Cara Uji Normalitas Shapiro-Wilk dengan SPSS Lengkap

Cara Uji Normalitas Shapiro-Wilk dengan SPSS Lengkap | Uji normalitas bertujuan untuk mengetahui apakah sebuah data penelitian berdistribusi normal atau tidak. Dalam analisis statistik paramertik, data berdistribusi normal adalah suatu keharusan sekaligus merupakan syarat mutlak yang harus terpenuhi. Adapun jika di dapati data tidak berdistribusi normal, maka pengujian hipotesis penelitian dilakukan dengan menggunakan pendekatan analisis statistik non parametrik.

Cara Uji Normalitas Shapiro-Wilk dengan SPSS Lengkap

Salah satu cara untuk mendeteksi kenormalan sebuah data dapat dilakukan dengan teknik shapiro wilk. Uji shapiro wilk pada umumnya dipakai untuk sampel yang jumlahnya kecil (kurang dari 50 data). Sementara, untuk jumlah sampel besar (lebih dari 50 data) maka uji normalitas menggunakan teknik kolmogorov smirnov.

Contoh Kasus Uji Normalitas Shapiro Wilk dalam Penelitian

Dalam contoh kasus kali ini, kita akan menguji kenormalan data hasil belajar siswa pada dua kelompok sampel yang tidak berpasangan. Adapun data hasil belajar siswa untuk kedua kelompok tersebut dapat kita lihat pada tabel di bawah ini.

Cara Uji Normalitas Shapiro-Wilk dengan SPSS Lengkap

Keterangan: anggota kelompok A sebanyak 6 orang siswa, sementara anggota kelompok B sebanyak 5 orang siswa. Karena jumlah masing-masing sampel untuk kelompok A dan kelompok B kurang dari 50 siswa, maka uji normalitas dilakukan dengan menggunakan teknik shapiro wilk.

Selanjutnya, karena jumlah sampel untuk kedua kelompok tersebut berbeda (yakni 6 dan 5), maka sebelum kita melakukan proses penginputan data ke program SPSS, terlebih dahulu kita perlu memodifikasi susunan data tabulasi hasil belajar siswa tersebut sekaligus membuat pengkodean data untuk kelompok A dan kelompok B. Adapun susunan data tabulasi hasil belajar siswa setelah di modifikasi dan ditambah pengkodean untuk masing-masing kelompok adalah sebagai berikut.

Cara Uji Normalitas Shapiro-Wilk dengan SPSS Lengkap

[Download data excel-input output SPSS lengkap]

Keterangan: hasil belajar siswa pada kelompok A diberi kode 1 dan hasil belajar siswa pada kelompok B diberi kode 2.

Cara Melakukan Uji Normalitas Shapiro-Wilk dengan SPSS

1. Buka lembar kerja SPSS, lalu klik Variable View. Pada bagian ini, kita akan mengisi properti variabel dengan ketentuan sebagaimana gambar berikut ini.

Cara Uji Normalitas Shapiro-Wilk dengan SPSS Lengkap

Properti variabel pertama “Hasil Belajar”, maka isikan:
Name tuliskan Hasil
Type pilih Numeric
Width pilih 8
Decimals pilih 1(karena data hasil belajar berupa angka pecahan desimal)
Label ketikan Hasil Belajar
Value pilih None
Missing pilih None
Columns pilih 8
Align pilih Right
Measure pilih Scale
Role pilih Input

Properti variabel kedua “Kelompok”, maka isikan:
Name tuliskan Kelompok
Type pilih Numeric
Width pilih 8
Decimals pilih 0
Label ketikan Kelompok
Klik kolom None pada “Values” hingga muncul kotak dialog “Value Label", pada kotak Value isikan 1 dan pada kotak Label isikan Kelompok A, lalu klik Add. Tampak dilayar.

Cara Uji Normalitas Shapiro-Wilk dengan SPSS Lengkap

Kemudian, isi kembali pada kotak Value dengan angka 2 dan pada kotak Label tuliskan Kelompok B, lalu klik Add. Tampak di layar

Cara Uji Normalitas Shapiro-Wilk dengan SPSS Lengkap

Jika sudah benar selanjutnya klik Ok
Missing pilih None
Columns pilih 8
Align pilih Right
Measure pilih Nominal
Role pilih Input

Jika proses mengisi properti variabel sudah dilakukan dengan benar, maka tampilan Variable View di SPSS akan tampak seperti gambar berikut ini.

Cara Uji Normalitas Shapiro-Wilk dengan SPSS Lengkap

2. Setelah itu, klik Data View, selanjutnya untuk variabel “Hasil” isikan dengan nilai hasil belajar siswa kelompok A lalu di ikuti kelompok B, kemudian untuk variabel “Kelompok” isikan kode kelompok A (1) di ikuti di bawahnya kode kelompok B (2). Tampak di layar.

Cara Uji Normalitas Shapiro-Wilk dengan SPSS Lengkap

3. Selanjutnya, dari menu SPSS, klik Analyze – Descriptive Statistics – Explore…

Cara Uji Normalitas Shapiro-Wilk dengan SPSS Lengkap

4. Maka muncul kotak dialog “Explore” masukkan variabel Hasil Belajar ke kotak Dependent List, lalu masukkan variabel Kelompok ke kotak Factor List, pada bagian "Display" pilih Both, selanjutnya klik Plots…

Cara Uji Normalitas Shapiro-Wilk dengan SPSS Lengkap

5. Maka akan mucul kotak dialog “Explore: Plots”, dari serangkaian pilihan yang ada, berikan tanda centang (v) pada Normality plots with tests, lalu klik Continue. Tampak di layar.

Cara Uji Normalitas Shapiro-Wilk dengan SPSS Lengkap

6. Langkah terakhir klik Ok. Maka akan muncul output SPSS. Untuk uji normalitas menggunakan teknik shapiro wilk kita cukup memperhatikan pada tabel output “Test of Normality”

Interpretasi atau Penjelasan Output Uji Normalitas Shapiro-Wilk SPSS

Sebelum kita membuat suatu kesimpulan apakah data hasil belajar siswa pada kelompok A dan kelompok B tersebut berdistribusi normal atau tidak, maka terlebih dahulu kita perlu mengetahui teori tentang dasar pengambilan keputusan dalam uji normalitas shapiro wilk.

Menurut Singgih Santoso (2014: 191), data dikatakan berdistribusi normal (simetris) dalam uji shapiro wilk jika nilai Sig. lebih besar dari 0,05.

Adapun tabel output uji normalitas shapiro wilk yang terdapat pada tabel “Test of Normality” adalah sebagai berikut.

Interpretasi atau Penjelasan Output Uji Normalitas Shapiro-Wilk SPSS

Berdasarkan tabel output di atas diketahui nilai df (derajad kebebasan) untuk kelompok A adalah 6 dan kelompok B adalah 5. Maka itu artinya jumlah sampel data untuk masing-masing kelompok kurang dari 50. Sehingga penggunaan teknik shapiro wilk untuk mendeteksi kenormalan data dalam penelitian ini bisa dikatakan sudah tepat. Catatan: jika nilai df lebih dari 50, maka pengambilan keputusan normalitas dilakukan berdasarkan hasil yang terdapat pada tabel Kolmogorov-Smirnov.

Kemudian dari output tersebut diketahui nilai Sig. untuk kelompok A sebesar 0,770 dan nilai Sig. untuk kelompok B sebesar 0,807. Karena nilai Sig. untuk kedua kelompok tersebut > 0,05, maka sebagaimana dasar pengambilan keputusan dalam uji normalitas shapiro wilk di atas, dapat disimpulkan bahwa data hasil belajar siswa untuk kelompok A dan kelompok B adalah berdistribusi normal.

Setelah itu, jika kita ingin melakukan pengujian hipotesis untuk mengetahui membandingkan antara hasil belajar siswa pada kelompok A dengan kelompok B menggunakan uji independent sample test, maka teknik ini sudah dapat dilakukan, sebab asumsi normalitas data sudah terpenuhi melalui uji shapiro wilk di atas.

Baca Juga: Cara Melakukan Uji Homogenitas dengan SPSS

Demikian materi panduan cara melakukan uji normalitas shapiro wilk dengan bantuan program SPSS versi 21. Selanjutnya jika sekiranya ada masih kurang jelas terkait langkah-langkah uji shapiro wilk dengan SPSS di atas. Saya juga menyediakan panduan untuk uji ini dalam bentuk video dengan kasus sampel data berpasangan dan tidak berpasangan. Adapun video panduan yang dimaksud dapat anda akses melalui link di bahwa ini. Terimakasih atas perhatiannya, semoga panduan ini dapat membantu kelancaran anda dalam menganalisis data penelitian.
VIDEO Uji Normalitas Shapiro-Wilk dengan SPSS Lengkap
[Search: Cara Uji Normalitas Shapiro-Wilk dengan SPSS Lengkap, Langkah-langkah Melakukan Uji Normalitas Shapiro-Wilk menggunakan SPSS, Teknik Uji Shapiro-Wilk dengan Program SPSS versi 21, Dasar Pengambilan Keputusan dalam Uji Normalitas Shapiro-Wilk, Interpretasi Penjelasan Output Uji Normalitas Shapiro-Wilk dalam SPSS] – [Referensi: Singgih Santoso. 2014. "Panduan Lengkap SPSS Versi 20 Edisi Revisi. Jakarta: Elex Media Komputindo]

UPDATE INFO: SENIN, 29 APRIL 2019

132 Responses to "Cara Uji Normalitas Shapiro-Wilk dengan SPSS Lengkap"

  1. Selamat berkreasi dengan SPSS.. semoga sukses

    BalasHapus
    Balasan
    1. Klo datanya bngak begini, gimna ya mas caranya. Mohon bantuannya terima kasih

      Perlakuan Nilai
      Kontrol Negatif 0
      0
      0
      Konsentrasi 50% 11,25
      11,15
      11,19
      Konsentrasi 75% 17,20
      16
      15,8
      Konsentrasi 100% 20,75
      19,65
      22,04
      Kontrol Positif 22,65
      22,25
      22,8

      Hapus
  2. Trimakasih artikelnya sngat membantuu.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Sama-sama Mbak Shinta.. jangan bosen mampir sini lagi ya

      Hapus
  3. mas apa yg mendasari pemilihan suatu metode pengujian karna data saya berubah2 statusnya dgn metode pengujian yg berbeda, bahkan dengan yg sama, namun dalam membaca hasilnya berbeda tabel,misalnya uji validitas berdasarkan hasil uji metode pearson, jika membaca pada tabel correlation maka hasilnya adalah valid, tapi jika membaca pada tabel item total statistics pada kolom corrected item-total correlation (berdasarkan buku spss untuk penelitian) maka hasilnya ada data yg tidak valid

    jadi bagaimana cara memutuskan metode apa yg kita pakai....

    BalasHapus
    Balasan
    1. Saya juga masih mencari kalau soal itu.. dan sampai saat ini belum ketemu.. yang jelas syarat lolos uji validitas dengan corrected item total correlation lebih ketat dari pada metode pearson.. artinya jika dalam uji validitas dengan corrected item total correlation dinyataka valid.. maka pada metode pearson akan valid juga

      Hapus
  4. Bagaimana jika kelompok a datanya berdistribusi normal, sedangkan kelompok b tidak, nanti kesimpulan hasilnya gimana?

    BalasHapus
    Balasan
    1. ya normal dan tidak normal dunk mbak..hehe

      Hapus
  5. Mas klo data A distribusinya tidak normal dan data B normal, apakah berarti bahwa metode statistik parametik tidak dapat dipakai?

    BalasHapus
    Balasan
    1. JIka tidak normal maka idealnya memakai statisitik non parametrik pak

      Hapus
  6. Ternyata data saya banyak yg tidak normalnya... bakalan dibantai nih ane hiks...

    BalasHapus
    Balasan
    1. tenang pak.. kan bisa pakai non parametrik pak

      Hapus
  7. Mas, sya lihat d web lain untuk uji normalitas semua variabel dimsukkan d dependent list, factor list nya kosong, sdangkan d web mas, factor list diisi, yang ingin saya tnyakan acuan mna yang benar ? terus factor list itu diisi variabel independen (x) ya...? trima kasih

    BalasHapus
    Balasan
    1. Jika dalam normalitas untuk uji beda tidak berpasangan idealnya di factor list tetap di isi pak

      Hapus
  8. mas sebelumnya saya sudah menguji validitas dan reabilitas, kemudian koefisien determinasi, korelasi, dll. kata sebagian dosen untuk D3 ga perlu pake uji normalitas. tapi setelah saya seminar, selanjutnya ada revisi dari salah satu dosen yang menginginkan kalo uji normalitas harus ada. pas saya coba, ternyata hasil sig. 0,00. kalo kaya gitu saya harus ngerubah hasil penelitiannya? thanks before

    BalasHapus
    Balasan
    1. memang sulit juga kalau sudah di sidangkan mbak.. kalau tidak normal coba pakai metode normalitas lainnya mbak seperti kolmogorov..

      Hapus
  9. mas mw tanya nich,
    apakah untu sampel jenuh (seluruh anggota populasi dijadikan sampel penelitian), apakah juga diperlukan uji validitas?

    BalasHapus
    Balasan
    1. Perlu karena validitas itu untuk mengatahui apakah item-item intrumen penelitian itu valid atau tidak.. jadi bukan masalah jumlah samplenya pak..

      Hapus
  10. admin, saya mau tanya. disitu ada dua output kolmogorov sama shapiro. nah yang saya tau kalo shapiro itu untuk yang jumlah subyek nya sedikit. kalo misal di penelitian saya jumlah subyek nya banyak berarti kan pake kolmogorov. pertanyaannya kalo pake kolmogorov itu apa bisa pake cara ini? atau pake cara yang analyze, non param. test, legacy dialog, trus 1 sample KS ? perbedaannya apa ya dari dua cara tersebut?

    BalasHapus
    Balasan
    1. uji nomalitas kolomogroov pertama biasanya uji kasus uji beda parametrik.. namun uji kolmogorov yang kedua untuk korelasi dan regresi

      Hapus
  11. sangat-sangat bermanfaat, sangat-sangat membantu, terima kasih banyak mas :D

    BalasHapus
  12. Min, kalo misalnya tabel shapiro wilksnya ga muncul gmna ya?

    BalasHapus
    Balasan
    1. kok bisa tidak muncul.. coba lagi di cek proses penginputan datanya mbak

      Hapus
  13. Mas maaf saya mau bertanya, analisis regresi itu uji normalitasnya dihitung per variabel x1 thd y, dst atau langsung semua x1 x2 x3 thd y?(ujikolmogorov) lalu untuk variabel dependen bagaimna cara menghitung normalitasnya?

    BalasHapus
    Balasan
    1. kalau begitu pakai yang uji kolmogrov langsung aja mbak.. tidak pakai nilai residual kalau ingin mengetahui normalitas pervariabel

      Hapus
  14. sangat bermanfaat, matur nuwun,...

    BalasHapus
  15. maaf pak sahid, mohon info, kalo mau download software nya apa sudah bisa ? trims hehe

    BalasHapus
    Balasan
    1. maaf tanpaknya belum bisa.. akses ke situs resmi saya mbak ibm.com

      Hapus
  16. sebelumnya terimakasih infonya
    mau tanya mas, data saya parametrik trus coba uji normalitas untuk data parametrik hasilnya distribusi data tidak normal, Namun setelah sy uji coba dengan uji normalitas untuk data non parametrik hasilnya semua data normal
    apakah saya gunakan saja hasil uji normalitas non parametrik?
    mohon penjelasannya mas
    trims

    BalasHapus
    Balasan
    1. Jika tidak normal pada cara di atas.. maka non parametriknya adalah pada analisis data misal dengan uji wilxocon atau mann whitney

      Hapus
  17. Mas, saya mau tanya.
    Ketika sudah entry data & saya ujikan kok malah Sig nya malah di bawah 0.05, terus gimana ngatasi distribusi data yg gak normal? Thx a lot ~

    BalasHapus
    Balasan
    1. Mungkin yang mas maksud jawabannya seperi komentar mbak cicilia widodo

      Hapus
  18. maaf mas mengganggu. saya mau tanya output di shapiro wil saya sudah >0,05 yaitu 1,15. tetapi di signifikan kolmogorofnya hanya 0,025. apakah itu sudah dikatakan normal tidak ya mas? terimakasi jawabannya

    BalasHapus
    Balasan
    1. saya juga sering mengalami yang demikian.. yang jelas dari hasil itu berdasakan olah data menggunakan metode shaporo wil data berdistribusi normal

      Hapus
  19. Saya mau tanya, saya akan melakukan penelitian ttg pengaruh metode gallery walk terhadap minat belajar. Ada kelompok kontrol dan eksperimen. Data yang akan didapat nantinya berasal dari angket minat belajar siswa. Kira-kira uji normalitas dan homogenitas apa ya yg cocok utk penelitian saya? Mohon bantuan jawabannya...

    BalasHapus
    Balasan
    1. untuk uji normalitas mbak bisa menggunakan metode shapiro wilk sedangkan Uji Homogenitas mbak bisa dengan metode Levene

      Hapus
  20. Great info pak, maaf pak mau nanya mengenai buku rujukan penggunaan normalitas shapiro wilk apa ya pak yg paling oke ?

    BalasHapus
    Balasan
    1. coba bapak beli bukunya singgih santoso pak

      Hapus
  21. Mas saya mau tanya, di uji normalitas data saya data pertama terdistribusi normal tapi data satunya tidak..berarti untuk uji selanjutnya saya harus uji dua kali, yang normal dan tidak normal?
    terimakasih..

    BalasHapus
    Balasan
    1. jika normal pakai statistik parametrik namun jika tidak normal pakai non parametrik

      Hapus
    2. Jika datanya berpasangan gimana pak?

      Hapus
    3. Secara umum caranya sama kok mbak untuk data berpasangan.

      Hapus
  22. ass.. pak mw tanya.. kan penelitian tentang nefroprotektif, diperoleh dua data, yaitu data awal dan akhr.. data yang bgus dipke apa pak, apakah data selisih antara data akhir dan data awal atau persentase penurununan pak??

    BalasHapus
  23. Mas sahid, data responden saya 400-an lebih, sudah coba make k-s 1 sample dengan unstandardized residual maupun dengan variabelnya langsung, kok ga pernah sig nya lebih dari 0,05 ya? udah coba transform data, udah coba MSI tetap saja hasilnya 0,000 tidak pernah diatas 0,05 signya

    mohon pencerahannya mas sahid

    BalasHapus
    Balasan
    1. coba lakukan outlier terhadap data yang ekstrim

      Hapus
  24. kalo kelompoknya lebih dari 2, misal A, B, C, D. dan tidak berdistribusi normal apakah tetap menggunakan uji non parametrik?

    BalasHapus
    Balasan
    1. iya jika tidak normal pakai non paramertik pak

      Hapus
  25. Mas mau tanya, kalau untuk menguji normalitas pada pre-experimental design bagaimana ya?

    BalasHapus
    Balasan
    1. kedua variabel dimasukkan ke dependent lis pak

      Hapus
  26. Balasan
    1. Password apa maksudnya mbak nurul yuyung..??

      Hapus
  27. Mas, setelah saya lakukan uji normalitas kelompok A ga normal sementara kelompok B normal, nah untuk uji hipotesis bisa ga nanti saya pakai uji non parametrik buat kelompok A dan uji parametrik untuk kelompok B?

    BalasHapus
    Balasan
    1. jika salam satu tidak normal.. supaya aman pakai non parametrik saja mbak

      Hapus
  28. terimakasih....... :) artikelnya sangat membantu.....

    BalasHapus
    Balasan
    1. sama sama..semoga panduan uji normalitas di atas dapat bermanfaat

      Hapus
  29. terima kasih infonya mas

    mw tanya ne mas
    di situkan ada 2 nilainya kelompok A dan B

    trus untuk masukkan nilainya semua d gabung gitu ya mas ?

    tapi pas nilainya saya masukkan kenapa ga muncul ya mas kelompok 1 atau 2 nya

    terima kasih mas

    BalasHapus
  30. Mas,mau tanya kalau data saya nominal-ordinal apakah perlu uji normalitas?

    BalasHapus
  31. min ko kaga bisa nilai sig nya ,00

    BalasHapus
    Balasan
    1. jika nilai sig. lebih kecil dari 0,05, maka menunjukkan hasi yang tidak normal, jika tidak normal sebaiknya menggunakan non parametrik

      Hapus
  32. kak, saya mau tanya.. untuk riset komparasi dengan topik perbedaan sikap konsumen remaja dan dewasa terhadap iklan sms, teknik analisis datanya apakah menggunakan independent t test? terima kasih

    BalasHapus
  33. Dari hasil kuesioner data saya skala interval bukan ratio. Misal: 1-3
    4-6
    7-9
    10-13. Cara untuk masukan ke spss nya bagaimana ya?

    BalasHapus
  34. pak saya mau tanya, kedua variabel penelitian saya menggunakan skala ordinal... jumlah sampel kurang lebih 100..untuk uji normalitas dan korelasi sebaiknya menggunakan apa?mohon solusinya pak

    BalasHapus
    Balasan
    1. tergantung tujuannya untuk analisis apa pak.. kerena banyak metode untuk uji normalitas

      Hapus
  35. bos ane mau nanya klw buat uji normalitas, sementara ane punya 2 variabel dependent sedangkan cuman punya 1 variabel dependent

    BalasHapus
    Balasan
    1. yang perlu mas lakukan adalah memberikan kode untuk masing-masing variabelnya sebagaimana cara di atas

      Hapus
    2. ya klw datanya hampir sama bos kayak di atas, yang jadi permasalahnya, jumlah ke 3 data sama banyaknya

      Hapus
  36. apakah data ordinal bisa diujikan normalitasnya dengan shapiro wilk?

    BalasHapus
  37. permisi pak, saya mau tanya pneltian saya kn komparatif membandingkan ssdh dan sblm, saya uda uji normalitas ttpi ada variabel yg tdk normal itu saya hrs bagaimana ?

    BalasHapus
    Balasan
    1. Gunakan statistik non parametrik saja jika data tidak normal

      Hapus
  38. assalamualaikum, pak sahid, saya ingin bertanya untuk uji normalitas, saya menggunakan pre eksperimen (hanya kelompok eskperiman), brarti kan hanya ada data pre test dan post test han, brarti saya membandingkan uji normalitas menggunakan data pre test dan post test atau bagaimana ? lalu saya menggunakan rumus kolmogorov atau shapiro ? tolong jawabannya pak, terimakasi

    BalasHapus
    Balasan
    1. wa'alaikumsalam, pakai uji normalitas shapiro-wilk seperti cara di atas mbak

      Hapus
  39. Bos, tanya dong, kalau uji normalitas kan ada tabel komlgorov dan shapiro, bedanya apa ya?, kalau baca-baca katanya shapiro buat sample yang kecil, betul gak ya?, kalau memang iya, maksudnya kenapa shapiro lebih cocok untuk sample kecil ya?

    BalasHapus
    Balasan
    1. Kalau itu sudah masuk kepada pembahasan teoritis mas.. itu yang membuat rumus adalah para pakar-pakar statistik.. kita tinggal ikut pendapat mereka

      Hapus
  40. Tabel yg statistics di saphiro wilk itu menunjukkan apanya ya?

    BalasHapus
    Balasan
    1. Pada bagian statistics shapiro wilk adalah nilai hitung Shapiro Wilk yang bisa digunakan untuk perbandingan dengan nilai tabel mbak elisa

      Hapus
  41. kalau datanya berpasangan caranya gimana ya? apakah sama saja
    untuk menguji nilai pretest dan postest

    BalasHapus
    Balasan
    1. Kalau datanya berpasangan maka langsung dimasukkan saja pada waktu uji normalitas.. tanpa harus memberikan kode 1 atau 2,,seperti data tidak berpasangan

      Hapus
  42. mas, saya mau nanyak, kalo saya punya 2 kelompok yang punya data sebelum dan sesudah perlakuan gimana mas uji normalitasnya. keduanya dinilai atau yg sebelum aja uji normalitasnya dilakuin? buruan ya mas, saya galau nih, makasi mas...

    BalasHapus
    Balasan
    1. langsung di uji saja mbak..karena ini sampe berpasangan atau terikat

      Hapus
  43. Mas, apa bedanya signifikan antara yg ada di kolmogorof dan shapiro?

    BalasHapus
    Balasan
    1. Tergantung penggunaan saja sih mbak sebetulnya

      Hapus
  44. Pak saya mau tanya, apa bedanya ya uji normalitas kolmogorov sama shapiro wilk?

    BalasHapus
  45. Kalo pretest postest boleh gunakaan ini gak gan?

    BalasHapus
  46. Jika hasil dari rumus 0.05 itu dinyatakan d tolak apa d terima??

    BalasHapus
  47. Mas saya mau tanya, saya menggunakan data sebelum dan sesudah, data yg sebelum itu normal dan yang sesudah tidak normal, nah pada saat uji hipotesis baiknya saya menggunakan t-test atau wilcoson pak?,, tolong pak ni udah galau berat nii

    BalasHapus
    Balasan
    1. saya kira lebih amannya pakai non parametrik wilcoxon saja pak

      Hapus
  48. pak mau tanya kalau saya ganti uji normalitas pakai non parametrik apa uji anova, uji t-test, regresi apa harus diganti jadi non parametrik juga ? trims

    BalasHapus
  49. mas kan disana pake 2 kelompok yaitu kelompok a dan b. klo misal data yang ada diambil melalui 1 kelompok saja (hasil pretes postes) apakah bisa dilakukan uji normalitas?

    BalasHapus
    Balasan
    1. Bisa pak..saya kira begitu juga boleh kok pak

      Hapus
  50. pak, saya kan pre eksperimental one group pretest posttest dengan 2 sampel, setelah di uji normalkan, biasanya dalam tabel normalitas ada kolmogorov dan shapiro, tapi saya cuma muncul kolmogorov, itupun kolom signifikansinya kosong bukan ,00 tapi kosong, itu kenapa ya pak?

    BalasHapus
    Balasan
    1. Belum pernah mengalami kasus seperti yang mbak alami..coba mbak coba-coba dulu uji dengan data di blog ini jika hasilnya sama maka mbak sudah tepat cara melakukan uji normalitas shapiro wilk..biasanya masalah mbak ini soal teknis penginputan data saja

      Hapus
  51. Pak maaf saya mau bertanya...

    Untuk sampel saya ada 56
    Sedangkan saya disuruh untuk uji normalitas..

    Uji normalitas menggunakan cara apa ya yg tepat??

    Soalnya saya sudah uji normalitas tp data tidak berdistribusi normal??

    BalasHapus
    Balasan
    1. Kalau untuk menentukan uji normalitas apa yang tepat..maka saya perlu tahu hipotesis penelitiannya seperti apa mbak? kemudian analisis data untuk menguji hipotesisnya mbak menggunakan metode apa?

      Hapus
  52. halo kak saya mau bertanya, apa perbedaan antara uji normalitas kolmogorov smirnov dengan klik ekplore dengaan kolmogorov one sample ks? Kemudian ketika data saya ujikan dengan kolmogor smirnov dengn menu eksplore nilai signifikan saya hanya berupa tanda titik saja, sedangkan nilai shapirowilknya semua data berdistribusi normal. Apakah maksud titik tersebut kak? apa artinya data saya tidak berdistribusi normal? mohon pencerahannya kak

    BalasHapus
  53. Maaf pak, mau nnya. penelitian sya tentang studi kmparatif sy mngunkn rumus slovin, jmlah smpel Kel A sbnyk 100 kel B 47 kmudian sya pkai cara yg di atas cara untk mguji normalits, kemudian hsilnya mnjdi sig.001 dngn 261, apakh it normal? Trimhksh byk pak.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Kalau salah satu tidak normal..maka akan lebih aman jika menggunakan statistik non parametrik dengan uji Mann Whitney mbak

      Hapus
  54. Nilai sig di smirnov kolmogorov tidak terlihat, tetapi di shapiro wilk terlihat. Apakah bisa dipakai. Spss 2.0

    BalasHapus
    Balasan
    1. Kalau gitu pakai shapiro wilk aja pak..apa sampelnya sedikit?

      Hapus
  55. min, kalo nilai sig. yg keluar 0.05, berarti termasuk normal atau tidak?

    BalasHapus
  56. Selamat siang. Pak saya mau tanya. Data saya kan ada kelompok kontrol dan eksperimen.dengan populasi yg sama. Nanti kalo mau uji normalitasnya gmn pak ? Saya menggunakan prepost test. Terima kasih

    BalasHapus
    Balasan
    1. untuk uji normalitasnya gunakan semua data pak baik kelas kontrol maupun kelas eksperimen

      Hapus
  57. Selamat malam, saya ingin bertanya mengenai uji normalitas untuk jenis data nominal menggunakan apa ya? Dan referensi teori yang dapat memperkuat argumen tsb apa ya?

    BalasHapus
  58. Terimakasih banyak sangat brmanfaat , trus panduannnya lengkap banget

    BalasHapus
  59. Terima kasih pak sangat membantu. kalau signifikansinya lebih dari 0.05 artinyakan normal ya pak, kalau nilai sig. sama dengan 0.05 gimana ya pak? saya menggunakan data yang telah di transformasi agar datanya homogen pak, tetapi nilai sig. uji normalitas shapiro wilk selalu sama dengan 0.05 sedangkan uji normalitas Kolmogorov sudah normal(2.00). mohon pencerahannya pak~

    BalasHapus
    Balasan
    1. Jika nilai sig sama persis di angka 0,05 maka sebaiknya pakai perbandingan nilai Z hitung dengan Z tabel..

      Hapus
  60. Bpa,mau bertanya knpa ya untuk kolom shapiro wilk punya saya tidak muncul. Bagaimana cara mengatasinya

    BalasHapus
    Balasan
    1. apakah ada yang aneh dengan data yang di input ke SPSS?

      Hapus
  61. Bapak saya ingin bertanya. setiap variabel X dan Y kan memiliki indikator. kebetulan variabel Y saya memiliki 3 indikator, bagaimana cara melakukan uji normalitasnya pak? apakah menggunakan nilai rata2 dari indikator atau di uji satu2 ke Y1.1 ; Y1.2 ; dan Y1.3?

    BalasHapus
    Balasan
    1. Cukup di uji dari nilai rata-rata atau skor total (gabungan indikator) untuk variabel X dan variabel Y

      Hapus
  62. Sangat membantu yg mau belajar pemula seperti saya

    BalasHapus
    Balasan
    1. sama-sama, senang bisa membantu. semoga sukses dan lancar untuk penelitian anda

      Hapus
  63. Maaf mau tanya, kalau uji normalitas 2 kelompok dan ada nilai pretest postest nya gimana cara input nya ya ?
    Terimakasih

    BalasHapus
    Balasan
    1. Caranya sama seperti cara pada panduan ini. dalam praktek analisis untuk penelitian anda, maka anggap kelompok A sebagai pretest dan kelompok B sebagai posttest. silahkan lanjut

      Hapus
  64. mau tanya, sebelumnnya pada bagian awal dijelaskan kalau jumlah sampel lebih dari 50 subjek menggunakan uji normalitas kolmogorov smirnov itu sumbernya dari mana ya?

    Berdasarkan acuan Buku atau Jurnal? Kalau boleh tolong di bagikan terkait acuan atau sumbernya.
    Terima kasih

    BalasHapus
  65. Pak, saya mau tanya.
    Cara uji Normalitas jika ada variabel moderasi nya bagaimana ya pak? Jadi variabel independen ada 1, lalu variabel dependen ada 3, dan ada 1 variabel moderasinya.
    Terima kasih.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Bukan dengan cara ini mbak. ini panduan uji normalitasnya nanti variabel moderasi berperan sebagai variabel independent

      Hapus

Silahkan tinggalkan jejak sobat disini. Sehingga saya tau bahwa artikel di atas bermanfaat. Terimakasih