Cara Uji Analisis Jalur [Path Analysis] dengan SPSS Lengkap

Cara Uji Analisis Jalur [Path Analysis] dengan SPSS Lengkap | Selamat pagi kawan-kawan semua yang sedang berusaha dengan serius untuk segera menyelesaikan tugas, skripsi maupun tesisnya semoga tetap bersemangat. oke, pada kesempatan kali ini saya akan menjelaskan cara melakukan uji path analysis atau yang lebih populer disebut dengan analisis jalur, atau ada juga yang menyebutnya dengan istilah analisis regresi menggunakan variabel intervening. Seperti biasanya, dalam artikel tutorial kali ini saya masih mengandalkan bantuan program SPSS versi 21. Catatan pentingnya adalah bagi anda yang ingin benar-benar bisa dan mampu melakukan analisis ini, saya sarankan untuk memperhatikan artikel tutorial mengenai analisis Jalur dengan seksama dan teliti, karena ini agak sedikit rumit tidak seperti biasanya, hehe.

Analisis jalur atau path analysis merupakan bagian lebih lanjut dari analisis regresi. Dimana, jika dalam analisis regresi umumnya digunakan untuk menguji apakah ada pengaruh langsung yang diberikan oleh variabel bebas terhadap variabel terikat. Sementara itu, analisis jalur tidak hanya menguji pengaruh langsung saja, tetapi juga menjelaskan tentang ada atau tidaknya pengaruh tidak langsung yang diberikan variabel bebas melalui variabel intervening terhadap variabel terikat.

Perbedaan lain yang harus anda ketahui, yang mana hasil analisis regresi terlihat pada hasil yang berada dalam tabel coefficient, hal ini menunjukkan bahwa nilai yang dipakai dalam analisis regresi terletak pada nilai coefficient regresi atau B-nya (constant ada nilainya dan X1, X2, Y, Z dan seterusnya ada nilanya pada kolom B tersebut yang membentuk persamaan Y=a+bX1+bX2+bX3 dan seterusnya), sedangkan dalam analisis jalur nilai yang dipakai adalah nilai terletak pada Beta yang membentuk persamaan Y1 =Py1x1+Py1X2+Py1.e1 dan seterusnya.

Untuk memperjelas konsep dasar mengenai analisis jalur ini, saya akan memaparkan dengan contoh yang sederhana agar anda mudah memahami apa yang saya maksudkan. Perhatikan gambar kerangka pemikiran untuk analisis jalur berikut ini.

Cara Uji Analisis Jalur [Path Analysis] dengan SPSS Lengkap

Bedasarkan gambar di atas, dapat kita merumuskan sebuah hipotesis umum yang akan diajukan dalam analisis jalur yakni “Pengaruh Gaya Kepemimpinan (X1) dan Lingkungan Kerja (X2) Terhadap Motivasi (Y) Serta dampaknya terhadap Kinerja Guru (Z)”. Sementara itu hipotesis yang akan di uji satu persatu antara lain:
  1. Pengaruh X1 dan X2 terhadap Y
  2. Pengaruh X1, X2 dan Y terhadap Z
  3. Pengaruh X1 dan X2 melalui Y terhadap Z

LANGKAH-LANGKAH UJI ANALISIS JALUR [PATH ANALYSIS] DENGAN SPSS

Untuk menguji hipotesis di atas, disini saya akan melakukan dua kali model Regresi, sebaiknya anda menyimak panduan ini dengan seksama agar tidak keliru. Dibawah ini saya akan tunjukkan tabulasi data penelitian yang akan saya gunakan dalam uji ini :

Cara Uji Analisis Jalur [Path Analysis] dengan SPSS Lengkap

[Untuk latihan anda dapat mendownload tabulasi data yang saya gunakan: Download tabulasi data]

1. Langkah pertama adalah : Buka program SPSS versi 21 atau versi berapapun yang anda miliki, kemudian klik Variable View dan isikan kolom-kolom yang tersedia, sebagaimana petunjuk di bawah ini:
a. Kolom Name di isi dengan X1, X2, Y dan Z
b. Kolom Label untuk X1 tulis Gaya Kepemimpinan (X1), X2 tulis Lingkungan Kerja (X2), Y tulis Motivasi (Y), dan Z tulis Kinerja Guru (Z)
c. Kolom Type, Width, Decimal, Value, Missing, Coloumns, Align, Meansure : Biarkan tetap default dan tidak perlu anda ubah karena sudah otomatis menyesuaikan jenis data yang dipakai.

Cara Uji Analisis Jalur [Path Analysis] dengan SPSS Lengkap

2. Langkah selanjutnya klik Data View kemudian isikan data sesuai nama variabel penelitian

Cara Uji Analisis Jalur [Path Analysis] dengan SPSS Lengkap

3. Jika anda yakin datanya sudah tertulis dengan benar, maka langkah berikutnya klik menu Analyze – Regression – Linear

Cara Uji Analisis Jalur [Path Analysis] dengan SPSS Lengkap

4. Muncul kotak dialog Linear Regression, selanjutnya klik Gaya Kepemimpinan (X1) dan Lingkungan Kerja (X2) masukkan pada kotak Independent (s), kemudian klik Motivasi (Y) pada kotak Dependent

Cara Uji Analisis Jalur [Path Analysis] dengan SPSS Lengkap

5. Jika anda sudah benar-benar yakin sesuai langkah di atas, kemudian klik Ok, maka akan muncul Output SPSS [saya menyebut output ini dengan nama Regresi Model I]

Cara Uji Analisis Jalur [Path Analysis] dengan SPSS Lengkap

Cara Uji Analisis Jalur [Path Analysis] dengan SPSS Lengkap

[Catatan : Banyak tabel ouput yang akan muncul namun yang digunakan dalam analisis jalur hanya dua tabel di atas]

6. Pembuatan Regresi Model II, caranya sama yakni klik menu Analyze – Regression – Linear. Muncul kotak dialog Linear Regression, kemudian klik Reset (untuk mengeluarkan semua variabel), selanjutnya klik Gaya Kepemimpinan (X1), Lingkungan Kerja (X2) dan Motivasi (Y) pada kotak Independent (s), kemudian klik Kinerja Guru (Z) pada kotak Dependent

Cara Uji Analisis Jalur [Path Analysis] dengan SPSS Lengkap

7. Terakhir adalah klik Ok, maka akan keluar Output SPSS [saya menyebut output ini dengan Regresi Model II]

Cara Uji Analisis Jalur [Path Analysis] dengan SPSS Lengkap

Cara Uji Analisis Jalur [Path Analysis] dengan SPSS Lengkap

CARA MEMAKNAI OUTPUT KELUARAN SPSS UNTUK ANALISIS JALUR

Agar anda lebih mudah dalam memahami hasil di atas, maka pada bagian interpretasi hasil ini, saya membaginya menjadi dua tahap interpretasi yakni 1) Tahap Menghitung Koefisien Jalur. 2) Tahap Uji Hipotesis dan Pembuatan Kesimpulan.

A. MENGHITUNG KOEFISIEN JALUR

Pada tahap ini kita akan menghitung Koefisien Jalur Model I dan Koefisien Jalur Model II, adapun penjelasannya sebagai berikut ini.

Koefisien Jalur Model I : Mengacu pada output Regresi Model I pada bagian tabel Coefficients dapat diketahui bahwa nilai signifikansi dari kedua variabel yaitu X1 = 0,000 dan X2 = 0,000 lebih kecil dari 0,05. Hasil ini memberikan kesimpulan bahwa Regresi Model I, yakni variabel X1 dan X2 berpengaruh signifikan terhadap Y. Besarnya nilai R2 atau R Square yang terdapat pada tabel Model Summary adalah sebesar 0,407, hal ini menunjukkan bahwa kontribusi atau sumbangan pengaruh X1 dan X2 terhadap Y adalah sebesar 40,7% sementara sisanya 59,3% merupakan kontribusi dari variabel-variabel lain yang tidak dimasukkan dalam penelitian. Sementara itu, untuk nilai e1 dapat dicari dengan rumus e1 = √ (1-0,407) = 0,7701. Dengan demikian diperoleh diagram jalur model struktur I sebagai berikut:

Cara Uji Analisis Jalur [Path Analysis] dengan SPSS Lengkap

Koefisien Jalur Model II : Berdasarkan output Regresi Model II pada bagian tabel Coefficients, diketahui bahwa nilai signifikansi dari ketiga variabel yaitu X1 = 0,026, X2 = 0,043 dan Y = 0,000 lebih kecil dari 0,05. Hasil ini memberi kesimpulan bahwa Regresi Model II, yakni variabel X1, X2 dan Y berpengaruh signifikan terhadap Z. Besarnya nilai R2 atau R Square yang terdapat pada tabel Model Summary adalah sebesar 0,645 hal ini menunjukkan bahwa kontribusi X1,X2 dan Y terhadap Z adalah sebesar 64,5% sementara sisanya 35,5% merupakan kontribusi dari variabel-variabel lain yang tidak diteliti. Sementara untuk nilai e2 = √ (1-0,645) = 0,5958. Dengan demikian diperoleh diagram jalur model struktur II sebagai berikut:

Cara Uji Analisis Jalur [Path Analysis] dengan SPSS Lengkap

B. TAHAP UJI HIPOTESIS DAN PEMBUATAN KESIMPULAN
  1. Analisis pengaruh X1 terhadap Y: dari analisis di atas diperoleh nilai signifikansi X1 sebesar 0,000 < 0,05. Sehingga dapat disimpulkan bahwa secara langsung terdapat pengaruh signifikan X1 terhadap Y.
  2. Analisis pengaruh X2 terhadap Y: dari analisis di atas diperoleh nilai signifikansi X2 sebesar 0,000 < 0,05. Sehingga dapat disimpulkan bahwa secara langsung terdapat pengaruh signifikan X2 terhadap Y.
  3. Analisis Pengaruh X1 terhadap Z: dari analisa diperoleh nilai signifikansi X1 sebesar 0,026 < 0,05. Sehingga dapat disimpulkan bahwa secara langsung terdapat pengaruh signifikan X1 terhadap Z.
  4. Analisis pengaruh X2 terhadap Z: dari analisa diperoleh nilai signifikansi X2 sebesar 0,043 < 0,05. Sehingga dapat disimpulkan bahwa bahwa secara langsung terdapat pengaruh signifikan X2 terhadap Z.
  5. Analisis pengaruh Y terhadap Z: dari analisa diperoleh bahwa nilai signifikansi Y sebesar 0,000 < 0,05. Sehingga dapat disimpulkan bahwa bahwa secara langsung terdapat pengaruh signifikan Y terhadap Z.
  6. Analisis Pengaruh X1 melalui Y terhadap Z : diketahui pengaruh langsung yang diberikan X1 terhadap Z sebesar 0,156. Sedangkan pengaruh tidak langsung X1 melalui Y terhadap Z adalah perkalian antara nilai beta X1 terhadap Y dengan nilai beta Y terhadap Z yaitu : 0,336 x 0,612 = 0,206. Maka pengaruh total yang diberikan X1 terhadap Z adalah pengaruh langsung ditambah dengan pengaruh tidak langsung yaitu : 0,156 + 0,206 = 0,362. Berdasarkan hasil perhitungan di atas diketahui bahwa nilai pengaruh langsung sebesar 0,156 dan pengaruh tidak langsung sebesar 0,206 yang berarti bahwa nilai pengaruh tidak langsung lebih besar dibandingkan dengan nilai pengaruh langsung, hasil ini menunjukkan bahwa secara tidak langsung X1 melalui Y mempunyai pengaruh signifikan terhadap Z.
  7. Analisis Pengaruh X2 melalui Y terhadap Z : diketahui pengaruh langsung yang diberikan X2 terhadap Z sebesar 0,146. Sedangkan pengaruh tidak langsung X2 melalui Y terhadap Z adalah perkalian antara nilai beta X2 terhadap Y dengan nilai beta Y terhadap Z yaitu : 0,403 x 0,612 = 0,247. Maka pengaruh total yang diberikan X2 terhadap Z adalah pengaruh langsung ditambah dengan pengaruh tidak langsung yaitu : 0,146 + 0,247 = 0,393. Berdasarkan hasil perhitungan di atas diperoleh nilai pengaruh langsung sebesar 0,146 dan pengaruh tidak langsung sebesar 0,247 yang berarti bahwa nilai pengaruh tidak langsung lebih besar dari pada nilai pengaruh langsung, hasil ini menunjukkan bahwa secara tidak langsung X2 melalui Y mempunyai pengaruh signifikan terhadap Z.

Dari serangkaian pembahasan atas hasil di atas, kita dapat menarik kesimpulan bahwa hipotesis yang berbunyi “Ada Pengaruh Gaya Kepemimpinan (X1) dan Lingkungan Kerja (X2) Terhadap Motivasi (Y) Serta dampaknya terhadap Kinerja Guru (Z)” dapat DITERIMA.

Saya kira sampai disini dulu pembahasan mengenai Cara Uji Analisis Jalur [Path Analysis] dengan SPSS Lengkap yang bisa saya bagikan kepada anda semua. Semoga bermanfaat. Catatan penting terakhir adalah “tolong dibaca dengan teliti dulu sebelum mengajukan pertanyaan pada kolom komentar”..terimakasih

[Search : Cara Uji Analisis Jalur [Path Analysis] dengan SPSS Lengkap, Langkah-langkah Melakukan Teknik Analisis Jalur dengan Program SPSS, Cara Uji Regresi menggunakan Variabel Intervening dengan SPSS versi 21]
[Img : Dokumen SPSS Versi 21]
Lihat Juga: VIDEO Panduan Analisis Jalur dengan SPSS

160 Responses to "Cara Uji Analisis Jalur [Path Analysis] dengan SPSS Lengkap"

  1. penjelasan yang diberikan sangat jelas terimakasih.. sangat membantu :)

    BalasHapus
    Balasan
    1. sama-sama, senang bisa membantu.. jangan sungkan jika ada pertanyaan tentang uji-uji yang saya praktekkan di blog ini.. terimakasih

      Hapus
  2. maaf kak.. data yang di download dalam betuk winrar kalau boleh tau paswordnya apa ya?
    terimakasih

    BalasHapus
  3. bagaimana jika sampel saya hanya 60?

    BalasHapus
    Balasan
    1. jumlah sampel 60 boleh kok mbak di analisis jalur

      Hapus
    2. Untuk jumlah sample minimal untuk analisis jalur saya saya belum menemukan teorinya mbak..yang jelas jika diatas 30 sample itu akan lebih baik berdasarkan eksperimen saya sendiri

      Hapus
  4. Kalau pengaruh beta negatif, perhitungan matematis pengaruh tidak langsungnya bagaimana?

    BalasHapus
  5. assalamualaikum pak, saya mau nanya gimana cara membuat variabel jalur phat dengan 6 variabel. mohon bantuannya pak, trmksh

    BalasHapus
    Balasan
    1. Wa'alaikumsalam Wr.Wb.. tergantung hipotesis yang mbak ajukan dalam penelitian.. dengan begitu kita bisa melihat arah analisis jalurnya

      Hapus
  6. mas. . saya mau tanya data saya ada 73 responden,model regresi I saya semuanya signifikan,tetapi model persamaan regresi II saya semuanya tidak signfikan. Solusinya bagaimana yak?terima kasih

    BalasHapus
  7. Selamat sore, untuk uji kesesuainnya melalui spss bagaimana ya pak ? terima kasih

    BalasHapus
    Balasan
    1. Maksudnya uji kesesuaian untuk hipotesis apa dulu nih pak??

      Hapus
  8. Maaf saya ingin bertanya sebelum melakukan uji path analisis apakah di perlukan melalukan uji normalitas dan sebagainya ? Mohon jawabannya. Terimakasih

    BalasHapus
    Balasan
    1. Idealnya tetap membutuhkan uji normalitas mbak..karena analisis jalur adalah bagian dari statistik parametrik

      Hapus
  9. gan, kalo data itu di uji validitas bisa gak? caranya gimana gan?

    BalasHapus
    Balasan
    1. iya tidak sesuai kalau digunakan sebagai contoh uji validitas pak..

      Hapus
  10. maaf moho koreksi, menurut saya pengaruh langsung X1 terhadap Y adalah 0.156 kuadrat =(0.156)x(0.156)= 0.0243
    sehingga pengaruh totalnya X1 terhadap Y sebesar 0.0243 + 0.206=0.2303. Begitu juga X2 thd Z=(0.146)kuadrat. Mohon dikoreksi kalo pendapat saya salah.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Terimakasih atas koreksinya pak.. semoga bermanfaat bagi kawan-kawan semua yang sedang belajar statistik dengan SPSS

      Hapus
    2. maaf jadi yang di gunakan yang mana pak ?

      Hapus
  11. Saya mau tanya. Untuk kesimpulan nomor 6 dan 7 dari mana ya diketahui kalau berpengaruh signifikan? Terimakasih

    BalasHapus
    Balasan
    1. Dari nilai signifikasi pada output SPSS mbak

      Hapus
  12. mhn maaf,sya ingin belajar mengenai uji SEM apakah bisa?

    BalasHapus
    Balasan
    1. untuk blog ini hanya fokus di SPSS mbak..untuk SEM lain waktu saya buatkan blognya ya..terimaksih atas masukkannya

      Hapus
  13. selamat malam pa, maaf saya mau tanya apakah cara-cara diatas bisa dipakai untuk penelitian dg 3 variabel?

    BalasHapus
  14. Ass.. Kalau hipotesis nya
    1 .. X1 terhadap y
    2. X2 terhadap y
    3. Y terhaap z
    4. X1 terhadap z
    5 x2 terhadap z
    Apakah sama seperti diatas? Bagaimana penyelesaiannnya? Mohon bantuan kang.. Makasih

    BalasHapus
  15. Apakah variabel Y dari data diatas bisa disebut sebagai variabel intervening pak?tks

    BalasHapus
    Balasan
    1. bisa pak analisis jalur = uji regresi dengan variabel intervening

      Hapus
  16. Saya ingin bertanya sebelum di uji regresi kan kita melakukan uji asumsi klasik, nah ada uju multikolinearitas. Tidak boleh terjadi multiko tapi kenapa terjadi korelasi di uji pearson. Mohon jawabannya

    BalasHapus
    Balasan
    1. diperbaiki dulu nuh mbak supaya lolos uji asumsi klasik

      Hapus
  17. Terima kasih banyak tas ilmu yg di bagikan saudara..sya mau tanya mga berkenan d jawab..bgaimana jk variabel intervening tdk signifikan terhadap var dependen smntra var indpnden sig..bgmn cra buat kesimpulan? Atau dgn hasil trsbut berarti var intervening tdk bsa memediasi antar var indpenden dgn var dependen?? Terima kasih bnyak sebelumnya

    BalasHapus
  18. mas ada referensi buku tentang path analysisnya gak... makasih hehe

    BalasHapus
  19. Pak, Bagaimana kalau variabel intervening tidak signifikan dgn variabel dependen, ?

    BalasHapus
  20. assalamu'alaikum pak... saya mau nanya, jika nilai t hitung min, itu artinya bepengaruh tetapi negatif atau tidak berpengaruh ya pak? terimakasih sebelumnya...

    BalasHapus
  21. assalaamualaikum pak, pak klo menggunakan uji sobel hasilnya berbeda dengan jalur path gmana ya? di uji sobel terdapat pengaruh mediasi, sedangkan dilihat dari pengaruh langsung dan tidak langsung tidak ada pengaruh mediasi, terima kasih pak

    BalasHapus
  22. assalamualaikum pak. boleh tanya ?
    kalo misal diatas kan path yah , apakah ada uji asumsi klasiknya ?
    penelitian saya kebetulan ada interveningnya jg. data data saya tdk normal.
    penelitian saya x nya ada 1, ada intervening dan 4 variabel dependennya. jd waktu uji saya pake regresi intervening, nah pas uji harus ada asumsi klasik, tp data ga normal semua, karena dependen saya ada 4 jd susah untuk modifikasi data supaya normal.
    ada solusinya tdk pak, kalo pake sem krena x dan interv saya hanya 1 jd tdk bisa. kalo path bagaimana pak ?

    BalasHapus
  23. apakah ada jumlah sampel minimum untuk memakai analisis jalur?

    BalasHapus
  24. Misalnyaa data yang digunakan dalam analisis path itu data sekunder gimanaa yaa pak.. Mohon bantuannyaa untuk tugas penelitiannya

    BalasHapus
    Balasan
    1. Menggunakan data primer atau data skunder cara melakukan analisis jalur dengan SPSS tetap sama kok mbak..silahkan di praktekkan

      Hapus
  25. Assaalamuallaikum, mohon maaf pak, jika di tabel tabulasi diubah angka nya (mksdnya= sama saka tapi posisi angka di kolom di tukar ke bawah/atas) apakah akan berpengaruh thdp hasil spss? Padahal dlm rekapan survei sama saja, hanya angkanya pd tabel bergeser, seperti 25 di no. 1 di tukar dgn 22 di nomor 12.
    Terimakasih

    BalasHapus
    Balasan
    1. Wa'alaikumsalam pak Anggara, saya kira tidak masalah pak..karena responden dalam penelitian bukanlah nomer urut pak..yang penting sesuai jawabannya masing-masing

      Hapus
  26. terima kasih banget sangat bermanfaat

    BalasHapus
    Balasan
    1. Sama-sama pak..semoga sukses..Aamiin..jangan bosan2 mampir sini lagi pak..terimakasih

      Hapus
  27. Selamat siang, kalau untuk asumsi klasik buat analisis path ini bagaimana ya? Uji normalitas dan teman-temannya. Adakah step yang bisa dibagikan? Terima kasih sebelumnya :))

    BalasHapus
    Balasan
    1. Caranya sama kok mbak..tinggal lihat perannya variabel intervening saja mbak..jika pada saat jadi variabel dependen

      Hapus
    2. jadi untuk uji normalitas,Heteroscedasticity, Multicollinearity itu sama saja semuanya ya seperti di atas? terima kasih sebelumnya

      Hapus
    3. Sama mbak..di blog ini juga ada panduannya kok..silahkan buka daftar isi

      Hapus
  28. Bagaimana bila ada salah satu variable misalkan x2 ke Y tidak signifikan? apakah model masih bisa di hitung dengan cara yangsama ?

    BalasHapus
    Balasan
    1. jika hasilya demikian maka X2 tidak berpengaruh langsung terhadap Y pak..bisa kok dihitung dengan cara ini pak

      Hapus
    2. Apabila di standardize cof beta ada yg negatif apa arti nya berpengaruh negatif ?

      Hapus
    3. iya betul pak..termasuk kategori pengaruh negatif

      Hapus
    4. pak, maksutnya tetap bisa dihitung itu berarti meskipun X2 ke Y tidak signifikan tetap bisa dilakukan perhitungan nomer 7 yang mencari pengaruh tidak langsung X2 melalui Y ke Z, begitu kah?
      Terimakasih sebelumnya..

      Hapus
  29. Pak, saya ingin bertanya kalau Beta nya negatif apakah tetap mengikuti perhitungan matematis biasa atau ada makna lain? mohon bantuannya untuk menjelaskan, terimakasih

    BalasHapus
    Balasan
    1. jika beta negatif tidak mengikuti perhitungan matematika..melainkan mengikuti perhitungan makna dengan curva regresi pak

      Hapus
  30. Pak, apakah nilai signifikansi harus < 0,05? dari mana nilai 0,05 tersebut?

    BalasHapus
    Balasan
    1. tidak harus pak..dalam penelitian kuantitatifkan sebetulnya bertujuan untuk menguji teori atau dengan kata lain membuktikan hipotesis ata Ha.. nila 0,05 itu adalah standar statistik untuk tingkat kepercayaan 95% pak

      Hapus
  31. kak, buku apa ya yang menyatakan uji normalitas menggunakan nilai residual dari semua variabelnya? thank you so much.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Bukunya imam ghozali mbak..uji normalitas untuk nilai resudual..silahkan mbak buka di referensi yang dipakai di blog ini

      Hapus
  32. pak, bagaimana jika variabel mediatornya ada 2 variabel?

    BalasHapus
    Balasan
    1. tinggal dilakukan 2 kali mbak..prinsipnya sama saja kok mbak

      Hapus
  33. variabel intervening kan model analisisnya pakai analisis jalur, asumsi klasiknya tetep diujikan nggak ?
    terima kasih

    BalasHapus
    Balasan
    1. idelanya tetap dilakukan uji asumsi klasik mbak..karena sebenarnya analisis jalur merupakan penjabaran lebih lanjut dari analisis regresi

      Hapus
  34. Mohon pencerahannya pak mengenai analisis jalur pada hipotesis :
    1. Pengaruh X1 dan X2 Terhadap Y
    2. Pengaruh X1, X2 dan Y terhadap Z
    mohon informasinya bagaimana menyusun analisis jalurnya terimakasih
    salam
    Dede

    BalasHapus
    Balasan
    1. loh ini sama sebetulnya dengan panduan artikel tetang analisis jalur ini pak...

      Hapus
  35. pak mau tanya jika X1 dan X2 berpengaruh terhadap Y, tetapi Y tidak berpengaruh terhadap Z maka hasil analisisnya bagaimana?
    apakah hanya di hitung X1 dan X2 berpengaruh langsung terhadap Z saja?
    terimakasih

    BalasHapus
    Balasan
    1. Perlu diperhatikan juga nilai signifikansi X1, X2 terhadap Z pak..saya kira dengan mempelajari dengan teliti materi artikel di atas akan bisa membantu untuk mengambil keputusan

      Hapus
  36. Pak, Bagaimana kalau variabel intervening tidak signifikan dgn variabel dependen ?

    BalasHapus
    Balasan
    1. Berarti terdapat pengaruh langsung mbak..

      Hapus
  37. Terimakasih artikel nya sangat bermanfaat..

    BalasHapus
    Balasan
    1. Sama-sama..semoga sukses dengan tugas-tugasnya melalui blog ini mas

      Hapus
  38. pak sahid mau tanya dong, kalo analisis jalur saya variabel x nya cuma 1, pakai uji asumsi klasik nya apa saja ya? mohon penjelasanya pak. terima kasih

    BalasHapus
    Balasan
    1. idelanya pakai uji normalitas, uji linearitas, uji heteroskedastisitas

      Hapus
  39. Sangat bermanfaat. apakah sy boleh minta kontak bpk. untuk bertanya lebih lanjut mengenai penelitian ini?
    kalau boleh bisa email ke sy kontak bpk.
    terimakasih
    aguskijing22@gmail.com

    BalasHapus
    Balasan
    1. kotak saya ada kok pak.. dibagian sidebar blog ini

      Hapus
  40. mas, kalo saya lg penelitian menggunakan amos nih, apakah perbedaan outputnya mas? dan uji hipotesanya?

    BalasHapus
  41. Terima kasih pak Sahid Raharjo....mga bpk di murahkan rezkinya dan sehat selalu....

    BalasHapus
    Balasan
    1. Aamiin..terimakasih pak..jangan bosan-bosan mampir blog ini lagi pak..hehe

      Hapus
  42. Maaf pak. Mau tanya punya saya analisis jalur tanpa mediasi. Judulnya customer experience trhdp kepuasan & minat beli ulang. Apa bisa di buat jalur spt itu? Mohon pencerahan pak

    BalasHapus
    Balasan
    1. kalau tidak ada variabel mediasi maka mbak menggunakan analisis regresi linear sederhana jika saya melihat judul penelitian yang miliki

      Hapus
  43. klo variabel viewnya x nya banyak gmn soalnya kan data dr kuosioner?

    BalasHapus
    Balasan
    1. Yang di input hanya skor total variabel X saja pak.. di variabel view hanya nama variabel bukan item kuesioner

      Hapus
  44. Assalammualaikum mas. Saya mau tanya. Apakah uji asumsi klasik dalam analisis jalur harus dilakukan 2x ?? Pertama X terhadap variabel intervening, Kedua X terhadap variabel terikat??

    BalasHapus
    Balasan
    1. Wa'alaikumsalam..Uji Asumsi Klasik untuk persamaan regresi 1 dan 2. Artinya Independen terhadap Intervening. Kemudian independen dan Intervening terhadap Dependen

      Hapus
    2. Berarti dari masing2 uji dilakukan 2x ya mas. Normalitas 2x uji, autokorelasi 2x,dst..

      Terima kasih Mas untuk bantuannya

      Hapus
    3. Iya tepat sekali mbak..ok sama-sama.. semoga diberikan kelancaran dalam menyelesaikan tugasnya

      Hapus
  45. mudah dipahami, terima kasih pak.

    BalasHapus
  46. Pak, mohon maaf saya ingin bertanya. Untuk tanda negatif pada koefisien jalur itu artinya apa ya pak? Misalkan, dari hasil analisis jalur didapatkan koefisien jalur dari pengaruh langsung adalah -0.9, sedangkan pengaruh tidak langsungnya adalah 0.3. Dalam hal ini lebih besar pengaruh langsung atau tidak langsung nya pak? Terima kasih banyak.

    BalasHapus
  47. Maaf pak, saya ingin bertanya. Apakah dengan menggunakan metode analisis jalur ini, variabel independent bisa menggunakan variabel dummy? Terimakasih pak.

    BalasHapus
    Balasan
    1. bisa kok mbak..silahkan di praktekkan

      Hapus
  48. gan, ada WA atau line ndak ? mau nanya2 ttg analisis jalur nih gan.. makasih

    BalasHapus
    Balasan
    1. Ada kok pak..silahkan dilihat pada bagian Kontak Sahid

      Hapus
  49. Bgmn jika pengaruh tidak langsung nilainya lebih kecil daripada pengaruh langsung pak? Bgmn kesimpulannya? Mohon bantuannya.. tq

    BalasHapus
    Balasan
    1. Berarti variabel intervening tidak berperan dalam membantu pengaruh variabel independen terhadap variabel dependen pak

      Hapus
  50. terimakasih banyak, sangat membantu dalam penelitian ilmiah saya :)

    BalasHapus
    Balasan
    1. Sama-sama mbak..semoga sukses dengan penelitian ilmiahnya

      Hapus
  51. trima kasih banyak mas , pejelasannya mudah dimengerti :)

    BalasHapus
    Balasan
    1. Sama-sama pak..semoga sukses dengan tugas statistiknya

      Hapus
  52. pak mau tanya. kalau nilai pengaruh tidak langsung lebih kecil dari pengaruh langsung, apakah berarti tidak terjadi mediasi atau bagaimana ya pak kesimpulannya?

    BalasHapus
  53. eh maaf pak, ternyata sudah dijelaskan di komentar sebelumnya ya. maaf ya pak. hehe

    BalasHapus
  54. Pa saya mau nanya, kalo untuk pengujian intervening itu pakai juga sobel test, atau hanya analisis jalur spt contoh di atas ?

    BalasHapus
  55. Terimakasih banyak pak, alhamdulillah sangat membantu
    Mau tanya pak, materi diatas sumber bukunya apa ya pak?

    BalasHapus
    Balasan
    1. Sama-sama mbak..semoga sukses dengan tugasnya..lihat di bagian referensi situs..buku Dr. Riduwan

      Hapus
  56. saya mau nanya min, analisis jalur masih pake uji t gak yah

    mohon dijawab min
    tq.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Uji t itu sebenarnya juga bagian dari penafsiran analisis jalur mbak

      Hapus
  57. Pak, jika ingin melakukan analisis jalur 4 variabel X dan 1 variabel Y. Namun, 4 variabel X ini secara teori saling berhubungan, bisa kan ya menggunakan analisis jalur? apakah caranya sama? Terima kasih, Pak.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Bisa kok mbak..untuk caranya secara prinsip sama dengan contoh di artikel ini..bedanya penelitian mbak jumlah variabel x nya lebih banyak

      Hapus
    2. owh iya lha variabel interveningnya ada berapa ya?

      Hapus
  58. kalau seumpama X ke Y sudah tidak sig, jadi sudah jelas kalau Y bukan mediasi X dengan Z??

    BalasHapus
  59. terima kasih atas pembahasannya pak untuk jumlah responden - Secara teoritis seseorang dapat menggunakan sedikitnya 50, tetapi 100-150 sering direkomendasikan
    -Dekat dengan ideal biasanya amoun n = 200 (Kline, 1998b; Loehlin, 1998; Boomsma dan Hoogland, 2001)

    BalasHapus
  60. maaf pak mau tanya dalam analisis jalur ini kalo misalnya decimal nya di ganti dengan 0 bisa atau tidak pak?

    BalasHapus
    Balasan
    1. Boleh pak decimal diganti 0.. prinsipnya jika nilai bulat misal 45 maka decimal adalah 0.. sementara jika nilai pecahan misal 45,3 maka decimal di isi 1

      Hapus
  61. Pak saya ingin bertanya untuk pengaruh tidak langsung X1 terhadap Z melalui Y namun dengan perhitungan manual seperti diatas tanpa SPSS apakah harus di masukan juga di hipotesisnya ? Atau hanya dimasukan pada saat kesimpulannya saja ?

    BalasHapus
    Balasan
    1. untuk perhitungannya saran saya tetap di masukkan dalam bab pembahasan penelitian..sementara untuk kesimpulan hanya menampilkan garis bersarnya saja

      Hapus
  62. saya ingin bertanya, bagaimana menghitung beta pada analis path jika menggunakan 2 indikator ? variabel independen saya adalah corporate governance, indikatornya board size dan board independence. kalau mau menghitung pengaruh langsung dan tidak langsungnya bagimana ya ? apakah boleh kalau dijumlahkan ?

    BalasHapus
  63. Permisi pak. Saya ingin bertanya. Bagaimana kalau nilai standardized coefficients beta minus nol koma sekian...apa artinya ya pak?

    BalasHapus
    Balasan
    1. Karena nilai Standardized Coefficients beta bernilai (-) Minus maka ada kecerungan arah pengaruh negatif pak.. dengan syatat nilai sig < 0,05

      Hapus
  64. Nilai e artinya apa ya pak pada analisis jalur ini?

    BalasHapus
  65. permisi pak, saya mau tanya...saya baru mau mulai pengolahan data...
    untuk pengujian asumsi klasik dengan variabel X1, X2 terhadap Y dan dampaknya terhadap Z... (Y= Intervening)
    Apakah pengujian asumsi klasik tetap menggunakan persamaan 1 (X1 dan X2 thd Y) dan persamaan 2 (Y thd Z ?
    atau semua data X1, X2, Y, Z di uji sekali saja dalam uji asumsi klasik..

    terima kasih...

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya..apa yang anda sampaikan sudah betul pak

      Hapus
  66. Pak, saya mau tanya, jika nilai signifikansi pada uji regresi analisis path p> 0.05, artinya apa Pak? Dan pada kasus tersebut apakah nilai standardized coefficient beta-nya masih bisa diterjemahkan?

    BalasHapus
    Balasan
    1. karena nilai sig > 0,05 maka variabel x tidak berpengaruh terhadap variabel Y.. nilai standardized coefficient beta boleh diterjemahkan kalau hanya untuk memaparkan hasil..namun tidak bermakna karena sig > 0,05

      Hapus
  67. Terima kasih atas penjelasan diatas mengenai analisis jalur.
    saya ingin bertanya seandainya ada 5 variabel bebas,dan 2 diantaranya tidak berpengaruh terhadap variabel terikat, pada saat penggambaran diagram model jalur yang tidak berpengaruh ini tetap digambarkan atau tidak? terima kasih

    BalasHapus
    Balasan
    1. Dalam kerangka pemikiran sebaiknya diagramnya tetap ditampilkan.. namun pada bagian kesimpulan tetap murujuk dari hasil analisis

      Hapus
  68. Pak, dicontoh itu kan variabel X bpk ada X1 dan X2, jika variabel X saya hanya satu apakah bisa pakai analisis jalur/path? Karena di variabel saya juga ada variabel Y dan Z.

    Jika variabel X terhadap Y, X terhadap Z, dan Y terhadap Z hasilnya signifikan, namun nilai pengaruh tidak langsung lebih kecil drpd pengaruh langsung, apakah judul saya dikatakan tidak bisa diterima?

    BalasHapus
    Balasan
    1. 1. bisa pakai analisis jalur
      2. karena pengaruh tidak langsung lebih kecil dari pengaruh langsung..maka variabel intervening tidak efektif

      Hapus
  69. Terimakasih telah tidak pelit dalam membagikan ilmu pak, block ini sangat bermanfaat bagi saya, membuat saya tau ternyata skripsi itu tidak sesulit yang saya bayangkan kalau saya mau meluangkan waktu untuk belajar dan membaca sebentar.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Betul sekali mbak.. semoga sukses untuk kedepannya ya

      Hapus
  70. Pak,misalkan direct effect sama total effect minus karena Variabel 1 minus bagaimana interpretasi pathnya?terima kasih Pak

    BalasHapus
  71. pak sahid untuk analisis asumsi klasik apakah semua uji juga harus di lakukan ,dan apabila variabel X2 dalam uji heteroskadasitas apa yang harus di lakukan

    BalasHapus
  72. Permisi pak saya mau tanya, jika standarlized beta minus dan tdk signifikan apakah masih layak untuk dimasukan ke diagram jalurnya pak?, mohon tanggapannya

    BalasHapus
    Balasan
    1. Semua hasil dalam analisis jalur itu layak.. sementara hasil berpengaruh atau tidak, itu adalah persoalan yang lain

      Hapus
  73. Pak maaf mau tanya. Saya menguji pengaruh tidak langsung dg smartPLS hasilnya tidak mampu memediasi, tapi pakai uji sobel hasilnya mampu memediasi, itu gimana ya pak? Saya pakai yg mana ? Terimakasih

    BalasHapus
  74. Pak,kalo nilai BETA pada regresi berganda penafsirannya gimana ya? Apa benar ketika nilai beta pada setiap variabel bebasnya ketika dijumlahkan harus 100% ? Apakah memang ada teori para ahlinya? Tolong dijawab ya pak. Terimakasih

    BalasHapus
    Balasan
    1. Setau saya tidak bernar pak..pendapat nilai beta X jika dijumlahkan = 100%

      Hapus
  75. maaf pak mohon referensi nya ,ini menggunakan buku panduan siapa?

    BalasHapus
    Balasan
    1. bukunya dr. riduwan mbak..lihat covernya di Daftar Referensi

      Hapus
  76. Asumsi klasik Apa saja yg di gunakan dalam penelitian path analisis jika variabel bebasnya hanya 1,interveningnya 1 dan terikat 1?

    BalasHapus
    Balasan
    1. Idealnya: uji normalitas, uji linearitas, uji multikolinearitas, uji heteroskedastisitas dan uji autokorelasi pak

      Hapus
  77. Mohon info .. Penghitungan e1 dan e2 digunakan untuk apa?

    BalasHapus
  78. Assalamualaikum pak,bagaimana perhitungan jika nilai koefisien beta X nya negatif?
    Terimakasih

    BalasHapus
    Balasan
    1. Wa'alaikumsalam..jika nilai koefisien beta X negatif dan nilai signifikansi lebih kecil dari 0,05 maka menunjukkan arah pengaruh negatif

      Hapus
  79. Assalamualaikum pak, saya mau bertanya, sebelum memakai analisis jalur, apa perlu uji F atau t ?

    BalasHapus
    Balasan
    1. Wa'alaikumsalam.. uji t dan uji F tetap diperlukan mbak sebab uji t dan F adalah bagian dari penafsiran dalam analisis jalur

      Hapus
    2. Terimakasih baanyak pak tanggapannya. blog2 bapak juga sangat membantu..

      Hapus
  80. Slmt pagi kak.. Saya Diana,  semt akhir... Maaf sblm ny,  saya ingin tanya2 ttg penelitian skripsi saya yg berhubungan dgn bank (kinerja keuangan).. Jika ada 5 independen dan 2 dependen.  Nah saya ingin menguji apakah ada perbedaan pengaruh antara 5 independen dengan 2 dependen trsebut. Nah itu saya pakai uji apa ya kak?... Usulan dari dosen uji chow test,  sdgkan dosen yg lain brkata bukan. Tolong kak apakah ada solusi nya? ..Trima ksih 🙏

    BalasHapus
  81. assalamualaikum kak, saya ingin bertanya
    untuk kriteria " niai pengaruh tidak langsung lebih besar dari pengaruh langsung, maka x1 melalui Y mempunyai pengaruh signifikan terhadap z"
    sumber nya dari mana ya kak ?
    terima kasih

    BalasHapus
    Balasan
    1. Wa'alaikumsalam.. silahkan baca bukunya"
      Penulis : Dr. Riduwan, M.B.A.,M.Pd. dkk
      Tahun : 2011
      Judul buku : Cara Mudah Belajar SPSS Versi 17.0 dan Aplikasi Statistik Penelitian
      Penerbit : Alfabeta

      Hapus
  82. permisi pak, saya mau tanya, untuk analisis jalur apakah harus menerapkan analisis regresi juga ?
    terima kasih

    BalasHapus
    Balasan
    1. perlu diketahui bahwa analisis jalur adalah bagian dari analisis regresi.. jadi harus

      Hapus

Silahkan tinggalkan jejak sobat disini. Sehingga saya tau bahwa artikel di atas bermanfaat. Terimakasih