Cara Melakukan Uji F Simultan dalam Analisis Regresi

Cara Melakukan Uji F Simultan dalam Analisis Regresi | Melanjutkan postingan yang lalu mengenai Cara Melakukan Uji t Parsial dalam Analisis Regresi dengan SPSS, maka kali ini saya akan mengulas mengenai Cara Melakukan Uji F Simultan dalam Analisis Regresi. Berbeda dengan uji t yakni uji secara terpisah (parsial), uji F pada prinsipnya bertujuan untuk mengetahui pengaruh dari 2 (dua) variabel independent atau lebih secara simultan (bersama) terhadap variabel dependent.

Terdapat dua cara yang bisa digunakan untuk mengetahui ada atau tidaknya pengaruh signifikan dalam uji F. Cara yang pertama, kita dapat membandingkan antara nilai F hitung dengan nilai F tabel. Sedangkan cara yang kedua, kita dapat pula membandingkan nilai signifikansi atau nilai probabilitas dari hasil perhitungan SPSS apakah nilai signifikansi tersebut lebih besar atau lebih kecil dari nilai standar statistik yakni 0,05.

Dasar Pengambilan Keputusan dalam Uji F berdasarkan nilai F hitung dan F tabel
  1. Jika nilai F hitung > F tabel maka variabel independent (bebas) secara simultan berpegaruh terhadap variabel dependent (terikat).
  2. Sebaliknya, Jika nilai F hitung < F tabel maka variabel independent (bebas) secara simultan tidak berpegaruh terhadap variabel dependent (terikat).

Dasar Pengambilan Keputusan dalam Uji F berdarkan nilai signifikansi hasil dari output SPSS
  1. Jika nilai signifikansi < 0,05, maka variabel independent secara bersama-sama berpengaruh signifikan terhadap variabel dependent.
  2. Jika nilai signifikansi > 0,05 maka variabel independent secara bersama-sama tidak berpengaruh signifikan terhadap variabel dependent.

Pertanyaan yang sering diajukan oleh pelanggan saya, terkait dasar pengambilan keputusan dalam uji F ini adalah: “Mas dari dasar pengambilan keputusan dalam uji F di atas, manakah yang lebih betul atau lebih akurat, apakah dari nilai F hitung dengan F tabel atau melihat nilai signifikansi”?.

Jawaban dari pertanyaan pelanggan di atas sebetulnya sangatlah simpel, yakni SAMA-SAMA BETUL dan SAMA-SAMA AKURAT.

Alasan yang mendasari jawaban ini adalah jika nilai F hitung lebih besar dari F tabel, maka nilai signifikansi yang dihasilkan dari penggolahan data SPSS sudah pasti lebih kecil dari 0,05, di mana sama-sama berartikan pengaruh yang signifikan. Untuk membuktikannya, mari kita simak pembahasan detailnya berikut:

Sebagai contoh saya mempunyai hasil pengolahan data menggunakan Analisis Regresi Multipes dengan SPSS. Adapun lampiran gambar hasilnya sobat dapat lihat di bawah ini.

Data Penelitian yang Dipakai

Cara Melakukan Uji F Simultan dalam Analisis Regresi

Hasil Output Anova dalam Analisis Regresi

Cara Melakukan Uji F Simultan dalam Analisis Regresi

Intrepretasi Hasil Uji F Simultan dalam Analisis Regresi

Dari hasil output SPSS di atas, saya akan melakukan interpretasi menggunakan dua dasar pegambilan keputusan dalam Uji F sebagaimana yang sudah saya jelaskan di atas.

Pengambilan Keputusan Berdasarkan nilai F hitung dan F tabel
Dari output di atas, diperolah nilai F hitung sebesar 23,978. Langkah selanjutnya saya tinggal mencari nilai F tabel dan membandingkan dengan nilai F hitung 23,978. Rumus mencari F tabel adalah (k ; n-k)

Keterangan :
k = jumlah variabel Independent (bebas)
n = Jumlah responden atau sampel penelitian

Data di atas, menunjukkan bahwa k = 2 (X1 Motivasi, X2 Minat), dan n =12. Selanjutnya nilai ini kita masukkan ke dalam rumus, maka menghasilkan angka (2 ; 12-2) = (2; 10), angka ini kemudian kita jadikan acuan untuk mengetahui nilai F tabel pada distribusi nilai F tabel statistik (Download distribusi Nilai Tabel Statistik),

Cara Melakukan Uji F Simultan dalam Analisis Regresi

Maka diketahui bahwa nilai F tabel sebesar 4,10. Karena nilai F hitung 23,978 lebih besar dari nilai F tabel 4,10 maka dapat ditarik kesimpulan bahwa variabel bebas X1 dan X2 (secara simultan) berpengaruh terhadap variabel terikat (Y).

Pengambilan Keputusan dalam Uji F berdasarkan Nilai Signifikansi
Dari output SPSS di atas, diketahui nilai signifikansi sebesar 0,000. Karena nilai singnifikansi 0,000 < 0,05 sesuai dengan dasar pengambilan keputusan dalam uji F maka dapat disimpulkan pula bahwa Motivasi (X1) dan Minat (X2) (secara simultan) berpengaruh terhadap Prestasi (Y).

Dengan melihat penjabaran di atas, maka pengambilan keputusan dalam uji F baik itu membadingkan nilai F hitung dengan nilai F tabel, maupun berpedoman pada nilai signifikansi diperoleh hasil yang sama pula atau hasil yang konsisten.

Demikian pembahasan kali ini mengenai Cara Melakukan Uji F Simultan dalam Analisis Regresi, semoga bermanfaat.. selamat mencoba, Good Luck Sobat…

Baca : Makna Koefisien Determinasi [R Square] dalam Analisis Regresi Linear

[Search : Cara Melakukan Uji F Simultan dalam Analisis Regresi menggunakan Program SPSS, Langkah-Langkah Uji F pada Analisis Regresi Berganda, Dasar Pengambilan Keputusan dalam Uji F]
Lihat Juga: VIDEO Uji t dan Uji F dalam Analisis Regresi Lengkap

39 Responses to "Cara Melakukan Uji F Simultan dalam Analisis Regresi"

  1. mas saya mau tanya, saya ada liat rumus yang seperti ini n-k-1 kok beda sama yang tertulis di artikel yang benar yang seperti apa, mohon penjelasannya, terimakasih

    BalasHapus
    Balasan
    1. Mencari F tabel rumusnya adalah jumlah sample dikurangi jumlah variabel bebas dikurangi 1

      Hapus
  2. perkenalkan saya iim mahasiswi disalah satu universitas negeri di kota serang. saya masih bingung mas dengan uji f simultan.saya ingin bertanya kalo dalam penelitian terdapat variabel moderasi apakah variabel moderasi juga dimasukkan dalam kolom independen ?? dan satu lagi apakah interaksi antara variabel X dikali moderasi misalkan (X*KO) dimasukkan juga dalam kolom independen dalam uji F ?

    Jd intinya apakah variabel moderasi juga dimasukkan dalam uji F simutan ?
    apakah interaksi antara variabel X dkasi variabel moderasi juga dimasukkan dalam uji F ?

    Mohon bantuannya,, terimakasih

    BalasHapus
    Balasan
    1. Salam.. dalam kasus variabel moderating nampaknya mbak perlu baca dulu : Cara uji regresi dengan variabel moderating

      Hapus
  3. Pak bagaimana jika signifikansi bear dari 0.05? Apa solusinya

    BalasHapus
    Balasan
    1. jika nilai signifikansi hasil SPSS tepat di angka 0,05 maka lakukan uji F, atau membandingkan antra F hitung dengan F tabel..

      Hapus
  4. Sy membaca beberapa literatur bahwa uji F hanya di gunakan untuk uji kelayakan model....bukan untuk menerangkan pengaruh variabel bebas x secara simultan thd variabel terikat y........mohon pencerahannya.....mksh

    BalasHapus
    Balasan
    1. sebatas yang saya ketahui bahwa uji F dalam analisis regresi bertujuan untuk mengetahui pengaruh simultan pak

      Hapus
  5. pak saya mau nanya kalo f tabel 3;33 bagaimana?sedangkan di tabel f tidak ada ada angka 33

    BalasHapus
    Balasan
    1. cari angka yang terdekat dengan 33 misal 35 atau 30 mbak nayla

      Hapus
  6. Mas saya mau tanya jadi kasus skripsi saya itu seperti ini, hipotesis saya cuma 1 yaitu variabel x berpengaruh terhadap variabel y tapi variabel x saya di uraikan ke dalam 4 indikator, nah di uji t saya mengujinya secara parsial tetapi di uji f saya mengujinya secara simultan. Masalahnya dari 4 indikator itu ada 2 yang pengaruhnya positif dan 2 indikator lainnya berpengaruh negatif. Nah saya mau tanya bagaimana cara menyatukan 4 indikator itu agar dapat diuji secara simultan di uji F?

    BalasHapus
    Balasan
    1. saya kira ada kesalahan persepsi mas.. yang di uji itu pengaruh variabel x terhadap y.. dan bukan pengaruh indikator varibel x terhadap y..untuk indikator x tehadap y pakai korelasi dimensi saja pak untuk melihat hubungan antar variabel

      Hapus
  7. assalamualaikum mas, saya mau tanyak rumus uji F yang seperti punya mas, itu menurut siapa ya mas ? bisa kasi tau buku dan pengarangnya mas ?

    BalasHapus
    Balasan
    1. wss. buka bukunya singgih santoso pak

      Hapus
  8. dalam penelitian keuangan..
    saya menemukan uji F tidak berpengaruh dan tidak signifikan tapi ada juga yg brpengaruh dan signifikan,..apakah bisa diubah jadi signifikan?
    variabel bebas saya ada 5
    dgn jumlah sampel 12.

    BalasHapus
    Balasan
    1. kalau hanya 12 sample kecenderungannya sulit pak

      Hapus
  9. untuk pengertian daari h0 diterima atau ha ditolak dan sebaliknya itu gimana ya mengartikannya? terima kasih

    BalasHapus
    Balasan
    1. Ho = tidak ada pengaruh
      Ha = ada pengaruh

      Mana yang ditolak dan diterima: misal hasilnya berpengaruh maka ho ditolak dan ha diterima

      Hapus
  10. kalo uji f pake spss langsung membaca dari signifikannya bisa kan ya?

    BalasHapus
    Balasan
    1. bisa kok..itulah salah satu fungsi kita menggunakan SPSS untuk analisis data

      Hapus
  11. Maaf sebelumnya, kalau f hitung didapat nilainya sbesar 968.865 .itu bagaimana yaa, apakah datanya salah atau memang tidak layak?

    BalasHapus
  12. nilai signifikan saya dibawah 0,05 tapi t hitungnya negatif. jika dibandingkan dengan t tabel maka thitung < ttabel. jadi jika berdasarkan signifikansi hasilnya berpengaruh, tapi kalau dilihat dari thitung dan ttabel jadinya ga berpengaruh. kalau seperti itu gimana mas? berpengaruh atau tidak?
    mohon pencerahannya, terimakasih.

    BalasHapus
    Balasan
    1. itu termasuk kategori pengaruh negatif mbak.. lihat contohnya pada uji regresi sederhana di blog ini..kebetulan disitu juga pengaruh negatif

      Hapus
  13. bagaimana jika hasil uji f lebih besar dri 0,05 ? apa yg bisa dilakukan ?mohon pencerahannya ,, terimakasih

    BalasHapus
  14. mau nanya mas sahid, wajib atau tidak kita dalam skripsi ada uji F ?? kakak kelas saya tidak menggunakan uji f dan hanya uji T saja, itu kenapa demikian ? bisa dijelaskan mas ?
    1. apakah wajib ada uji f pada skripsi , mohon alasannya..
    2. apakah dlam skripsi boleh uji T saja dipergunakan, mohon alasannya ...
    trimakasi banyak mas sahid

    BalasHapus
    Balasan
    1. Semua tergantung pada hipotesis yang mas ajukan dalam penelitian..jadi antara 1 peneliti dengan peneliti yang lain dimungkinkan berbeda uji uji yang dipakai

      Hapus
  15. assalamualaikun mas. sy mau tanya .
    kalo data pengujian kita dr awal sudah valid semua dan reliabel . tp pas di uji t dan uji f nya tdk signifikan. itu kenapa y mas??dan boleh minta solusinya ga??

    BalasHapus
    Balasan
    1. wa'alaikumsalam.datanya memang tidak menunjukan adanya pengaruh..kalau ingin berpengaruh coba ganti data mbak

      Hapus
  16. permisis om mau tanya teori yang menjelaskan uji ketepatan model itu menurut teorinya siapa ya?? sama alatnya pake SEM apa pake SPSS??

    BalasHapus
  17. Pak ingin bertanya untuk uji f jika tidak signifikan apa penelitian dapat dilanjutkan ?
    dan apakah ada cara agar uji f menjadi signifikan ?
    Terimakasih

    BalasHapus
    Balasan
    1. Dalam penelitian hasil menunjukkan tidak berpengaruh itu sebenarnya tidak masalah..cuma jika dalam sidang skripsi kadang ada dosen yang menghendaki agar hasilnya berpengaruh..itu sebenarnya yang jadi masalah mbak

      Hapus
  18. salam pak sahid. uji F saya tidak signifikan dgn nilai F 2.214 dan nilai signifikansi 0.114. saya mau tanya apa yang harus saya lakukan agar uji F nilainya signifikan? apakah saya harus menambah variabel? karena dosen penguji saya menghendaki nilai dari F itu signifikan. mohon sarannya pak, terimakasih.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Salam..penyebab nilai tidak signifikan pada uji F adalah karena data x tidak konsisten dengan data Y..jika data kuesioner bisa dengan cara sebarulang..sementara jika data skunder bisa dengan penambahan data pak

      Hapus
    2. terimakasih atas balasannya pak. data saya ialah data sekunder, berarti untuk menaikkan signifikansi dri uji F harus menambah n nya pak? apakah penambahan variabel x memungkinkan kenaikan signifikansi uji F? terimakasih

      Hapus
    3. Menambahkan atau menggurangi jumlah data penelitian memang tidak menjamin dalam uji t maupun F akan signifikan.. namun demikian tidak ada salahnya jika dicoba dulu pak

      Hapus
  19. maaf pak, saya salah satu mahasiswi di perguruan tinggi di semarang, saya ini proses skripsi. jurnal utama saya mengacu pada Karunia Utami dan Sylvia Veronica Siregar tentang pengungkapan segmen operasi terhadap kualitas laba 2016. di jurnal tersebut memakai analisis regresi data panel pak, tapi tidak ada uji asumsi klasik dan hipotesis pak. apakah bisa regresi data panel tidak menggunakan uji hipotesis pak? saya juga kurang paham dengan jurnal tersebut pak. apakah bapak bisa membantu saya, apakah data panel yang ada di jurnal tersebut benar tidak menggunakan uji hipotesis?

    BalasHapus
  20. Balasan
    1. Sama-sama mbak Ratih..terimakasih telah meninggalkan jejak

      Hapus

Silahkan tinggalkan jejak sobat disini. Sehingga saya tau bahwa artikel di atas bermanfaat. Terimakasih