Cara Uji Normalitas Shapiro-Wilk dengan SPSS Lengkap

Cara Uji Normalitas Shapiro-Wilk dengan SPSS Lengkap | Uji Normalitas bertujuan untuk mengetahui apakah data penelitian berdistribusi normal atau tidak. Sebab, dalam statistik Paramertik distribusi data yang normal adalah suatu keharusan dan merupakan syarat yang mutlak yang harus terpenuhi. Uji Normalitas data dapat dilakukan dengan beberapa uji statistik, seperti:
  1. Uji Shapiro-Wilk
  2. Uji Kolmogorov-Smirnov
  3. Uji Liliefors
  4. Uji Skweness dan Kurtosis

Dalam artikel tutorial kali ini, saya akan menjelasakan bagaimana Cara Uji Normalitas Shapiro-Wilk dengan SPSS. Untuk melakukan Uji Shapiro-Wilk kita dapat memanfaatkan fasilitas menu Explore yang terdapat dalam SPSS.

Dasar Pengambilan Keputusan dalam Uji Normalitas Shapiro-Wilk
  1. Jika nilai Sig. > 0,05, maka data berdistribusi normal
  2. Jika nilai Sig. < 0,05, maka data tidak berdistribusi normal

Contoh Kasus dalam Uji Normalitas Shapiro-Wilk

Saya mempunyai data Prestasi belajar siswa untuk dua kelompok yang tidak berpasangan, sebelum saya melakukan Uji Independent Sample T-Test, maka saya harus memastikan bahwa data berdistribusi normal dulu. Adapun data Prestasi belajar dua kelompok tersebut dituangkan dalam bentuk nilai seperti gambar dibawah ini.

Cara Uji Normalitas Shapiro-Wilk dengan SPSS Lengkap

Keterangan : Kelompok A diberi kode 1 dengan N = 6 siswa, sedangkan Kelompok B diberi kode 2 dengan N = 5 siswa.

Cara Melakukan Uji Normalitas Shapiro-Wilk dengan SPSS

1. Buka lembar kerja SPSS, lalu klik Variable View, pada bagian Name pertama tuliskan Nilai. Kemudian untuk Name Kedua tuliskan Kelompok, setelah itu pada bagian Decimals yang kedua ganti dengan 0. Selanjutnya, klik pada bagian Value yang kedua, hingga muncul kotak dialog Value Label, pada kotak Value isikan 1 dan pada kotak Label isikan Kelompok A, lalu klik Add. Kemudian, isikan kembali pada kotak Value dengan isian 2 dan pada kotak Label isikan Kelompok B, lalu klik Add dan klik Ok [abaikan saja yang lainnya]

Cara Uji Normalitas Shapiro-Wilk dengan SPSS Lengkap

Jika caranya sudah benar maka tampilannya akan seperti gambar berikut ini

Cara Uji Normalitas Shapiro-Wilk dengan SPSS Lengkap

2. Setelah itu, klik Variable View, selanjutnya untuk variabel Nilai isikan dengan nilai di atas, dan untuk variable Kelompok isikan 1 untuk nilai kelompok A, dan 2 untuk nilai Kelompok B

Cara Uji Normalitas Shapiro-Wilk dengan SPSS Lengkap

3. Selanjutnya, dari menu SPSS, klik Analyze – Descriptive Statistiks – Explore…

Cara Uji Normalitas Shapiro-Wilk dengan SPSS Lengkap

4. Masukkan variabel Nilai ke kotak Dependen List, lalu masukkan variabel Kelompok ke kotak Factor List, pada bagian Display pilih Both

Cara Uji Normalitas Shapiro-Wilk dengan SPSS Lengkap

5. Setelah itu, klik Plots.., maka akan mucul kotak dialog Explore: Plots, dari serangkaian pilihan yang ada, berikan tanda centang pada pilihan Normality Plot with tests, lalu klik Continue

Cara Uji Normalitas Shapiro-Wilk dengan SPSS Lengkap

6. Langkah terakhir klik Ok.. dan akan muncul Output SPSS [Perhatikan pada Output Test of Normality]

Cara Uji Normalitas Shapiro-Wilk dengan SPSS Lengkap

Interpretasi atau Penjelasan Output Uji Normalitas Shapiro-Wilk

Berdasarkan output Test of Normality, diperoleh nilai signifikansi untuk Kelompok A sebesar 0,770, sedangkan nilai signifikansi untuk Kelompok B sebesar 0,807. Karena nilai signifikansi Kelompok A dan Kelompok B lebih besar > 0,05, maka dapat disimpulkan bahwa data Prestasi belajar berdistribusi normal.

Alhamdulillah selesai juga artikelnya.. mudah-mudah bermanfaat yaw.. terimakasih telah berkenan memabaca tulisan ini

[Search : Cara Uji Normalitas Shapiro-Wilk dengan SPSS Lengkap | Langkah-Langkah Melakukan Uji Normalitas Shapiro-Wilk menggunakan SPSS | Uji Shapiro-Wilk dengan SPSS Versi 21 | Dasar Pengambilan Keputusan dalam Uji Normalitas Shapiro-Wilk]
Lihat Juga: VIDEO Uji Normalitas Shapiro-Wilk dengan SPSS

98 Responses to "Cara Uji Normalitas Shapiro-Wilk dengan SPSS Lengkap"

  1. Selamat berkreasi dengan SPSS.. semoga sukses

    BalasHapus
  2. Trimakasih artikelnya sngat membantuu.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Sama-sama Mbak Shinta.. jangan bosen mampir sini lagi ya

      Hapus
  3. mas apa yg mendasari pemilihan suatu metode pengujian karna data saya berubah2 statusnya dgn metode pengujian yg berbeda, bahkan dengan yg sama, namun dalam membaca hasilnya berbeda tabel,misalnya uji validitas berdasarkan hasil uji metode pearson, jika membaca pada tabel correlation maka hasilnya adalah valid, tapi jika membaca pada tabel item total statistics pada kolom corrected item-total correlation (berdasarkan buku spss untuk penelitian) maka hasilnya ada data yg tidak valid

    jadi bagaimana cara memutuskan metode apa yg kita pakai....

    BalasHapus
    Balasan
    1. Saya juga masih mencari kalau soal itu.. dan sampai saat ini belum ketemu.. yang jelas syarat lolos uji validitas dengan corrected item total correlation lebih ketat dari pada metode pearson.. artinya jika dalam uji validitas dengan corrected item total correlation dinyataka valid.. maka pada metode pearson akan valid juga

      Hapus
  4. Bagaimana jika kelompok a datanya berdistribusi normal, sedangkan kelompok b tidak, nanti kesimpulan hasilnya gimana?

    BalasHapus
    Balasan
    1. ya normal dan tidak normal dunk mbak..hehe

      Hapus
  5. Mas klo data A distribusinya tidak normal dan data B normal, apakah berarti bahwa metode statistik parametik tidak dapat dipakai?

    BalasHapus
    Balasan
    1. JIka tidak normal maka idealnya memakai statisitik non parametrik pak

      Hapus
  6. Ternyata data saya banyak yg tidak normalnya... bakalan dibantai nih ane hiks...

    BalasHapus
    Balasan
    1. tenang pak.. kan bisa pakai non parametrik pak

      Hapus
  7. Mas, sya lihat d web lain untuk uji normalitas semua variabel dimsukkan d dependent list, factor list nya kosong, sdangkan d web mas, factor list diisi, yang ingin saya tnyakan acuan mna yang benar ? terus factor list itu diisi variabel independen (x) ya...? trima kasih

    BalasHapus
    Balasan
    1. Jika dalam normalitas untuk uji beda tidak berpasangan idealnya di factor list tetap di isi pak

      Hapus
  8. mas sebelumnya saya sudah menguji validitas dan reabilitas, kemudian koefisien determinasi, korelasi, dll. kata sebagian dosen untuk D3 ga perlu pake uji normalitas. tapi setelah saya seminar, selanjutnya ada revisi dari salah satu dosen yang menginginkan kalo uji normalitas harus ada. pas saya coba, ternyata hasil sig. 0,00. kalo kaya gitu saya harus ngerubah hasil penelitiannya? thanks before

    BalasHapus
    Balasan
    1. memang sulit juga kalau sudah di sidangkan mbak.. kalau tidak normal coba pakai metode normalitas lainnya mbak seperti kolmogorov..

      Hapus
  9. mas mw tanya nich,
    apakah untu sampel jenuh (seluruh anggota populasi dijadikan sampel penelitian), apakah juga diperlukan uji validitas?

    BalasHapus
    Balasan
    1. Perlu karena validitas itu untuk mengatahui apakah item-item intrumen penelitian itu valid atau tidak.. jadi bukan masalah jumlah samplenya pak..

      Hapus
  10. admin, saya mau tanya. disitu ada dua output kolmogorov sama shapiro. nah yang saya tau kalo shapiro itu untuk yang jumlah subyek nya sedikit. kalo misal di penelitian saya jumlah subyek nya banyak berarti kan pake kolmogorov. pertanyaannya kalo pake kolmogorov itu apa bisa pake cara ini? atau pake cara yang analyze, non param. test, legacy dialog, trus 1 sample KS ? perbedaannya apa ya dari dua cara tersebut?

    BalasHapus
    Balasan
    1. uji nomalitas kolomogroov pertama biasanya uji kasus uji beda parametrik.. namun uji kolmogorov yang kedua untuk korelasi dan regresi

      Hapus
  11. sangat-sangat bermanfaat, sangat-sangat membantu, terima kasih banyak mas :D

    BalasHapus
  12. Min, kalo misalnya tabel shapiro wilksnya ga muncul gmna ya?

    BalasHapus
    Balasan
    1. kok bisa tidak muncul.. coba lagi di cek proses penginputan datanya mbak

      Hapus
  13. Mas maaf saya mau bertanya, analisis regresi itu uji normalitasnya dihitung per variabel x1 thd y, dst atau langsung semua x1 x2 x3 thd y?(ujikolmogorov) lalu untuk variabel dependen bagaimna cara menghitung normalitasnya?

    BalasHapus
    Balasan
    1. kalau begitu pakai yang uji kolmogrov langsung aja mbak.. tidak pakai nilai residual kalau ingin mengetahui normalitas pervariabel

      Hapus
  14. sangat bermanfaat, matur nuwun,...

    BalasHapus
    Balasan
    1. sama-sama pak..senang bisa membantu

      Hapus
  15. maaf pak sahid, mohon info, kalo mau download software nya apa sudah bisa ? trims hehe

    BalasHapus
    Balasan
    1. maaf tanpaknya belum bisa.. akses ke situs resmi saya mbak ibm.com

      Hapus
  16. sebelumnya terimakasih infonya
    mau tanya mas, data saya parametrik trus coba uji normalitas untuk data parametrik hasilnya distribusi data tidak normal, Namun setelah sy uji coba dengan uji normalitas untuk data non parametrik hasilnya semua data normal
    apakah saya gunakan saja hasil uji normalitas non parametrik?
    mohon penjelasannya mas
    trims

    BalasHapus
    Balasan
    1. Jika tidak normal pada cara di atas.. maka non parametriknya adalah pada analisis data misal dengan uji wilxocon atau mann whitney

      Hapus
  17. Mas, saya mau tanya.
    Ketika sudah entry data & saya ujikan kok malah Sig nya malah di bawah 0.05, terus gimana ngatasi distribusi data yg gak normal? Thx a lot ~

    BalasHapus
    Balasan
    1. Mungkin yang mas maksud jawabannya seperi komentar mbak cicilia widodo

      Hapus
  18. maaf mas mengganggu. saya mau tanya output di shapiro wil saya sudah >0,05 yaitu 1,15. tetapi di signifikan kolmogorofnya hanya 0,025. apakah itu sudah dikatakan normal tidak ya mas? terimakasi jawabannya

    BalasHapus
    Balasan
    1. saya juga sering mengalami yang demikian.. yang jelas dari hasil itu berdasakan olah data menggunakan metode shaporo wil data berdistribusi normal

      Hapus
  19. Saya mau tanya, saya akan melakukan penelitian ttg pengaruh metode gallery walk terhadap minat belajar. Ada kelompok kontrol dan eksperimen. Data yang akan didapat nantinya berasal dari angket minat belajar siswa. Kira-kira uji normalitas dan homogenitas apa ya yg cocok utk penelitian saya? Mohon bantuan jawabannya...

    BalasHapus
    Balasan
    1. untuk uji normalitas mbak bisa menggunakan metode shapiro wilk sedangkan Uji Homogenitas mbak bisa dengan metode Levene

      Hapus
  20. Great info pak, maaf pak mau nanya mengenai buku rujukan penggunaan normalitas shapiro wilk apa ya pak yg paling oke ?

    BalasHapus
    Balasan
    1. coba bapak beli bukunya singgih santoso pak

      Hapus
  21. Mas saya mau tanya, di uji normalitas data saya data pertama terdistribusi normal tapi data satunya tidak..berarti untuk uji selanjutnya saya harus uji dua kali, yang normal dan tidak normal?
    terimakasih..

    BalasHapus
    Balasan
    1. jika normal pakai statistik parametrik namun jika tidak normal pakai non parametrik

      Hapus
  22. ass.. pak mw tanya.. kan penelitian tentang nefroprotektif, diperoleh dua data, yaitu data awal dan akhr.. data yang bgus dipke apa pak, apakah data selisih antara data akhir dan data awal atau persentase penurununan pak??

    BalasHapus
  23. Mas sahid, data responden saya 400-an lebih, sudah coba make k-s 1 sample dengan unstandardized residual maupun dengan variabelnya langsung, kok ga pernah sig nya lebih dari 0,05 ya? udah coba transform data, udah coba MSI tetap saja hasilnya 0,000 tidak pernah diatas 0,05 signya

    mohon pencerahannya mas sahid

    BalasHapus
    Balasan
    1. coba lakukan outlier terhadap data yang ekstrim

      Hapus
  24. kalo kelompoknya lebih dari 2, misal A, B, C, D. dan tidak berdistribusi normal apakah tetap menggunakan uji non parametrik?

    BalasHapus
    Balasan
    1. iya jika tidak normal pakai non paramertik pak

      Hapus
  25. Mas mau tanya, kalau untuk menguji normalitas pada pre-experimental design bagaimana ya?

    BalasHapus
    Balasan
    1. kedua variabel dimasukkan ke dependent lis pak

      Hapus
  26. Balasan
    1. Password apa maksudnya mbak nurul yuyung..??

      Hapus
  27. Mas, setelah saya lakukan uji normalitas kelompok A ga normal sementara kelompok B normal, nah untuk uji hipotesis bisa ga nanti saya pakai uji non parametrik buat kelompok A dan uji parametrik untuk kelompok B?

    BalasHapus
    Balasan
    1. jika salam satu tidak normal.. supaya aman pakai non parametrik saja mbak

      Hapus
  28. terimakasih....... :) artikelnya sangat membantu.....

    BalasHapus
    Balasan
    1. sama sama..semoga panduan uji normalitas di atas dapat bermanfaat

      Hapus
  29. terima kasih infonya mas

    mw tanya ne mas
    di situkan ada 2 nilainya kelompok A dan B

    trus untuk masukkan nilainya semua d gabung gitu ya mas ?

    tapi pas nilainya saya masukkan kenapa ga muncul ya mas kelompok 1 atau 2 nya

    terima kasih mas

    BalasHapus
  30. Mas,mau tanya kalau data saya nominal-ordinal apakah perlu uji normalitas?

    BalasHapus
  31. min ko kaga bisa nilai sig nya ,00

    BalasHapus
    Balasan
    1. jika nilai sig. lebih kecil dari 0,05, maka menunjukkan hasi yang tidak normal, jika tidak normal sebaiknya menggunakan non parametrik

      Hapus
  32. kak, saya mau tanya.. untuk riset komparasi dengan topik perbedaan sikap konsumen remaja dan dewasa terhadap iklan sms, teknik analisis datanya apakah menggunakan independent t test? terima kasih

    BalasHapus
  33. Dari hasil kuesioner data saya skala interval bukan ratio. Misal: 1-3
    4-6
    7-9
    10-13. Cara untuk masukan ke spss nya bagaimana ya?

    BalasHapus
  34. pak saya mau tanya, kedua variabel penelitian saya menggunakan skala ordinal... jumlah sampel kurang lebih 100..untuk uji normalitas dan korelasi sebaiknya menggunakan apa?mohon solusinya pak

    BalasHapus
    Balasan
    1. tergantung tujuannya untuk analisis apa pak.. kerena banyak metode untuk uji normalitas

      Hapus
  35. bos ane mau nanya klw buat uji normalitas, sementara ane punya 2 variabel dependent sedangkan cuman punya 1 variabel dependent

    BalasHapus
    Balasan
    1. yang perlu mas lakukan adalah memberikan kode untuk masing-masing variabelnya sebagaimana cara di atas

      Hapus
    2. ya klw datanya hampir sama bos kayak di atas, yang jadi permasalahnya, jumlah ke 3 data sama banyaknya

      Hapus
  36. apakah data ordinal bisa diujikan normalitasnya dengan shapiro wilk?

    BalasHapus
  37. permisi pak, saya mau tanya pneltian saya kn komparatif membandingkan ssdh dan sblm, saya uda uji normalitas ttpi ada variabel yg tdk normal itu saya hrs bagaimana ?

    BalasHapus
    Balasan
    1. Gunakan statistik non parametrik saja jika data tidak normal

      Hapus
  38. assalamualaikum, pak sahid, saya ingin bertanya untuk uji normalitas, saya menggunakan pre eksperimen (hanya kelompok eskperiman), brarti kan hanya ada data pre test dan post test han, brarti saya membandingkan uji normalitas menggunakan data pre test dan post test atau bagaimana ? lalu saya menggunakan rumus kolmogorov atau shapiro ? tolong jawabannya pak, terimakasi

    BalasHapus
    Balasan
    1. wa'alaikumsalam, pakai uji normalitas shapiro-wilk seperti cara di atas mbak

      Hapus
  39. Bos, tanya dong, kalau uji normalitas kan ada tabel komlgorov dan shapiro, bedanya apa ya?, kalau baca-baca katanya shapiro buat sample yang kecil, betul gak ya?, kalau memang iya, maksudnya kenapa shapiro lebih cocok untuk sample kecil ya?

    BalasHapus
    Balasan
    1. Kalau itu sudah masuk kepada pembahasan teoritis mas.. itu yang membuat rumus adalah para pakar-pakar statistik.. kita tinggal ikut pendapat mereka

      Hapus
  40. Tabel yg statistics di saphiro wilk itu menunjukkan apanya ya?

    BalasHapus
    Balasan
    1. Pada bagian statistics shapiro wilk adalah nilai hitung Shapiro Wilk yang bisa digunakan untuk perbandingan dengan nilai tabel mbak elisa

      Hapus
  41. kalau datanya berpasangan caranya gimana ya? apakah sama saja
    untuk menguji nilai pretest dan postest

    BalasHapus
    Balasan
    1. Kalau datanya berpasangan maka langsung dimasukkan saja pada waktu uji normalitas.. tanpa harus memberikan kode 1 atau 2,,seperti data tidak berpasangan

      Hapus
  42. mas, saya mau nanyak, kalo saya punya 2 kelompok yang punya data sebelum dan sesudah perlakuan gimana mas uji normalitasnya. keduanya dinilai atau yg sebelum aja uji normalitasnya dilakuin? buruan ya mas, saya galau nih, makasi mas...

    BalasHapus
    Balasan
    1. langsung di uji saja mbak..karena ini sampe berpasangan atau terikat

      Hapus
  43. Mas, apa bedanya signifikan antara yg ada di kolmogorof dan shapiro?

    BalasHapus
    Balasan
    1. Tergantung penggunaan saja sih mbak sebetulnya

      Hapus
  44. Pak saya mau tanya, apa bedanya ya uji normalitas kolmogorov sama shapiro wilk?

    BalasHapus
  45. Kalo pretest postest boleh gunakaan ini gak gan?

    BalasHapus
    Balasan
    1. iya menggunakan uji normalis shapiro wilk

      Hapus
  46. Jika hasil dari rumus 0.05 itu dinyatakan d tolak apa d terima??

    BalasHapus
    Balasan
    1. nilai signifikansi dari SPSS berapa pak?

      Hapus
  47. Mas saya mau tanya, saya menggunakan data sebelum dan sesudah, data yg sebelum itu normal dan yang sesudah tidak normal, nah pada saat uji hipotesis baiknya saya menggunakan t-test atau wilcoson pak?,, tolong pak ni udah galau berat nii

    BalasHapus
    Balasan
    1. saya kira lebih amannya pakai non parametrik wilcoxon saja pak

      Hapus

Silahkan tinggalkan jejak sobat disini. Sehingga saya tau bahwa artikel di atas bermanfaat. Terimakasih