Cara Uji Paired Sample T-Test dan Interpretasi dengan SPSS

Cara Uji Paired Sample T-Test dan Interpretasi dengan SPSS | Selamat pagi, berjumpa lagi dengan saya Sahid Raharjo admin blog www.spssindonesia.com. Pada kesempatan kali ini, saya akan membagikan tips cara melakukan uji paired sample t test menggunakan aplikasi SPSS.

Paired sample t test digunakan untuk mengetahui apakah terdapat perbedaan rata-rata dua sampel (dua kelompok) yang berpasangan atau berhubungan. Uji paired sample t test merupakan bagian dari statistik parametrik, oleh karena itu, sebagaimana aturan dalam statistik parametrik data penelitian haruslah berdistribusi normal. Untuk mengetahui data yang akan kita uji paired sample t test tersebut normal atau tidak, tentunya kita perlu melakukan uji normalitas terlebih dahulu. [Catatan: jika data penelitian tidak normal maka aternatif uji yang bisa dilakukan sebagai pengganti paired sample t test adalah Uji Wilcoxon]. Sedangkan untuk varian data boleh homogen atau tidak, hal itu bukanlah merupakan permasalahan dalam uji paired sample t test ini.

Agar sobat lebih paham tentang apa yang saya maksud dengan sampel berpasangan di sini, ada baiknya sobat perhatikan contoh soal yang akan saya paparkan berikut.

Contoh Soal Uji Paired Sample T-Test

Seorang guru ingin mengetahui apakah ada pengaruh penggunaan strategi pembelajaran Answer Gallery terhadap hasil belajar untuk mata pelajaran bahasa jawa pada siswa kelas 5 SD? Selanjutnya, untuk mengetahui ada atau tidaknya pengaruh tersebut, guru melakukan dua kali test dengan tujuan untuk mengetahui hasil belajar siswa. Tes pertama dilakukan sebelum strategi pembelajaran answer gallery diterapkan, tes yang dilakukan sebelum adanya perlakuan umumnya disebut dengan Pre Test. Tes kedua dilakukan setelah strategi pembelajaran answer gallery ditertapkan di kelas tersebut, tes ini disebut dengan Post Test.

Dengan melakukan dua kali tes, guru mempunyai dua hasil belajar siswa yakni pre test dan post test (inilah yang disebut dengan sampel berpasangan). Untuk rincian hasil belajar siswa kelas 5 SD yang sudah terkumpul perhatikan gambar di bawah ini.

Cara Uji Paired Sample T-Test dan Interpretasi dengan SPSS

Langkah-langkah Uji Paired Sample T-Test dengan SPSS

1. Buka lembar kerja SPSS, dalam artikel ini saya menggunakan Aplikasi SPSS versi 21. Klik Variable View, pada bagian Name ketikan Pretest dan Posttest, untuk kolom yang lainnya biarkan otomatis SPSS saja (mode default) tidak perlu ubah ubah

Cara Uji Paired Sample T-Test dan Interpretasi dengan SPSS

2. Kalau sudah, selanjutnya klik Data View atau cara pintasnya sobat dapat menekan tombol CTRL-T pada keyboard laptop sobat. Masuk ke tahap pengisian data, yakni dengan cara memasukkan hasil belajar siswa yang sudah terkumpul ke kolom Pretest dan Posttest

Cara Uji Paired Sample T-Test dan Interpretasi dengan SPSS

3. Selanjutnya, dari menu bar yang terdapat pada SPSS klik Menu Analyze, lalu pilih Compare Means, kemudian klik Paired-Sample T Test…

Cara Uji Paired Sample T-Test dan Interpretasi dengan SPSS

4. Setelah langkah tersebut dilakukan betul, di laptop sobat akan muncul kotak dialog dengan nama Paired-Sample T Test. Karena disini kita akan menguji data Pretest dan Posttest, maka klik mouse pada data Pretest kemudian klik tombol yang tersedia untuk memasukkan data Pretest ke kotak sebelah kanan (Paired Variables:), setelah data Pretest masuk, lakukan cara yang sama pada data Posttest. Lihat gambar di bawah ini agar lebih jelas

Gambar sebelum data Pretest dan Posttest dimasukkan ke kotak Paired Variables:

Cara Uji Paired Sample T-Test dan Interpretasi dengan SPSS

Gambar sesudah data Pretest dan Posttest dimasukkan ke kotak Paired Variables:

Cara Uji Paired Sample T-Test dan Interpretasi dengan SPSS

5. Setelah semua prosedur cara melakukan uji paired sample t test dengan SPSS sudah dilakukan dengan cermat, langkah terakhir adalah klik Ok. Maka akan muncul output SPSS (hasil uji paired sample t test) sebagai berikut

Cara Uji Paired Sample T-Test dan Interpretasi dengan SPSS

Cara Uji Paired Sample T-Test dan Interpretasi dengan SPSS

Cara Uji Paired Sample T-Test dan Interpretasi dengan SPSS

Interpretasi Uji Paired Sample T-Test

Interpretasi Ouput Bagian Pertama (Paired Samples Statistics)
Pada output ini kita diperlihatkan hasil ringkasan statistik dari kedua sampel atau data Pretest dan Posttest. Untuk nilai Pretest diperoleh rata-rata hasil belajar yakni 54,6154. Sedangkan untuk nilai Posttest diperolah nilai rata-rata hasil belajar sebesar 67,6923. Jumlah responden atau siswa yang dijadikan sampel sebanyak 13 orang siswa. Untuk Std. Deviation dan Std. Error Mean silahkan dicari tahu sendiri ya artinya”, takutnya nanti artikel ini jadi terlalu panjang. he he 2x

Interpretasi Ouput Bagian Kedua (Paired Samples Correlations)
Bagian kedua output adalah hasil korelasi atau hubungan antara kedua data atau variabel yakni pretest dan posttest.

Interpretasi Ouput Bagian Ketiga (Paired Samples Test)

Output bagian ketiga ini adalah output yang terpenting, karena pada bagian ketiga inilah kita akan menemukan jawaban atas apa yang menjadi petanyaan atau contoh kasus di atas, yakni mengenai ada atau tidaknya pengaruh penggunaan strategi pembelajaran answer gallery terhadap hasil belajar untuk mata pelajaran bahasa jawa pada siswa kelas 5 SD?

Pedoman Pengambilan Keputusan dalam Uji Paired Sample T-Test berdasarkan nilai signifikansi dengan SPSS
  1. Jika nilai probabilitas atau Sig. (2-tailed) < 0,05, maka terdapat perbedaan yang signifikan antara hasil belajar pada data pretest dan posttest yang artinya terdapat pengaruh penggunaan strategi pembelajaran answer gallery dalam meningkatkan hasil belajar untuk mata pelajaran bahasa jawa pada siswa kelas 5 SD.
  2. Sebaliknya, jika nilai probabilitas atau Sig. (2-tailed) > 0,05, maka TIDAK terdapat perbedaan yang signifikan antara hasil belajar pada data pretest dan posttest yang artinya TIDAK ada pengaruh penggunaan strategi pembelajaran answer gallery dalam meningkatkan hasil belajar untuk mata pelajaran bahasa jawa pada siswa kelas 5 SD.

Pengambilan Keputusan: Berdasarkan output bagian ketiga di atas, diketahui bahwa nilai Sig. (2-tailed) sebesar 0,002 < 0,05, karena nilai Sig. (2-tailed) sebesar 0,002 lebih kecil 0,05 maka kita dapat disimpulkan bahwa penggunaan strategi pembelajaran Answer Gallery dapat menigkatkan hasil belajar untuk mata pelajaran bahasa jawa pada siswa kelas 5 SD.

Baca juga artikel menarik mengenai : Cara Uji Independent Sample T-Test

Sekian sedikit tips yang bisa saya sampaikan mengenai Cara Uji Paired Sample T-Test dan Interpretasi dengan SPSS, semoga bermanfaat, selamat mencoba..eh semoga berhasil sukses :D

[Search : Cara Uji Paired Sample T-Test dan Interpretasi dengan SPSS mudah, Prosedur Langkah-langkah Uji Paired Sample T-Test dengan SPSS Versi 21, Pedoman Pengambilan Keputusan dalam Uji Paired Sample T-Test menggunakan Aplikasi SPSS]
Lihat Juga: VIDEO Cara Uji Paired Sample T-Test dengan SPSS Lengkap

8 Responses to "Cara Uji Paired Sample T-Test dan Interpretasi dengan SPSS"

  1. Permisi Saudaraku, saya mau menanyakan ketika hasil nilai saya pada Sig. (2-tailed) sebesar .000 itu kenapa ya? padahal saya sudah memasukkan data pretest+posttest saya dan sudah mengikuti langkah2 tersebut

    Mohon pencerahannya, trims

    BalasHapus
    Balasan
    1. nilai sigifikansi 0,000 itu justu baik pak..karena lebih kecil dari 0,05.. sehingga dapat disimpulkan bahwa terdapat berbedaan antara prestes dan postest pak

      Hapus
  2. Mas, sya mau tanya. Sya mempunyai judul skripsi pengaruh penerapan e-filing terhadap kepatuhan wajib pajak. Sya mau menggunakan paired sample t test. Dta sya dri tahun 2013 sebelum dan 2015 dan 2016 setelah. Kata dospem sya sya harus membandingkan data 2013vs2015 dan 2013vs2016. Jdi kira2 menurut mas analisis apa yg harus sya gunakan? Data sya berjumlah 11 masing2 tahun. Apa itu jga prlu d lakukan uji normalitas dan homogenitas atau paired sample t test saja. Terima kasih

    BalasHapus
  3. Assalamu alaikum pak, sya mempunyai judul skripsi pengaruh penerapan efiling trhadap kepatuhan. Kata dosen sya, sya haru menggunakan uji beda. Tpi data sebelum sya hanya tahun 2013, dan efiling d lakukan 2014. Dan data sesudah sya 2015-2016. Kata dosen sya sya harus membandingkan 2013-2015, dan 2013-2016. Apakah itu sdah betul? Dan data sya berjumlah 11 masing2 tahun. Lalu apakah sya harus menggunakan uji normalitas dan homogenitas. Teknik pengambilan data sya observasi. Terima kasih

    BalasHapus
  4. Mas kalau hasil t hitung negatif pada uji paired sample tes sedangkan sig 2tailed nya 0.000, cara bacanya gimana?

    BalasHapus
    Balasan
    1. jika nilai sig 2-tailed sebesar 0,000 maka lebih kecil dari 0,05, sehingga dapat dikatakan bahwa terdapat perbedaan antara variabel sebelum dengan variabel sesudah

      Hapus
    2. jadi kira2 Hipotesisnya ditolak atau diterima pak?

      Hapus
    3. Hipotesis dalam artian Ha diterima mbak Riske

      Hapus

Silahkan tinggalkan jejak sobat disini. Sehingga saya tau bahwa artikel di atas bermanfaat. Terimakasih