kelas kontrol dan kelas eksperimen berbeda (sig two tailed = 0.000). Lalu untuk uji hipotesis (post test) sebaiknya saya gunakan apa ya Pak? Apakah boleh independent t test juga? Mohon bantuannya...

    BalasHapus
  72. Assalamualaikum pak, saya mau tanya. skripsi saya menggunakan independent sample t test. saya menguji beda nilai risiko 2 metode portofolio, tapi ternyata nilai levene testnya kurang dari 0,05 berarti tidak homogen kan datanya? sedangkan data saya normal. jadi lebih baik saya lihat di datanya yg variance not assumednya atau pakai uji mann whitney?

    BalasHapus
    Balasan
    1. Dalam uji independen sample t test data penelitian tidak sejenis atau tidak homogen tetapi normal.. maka solusinya adalah melihat nilai pada equal variance not assumed mbak..bukan melakukan uji mann whitney..uji mann whitney digunakan ketika data tidak normal..semoga terjawab

      Hapus
  73. Pak, kalau data nya berdistribusi normal namun homogenitasnya tidak terpenuhi, bagaimana ya ?

    BalasHapus
    Balasan
    1. Tidak homogen tidak masalah mbak..solusinya dalam pengambilan keputusan melihat pada nilai signifikansi pada "equal variances not assumed" dari output uji independent sample t test

      Hapus
  74. gimana cara baca normalitasny?

    BalasHapus
  75. Hellooo, permisi nnyaa.
    Untuk uji normalitas (shapirowilk) dan uji homogenitas (levene) itu bedanya apa ya? lebih mengarahkan ke?? Misal dalam sebuah penelitian itu cuman di uji shapirowilk itu boleh nggak ya?

    BalasHapus
    Balasan
    1. Hallo,, uji normalitas berujutan untuk mengetahui apakah distribusi data normal atau tidak.. uji homogenitas untuk mengetahui varian homogen / sama atau tidak sama..

      Sebaiknya dilakukan kedua uji tersebut terlebih dahulu sebelum melakukan uji independen sample t test.. karena jika nanti data tidak homogen maka nilai signifikansi yang dipakai adalah pada tabel output equal variances not assumed dalam uji independen sample t test

      Hapus
  76. halloo pak.. saya mau nanya.. dalam penelitian saya jumlah sampel tidak sama, kelompok A 39 sedangkan kelompok B 65. lalu uji normalitasnya normal, namun pada uji homogenitasnya tidak homogen. dan hasil dari independent t test saya pun > 0.05. Apakah penenlitian saya ada yang salah atau gagal pak?

    BalasHapus
    Balasan
    1. Tidak homogen tidak masalah mbak yang penting normal.. nanti lihat nilai signifikansinya pada tabel equal variances not assumed pada output uji independen sample t test.. sig > 0,05 bukanlah sebuah kegagalan dan kesalahan mbak

      Hapus
  77. assalammualaikum pak. saya mau bertanya, bagaimana caranya uji t yang 1 arah atau one tail? mohon pencerahannya pak. terima kasih...

    BalasHapus
  78. Selamat malam pak, mau tanya. Untuk pengambilan keputusan setelah data di uji dan hasilnya homogen dan normal, dilanjut dg uji independen t tes. Yg dilihat utk mengambil keputusan itu yg kolom t Dengan cara dibandingkan dg t tabel, atau kita melihat d bagian sig nya saja pak?? Soalnya setelah saya uji hasil t nya negatif dan nilai sig nya sebesar 0,000 . Mohon bantuannya pak. Terimakasih.

    BalasHapus
    Balasan
    1. dalam SPSS langsung mengacu pada hasil sig tidak masalah mbak.. karena nilai sig 0,000 < 0,05 maka ini artinya ada perbedaan yang signifikan

      Hapus
  79. Assalamualaikum pak. Ijin bertanya, jika saya memiliki 2 kelompok A dan B kemudian dari masing2 kelompok dihitung pre&post testnya lalu uji independent nya seperti apa pak? Apa kita hanya melihat nilai post tesnya saja atau keduanya?
    Terimakasih

    BalasHapus
    Balasan
    1. Wa'alaikumsalam.. untuk uji independen sample t test..dilakukan hanya untuk data post test saja..sebab kita hanya perlu membandingkan data setelah terjadi perlakuan..

      Hapus
  80. Semua syarat terpenuhi, kecuali jumlah data saya lebih dari 30 yaitu 90. Jadinya tidak boleh pakai independent sample t tes ini? Sebaiknya apa ya pa?

    BalasHapus
  81. Selamat malam pak, saya meneliti perbedaan nilai kelas A dan kelas B. Jumlah subjek saya terpaut jauh misalnya A12 B24, seharusnya data tersebut kan tidak homogen jika dilihat dari jumlahnya dan harusnya diliat dari equal variance not assumed kalau data tidak homogen, tetapi pas saya analisis malah nilai F dan signifikansinya itu muncul di equal variance assumed pak bukannya equal variance not assumed (datanya tidak homogen), kira apa saya salah atau gimana ya Pak? Terima kasih Pak

    BalasHapus
    Balasan
    1. Komentar ini sudah saya balas via youtube ya pak..terimakasih

      Hapus
  82. Asalamualaikum om mau tanya ada cara lain tidak bila nilai sig untuk salah satu sampel dibawah 0,05 mohon penjelasnnya om

    BalasHapus
    Balasan
    1. Wa'alaikumsalam..Maaf sebelumnya, yang mas tanyakan pada uji apa? soalnya dalam uji independent sample t test.. signifikansiya seperti output di dalam artikel ini

      Hapus
  83. cukup membantu dalam penyusunan skipsi. wah, terimakasih. sangat bermanfaat artikelnya :)

    BalasHapus
    Balasan
    1. Sama-sama mbak..semoga sukses ya dengan skripsinya

      Hapus
  84. untuk uji normalitas data pretest dan postest kelas eksperimen dan kelas kontrol apakah sama langkah2 awalnya dengan yg uji homogenitas? 🙏
    terimakasih sudah sangat membantu

    BalasHapus
  85. Terima kasih atas bantuannya

    BalasHapus
  86. assalamualaikum wr,wb
    dengan penelitian uji T-tes apa perlu harus menggunakan uji signifikan juga pak ?

    BalasHapus
    Balasan
    1. Wa'alaikumsalam.. uji indpendent sample t test juga sama dengan uji signifikansi pak..melihat apakai nilai Sig lebih besar atau lebih kecil dari 0,05

      Hapus
  87. assalamu'alaikum pak.
    kalau variable bebasnya lebih dr 2 bagaimana pak? misal skripsinya ttg pengaruh x1, x2, x3, dan x4 thd y.
    terimakasih

    BalasHapus
    Balasan
    1. kalau untuk mengetahui pengaruh seperti itu akan tepat jika menggunakan analisis regresi linear berganda

      Hapus
  88. Assalamualaikum pak , mau tanya
    Jika hasilnya terdapat perbedaan yg signifikan , apakah perlu dilanjutkan lagi ujinya ? Jika dilanjutkan pake uji apa ?

    BalasHapus
    Balasan
    1. Wa'alaikumsalam..hasilnya cukup sampai mencari tahu apakah ada perbedaan atau tidak mbak

      Hapus
  89. Saya mau tanya mengenai skripsi saya. Jadi saya pakai desain quasi dan memakai independent samples test, tetapi di sig.2-tailednya 372 berubah sig 000 dan 373 berubah sig 000. Apakah tidak apa jika sig-nya 372 dan 373 tidak sama?

    BalasHapus
    Balasan
    1. jika nilai sig sebesar 0,373 maka nilai ini lebih besar dari 0,05 oleh karena itu kesimpulannya tidak ada perbedaan nilai kelompok A dengan kelompok B.. hal seperti ini tidak masalah mbak

      Hapus
  90. Jika sig.2 tailednya 0.020 berubah menjadi 0.000 dan 0.024 berubah menjadi 0.000 . Kesimpulannya bagaimana ya?
    Terima kasih

    BalasHapus
    Balasan
    1. kenapa bisa berubah dari 0,020 menjadi 0,000 mbak?

      Hapus
  91. Pa mau menagnggu mau tanya:
    1. kalau datanya homogen tapi tidak terdistribusi normal apakah bisa memakai independet t test?
    data saya lebih dari 50 harusnya pakai apa yach pa?

    BalasHapus
    Balasan
    1. Kalau tidak berdistribusi normal maka tidak bisa menggunakan uji independent sample t test.. oleh karena itu solusinya menggunakan Uji Beda Mann Whitney

      Hapus
  92. mas nanyaaa... cara input skala likert untuk paired t test dan independent t test gimana ya? saya nyari2 kebanyakan datanya interval, gak ada yang menggunakan skala likert. Buatin tutorialnya dong mas...

    BalasHapus
    Balasan
    1. secara prinsip sebetulnya sama kok.. cuma kalau data dengan skala likert yang di input di SPSS hanya skor total jawaban responden aja..bukan peritem soalnya

      Hapus
    2. Ada gak mas, teori atau apalah yang membenarkan penggunaan t test untuk data skala likert? secara dia kan data ordinal.

      makasih banget mas sebelumnya

      Hapus
  93. salam pak mau tanya jika n 56 uji homogenitasnya 0.001 utk pretes dan postest n 57 dgn hsl uji homogenitas nya ,245, apa artinya hsl pretes tdk homogen? mohon pencerahannya pak

    BalasHapus
    Balasan
    1. Saran saya uji homogenitasnya di gabung saja antara data pretest dan postest jika memang anda ingin pengetahui perbedaan/perbandingan menggunakan data pretest dan posttest dengan uji independent sample t test

      Hapus
  94. Kalau uji median extention gimana ya pakai SPSS

    BalasHapus
  95. assalamu'alaikum,
    pak mau nnya,
    sampel saya itu 36, terdiri dari 16 pns dan 19 non pns. yg saya uji itu 2 kelompok sampel dari dua variabel independent.
    rumusan masalah nya kyak gini " apakah ada perbedaan disiplin kerja dan motivasi kerja antara pegawai PNS dan Non PNS"
    yg saya ingin tanyakan, apakah saya bisa menggunakan uji beda independent sample t test. kalau bisa mohon penjelasan nya sekaligus teori/referensi buku nya.
    terimakasih

    BalasHapus
    Balasan
    1. Wa'alaikumsalam.. untuk menjawab rumusan masalah di atas maka sudah "benar" anda menggunakan uji independent sample t test.. untuk buku referensi ada di bukunya imam ghozali ada juga di bukunya singgih santoso

      Hapus
  96. Disitu kan katanya jumlah datanya harus sedikit tapi Data saya ada 74, kira-kira bisa gak pak kalau pakai spss? Terimakasih

    BalasHapus
    Balasan
    1. untuk sample besar (>50) maka sebaiknya pakai uji Z sebagai pengganti uji independent sample t test mbak

      Hapus
  97. Salam
    maaf pak saya mau tanya. Data saya tidak homogen. Saya menggunakan rumus T. Apa ada solusi?
    terima kasih

    BalasHapus
    Balasan
    1. Salam.. tidak masalah kok mbak data tidak homogen.. nanti pada output uji independent sample t test melihatnya pada tabel equal variance not assumed

      Hapus
  98. apakah bisa untuk sampel besar dari 30

    BalasHapus
    Balasan
    1. Dalam banyak kasus tetap bisa pakai uji independent sample t test untuk n lebih besar dari 30. cuma kalau secara teori di dalam bukunya singgih santoso untuk sampel > 30 maka sebaiknya menggunakan uji Z

      Hapus
  99. jika sample kurang dari 30 apakah bisa, buat sekarang ada ngga buku yang menentukan n tidak harus 30???

    BalasHapus
    Balasan
    1. ada kok ketentuannya jika n > 30 maka pakai uji Z sebagai pengganti uji independent sample t test. lihat bukunya Singgih Santoso. Panduan SPSS Versi 20 tahun 2014. Hal 270

      Hapus
  100. kalau sig 2 tailed bernilai pas 0,05 termasuk ada perbedaan gak yak pak?

    BalasHapus
  101. Balasan
    1. Sama-sama. senang bisa membantu, semoga sukses dan lancar untuk penelitian anda

      Hapus
  102. Maaf, apa salah ketik ya? Saya jadi gagal paham ini. Tertulis di atas: H0 diterima sehingga ada perbedaan antara dua kelompok. Padahal... H0-nya: Tidak ada perbedaan rata-rata antara siswa kelompok A dan kelompok B. Jadi kalau H0 diterima berarti ga ada perbedaan dong? >.<

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya betul salah ketik, sekarang sudah saya perbaiki. terimakasih atas koreksinya

      Hapus
  103. Pak, itukan rumus nya a/2. Nilai a emg 0.05 berdsrkan nilai signifikansi nya pak?

    BalasHapus

Silahkan tinggalkan jejak sobat disini. Sehingga saya tau bahwa artikel di atas bermanfaat. Terimakasih