Panduan Analisis Regresi Variabel Dummy dengan SPSS lengkap

Panduan Analisis Regresi Variabel Dummy dengan SPSS lengkap | Selamat malam kawan-kawan semua. Assalamu'alaikum warahmatullahhi wabarakatuh, pada kesempatan kali ini saya akan membagikan cara menyelesaikan sebuah kasus penelitian dalam analisis regresi menggunakan variabel dummy dengan program SPSS. Untuk itu, silahkan siapkan secangkir kopi dan cemilan anda terlebih dahulu supaya pembahasan panjang kita kali ini berjalan bisa lebih asik dan menyenangkan.

KONSEP DASAR ANALISIS REGRESI MENGGUNAKAN VARIABEL DUMMY

Seperti yang kita ketahui bersama bahwa uji regresi atau analisis regresi sendiri pada dasarnya dilakukan dengan tujuan untuk mengetahui apakah variabel bebas (X) berpengaruh terhadap variabel terikat (Y). Perbedaan antara analisis regresi pada umunya dengan analisis regresi variabel dummy adalah terletak pada jenis data yang digunakan. Analisis regresi biasa pada umumnya menggunakan jenis data berskala interval untuk variabel bebas maupun variabel terikat. Sementara untuk analisis regresi dengan variabel dummy data untuk variabel terikat atau dependen adalah data kuantitatif seperti data harga, penjualan, gaji dan lain sebagainya dan untuk data variabel bebas atau independent adalah data non metrik atau data kategori (variabel dummy), seperti data jenis kelamin (laki-laki dan perempuan). Kemudian data kategori tersebut diberi kode dummy yang dinyatakan dengan angka 1 dan 0.

PEDOMAN PENGAMBILAN KEPUTUSAN DALAM ANALISIS REGRESI MENGGUNAKAN VARIABEL DUMMY | Pengambilan keputusan dalam uji ini dapat dilakukan dengan dua cara yakni dengan melihat nilai signifikansi hasil output SPSS atau dengan cara membandingkan nilai t hitung dengan nilai t tabel.

Melihat nilai Signifikansi dari Ouput SPSS
  1. Jika nilai signifikansi lebih kecil dari < 0,05 maka ada pengaruh variabel bebas (X) terhadap variabel terikat (Y). 
  2. Sebaliknya, jika nilai signifikansi lebih besar dari > 0,05 maka tidak ada pengaruh variabel bebas (X) terhadap variabel terikat (Y).
Membandingkan nilai t hitung dengan t tabel
  1. Jika nilai t hitung > t tabel maka ada pengaruh variabel bebas (X) terhadap variabel terikat (Y).
  2. Jika nilai t hitung < t tabel maka tidak ada pengaruh variabel bebas (X) terhadap variabel terikat (Y).

Catatan: adanya dua cara dalam pengambilan keputusan untuk analisis ini, dapat lebih berguna ketika nilai signifikansi hasil SPSS tepat di angka 0,05. Maka dari itu pengambilan keputusan tetap dapat dilakukan dengan cara membandingkan nilai t hitung dengan t tabel.

CONTOH KASUS ANALISIS REGRESI MENGGUNAKAN VARIABEL DUMMY

Seorang manajer perusahaan “Permen Karet” ingin mengetahui apakah ada pengaruh antara gaji yang diberikan perusahaan kepada salesmen berdasarkan jenis kelamin salesman tersebut. Adapun datanya sebagai berikut:

Data Analisis Regresi Variabel Dummy SPSS

Data jenis kelamin dapat juga disebut dengan variabel dummy. Selanjutnya, agar lebih mudah menganalisis data di atas maka kita harus memberikan kode untuk data variabel jenis kelamin (X) ini, yakni dengan kode 1 untuk laki-laki dan 0 untuk perempuan. Setelah pemberian kode dilakukan, maka tampilan data menjadi seperti gambar di bawah ini.

Analisis Regresi Variabel Dummy SPSS

[Download Data untuk Latihan]

PENYELESAIAN KASUS ANALISIS REGRESI MENGGUNAKAN VARIABEL DUMMY DENGAN SPSS

1. Buka program SPSS atau buat lembar kerja baru di SPSS dengan cara klik File – New – Data
2. Dari tampilan awal SPSS klik Variable View untuk pemasukkan nama dan mendefinisikan varabel.

Variabel pertama: Gaji (Y), maka isikan:
Name: ketikkan Y
Type: pilih Numeric
Width: pilih 8
Decimals: pilih 0
Label: tuliskan Gaji
Value: pilih None
Missing: pilih None
Columns: pilih 8
Align: pilih Right
Measure: pilih Scale
Role: pilih Input

Variabel kedua: Jenis Kelamin (X), maka isikan:
Name: ketikkan X
Type: pilih Numeric
Width: pilih 8
Decimals: pilih 0
Label: tuliskan Jenis Kelamin
Value: pilih None
Missing: pilih None
Columns: pilih 8
Align: pilih Right
Measure: pilih Scale
Role: pilih Input

Sehingga akan tampak di layar sebagai berikut:

Panduan Analisis Regresi Variabel Dummy dengan SPSS lengkap

3. Setelah nama variabel didefinisikan, langkah selanjutnya adalah mengisi 10 data gaji dan kode jenis kelamin sebagaimana data di atas. Untuk itu klik Data View lalu isikan datanya sehingga akan tampak di layar sebagai berikut:

Panduan Analisis Regresi Variabel Dummy dengan SPSS lengkap

4. Setelah pengisian data dilakukan langkat selanjutnya adalah klik menu Analyze lalu klik Regression lalu kli Linear…

Panduan Analisis Regresi Variabel Dummy dengan SPSS lengkap

5. Muncul kotak dialog “Linear Regression”, masukkan Gaji (Y) ke kotak Dependent dan Jenis kelamin (X) ke kotak Independent (s). Pada kotak Method pilih Enter. Sehingga akan tampak di layar sebagai berikut:

Uji Regresi Variabel Dummy dengan SPSS

Klik Ok

6. Maka muncul output SPSS sebagai berikut:

Output Analisis Regresi Variabel Dummy dengan SPSS


PENGAMBILAN KEPUTUSAN DAN KESIMPULAN

Sebelum kita masuk pada pembahasan tentang pengambilan keputusan dan kesimpulan berdasarkan interpretasi atas output SPSS di atas, maka ada baiknya saya sampaikan terlebih dahulu rumusan masalah dan hipotesis yang saya ajukan dalam contoh kasus ini, untuk menghindari kesalahpahaman dari pembaca semua.

Rumusan Masalah: apakah ada pengaruh antara besarnya gaji dengan jenis kelamin salesmen pada perusahaan permen karet?

Hipotesis:
Ho : Tidak ada pengaruh antara besarnya gaji dengan jenis kelamin salesmen.
Ha : Ada pengaruh antara besarnya gaji dengan jenis kelamin salesmen.

Output Analisis Regresi Variabel Dummy dengan SPSS

Berdasarkan output kedua (Model Summary) diketahui nilai R sebesar 0,939 yang menunjukkan angka korelasi atau hubungan yang sangat kuat antara gaji dengan jenis kelamin salesman.

Baca: Tutorial Analisis Korelasi Rank Spearman dengan SPSS

Output Analisis Regresi Variabel Dummy dengan SPSS

Berdasarkan output keempat (Coefficients) di atas, maka persamaan regresi dalam contoh kasus ini adalah:
Gaji = 40.000 + 50.000 (Jenis Kelamin)
Konstanta 40.000 menunjukkan gaji rata-rata yang diterima perbulan:
Salesmen perempuan (kode 0) adalah:
Gaji = 40.000 + [50.000 (0)] = 40.000 perbulan
Salesmen laki-laki (kode 1) adalah:
Gaji = 40.000 + [50.000 (1)] = 90.000 perbulan

PENGAMBILAN KEPUTUSAN BERDASARKAN NILAI SIG DAN NILAI HITUNG
  1. Cara 1: dari output di atas diperoleh nilai signifikansi sebesar 0,000 atau lebih kecil dari 0,05 maka Ho ditolak dan Ha diterima.
  2. Cara 2: diketahui nilai t hitung 7,746 lebih besar dari t tabel 2,262, maka Ho ditolak dan Ha diterima.

Rumus Mencari t tabel:
Karena uji dua sisi maka menggunakan = 0,025
(df) = n (jumlah sampel) dikurangi 1 (jumlah variabel bebas) = 10 – 1 = 9
Nilai 0,025 ; 9 kemudian kita lihat pada distribusi nilai t tabel, maka di peroleh nilai t tabel sebesar 2,262

Download Distribusi nilai t tabel

PENGAMBILAN KEPUTUSAN DENGAN KURVA REGRESI

Kurva Analisis Regresi Variabel Dummy dengan SPSS

Berdasarkan kurva regresi di atas, terlihat bahwa nilai t hitung 7,746 terletak di area pengaruh positif sehingga dapat disimpulkan bahwa Ho ditolak dan Ha diterima. Dengan demikian dapat di artikan bahwa Ada pengaruh antara besarnya gaji dengan jenis kelamin salesmen pada perusahaan Permen Karet.

Demikian pembahasan kita mengenai analisis regresi menggunakan variabel dummy dengan SPSS, walaupun cukup panjang pembahasannya, namun demikian hal ini adalah upaya kami supaya pembaca dapat memperoleh informasi yang lebih jelas dan lengkap.. semoga bermanfaat.
Tonton : VIDEO Teknik Uji Variabel Dummy dalam Analisis Regresi SPSS bagi Pemula
[Search: Panduan Analisis Regresi Variabel Dummy dengan SPSS lengkap, Cara Uji Regresi dengan Variabel Dummy menggunakan SPSS, Contoh Analisis Regresi Variabel Dummy dengan SPSS versi 21, Langkah-langkah Uji Regresi dengan Variabel Dummy SPSS]

38 Responses to "Panduan Analisis Regresi Variabel Dummy dengan SPSS lengkap"

  1. Mas mau tanya, saya punya variabel yang 1 dan variabel x nya 4. Dua diantaranya variabel dummy itu bagaimana cara uji dan pakai uji apa saja yah?

    BalasHapus
    Balasan
    1. Sama saja mbak..semacam regresi linear berganda..cuma menggunakan data dummy

      Hapus
  2. Jika hasil dari survey yg dilakukan variabel dummy yg diukur semua menunjukan angka 1 dan tidak ada yg 0,bisakah penelitian dilanjutkan ? Terima kasih mohon bantuannya.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Jika seperti itu datanya saya rasa tidak bisa mbak

      Hapus
  3. Cara membuat distribusi interval dari data gaji dan angket gimana ya, mohon bantuanya

    BalasHapus
    Balasan
    1. Dibuat karegori dulu misal, sangat tinggi, tinggi, rendah, sangat rendah.. kemudian baru di intervalkan pakai msi mas

      Hapus
  4. Mas, contoh di atas variabel dummynya variabel X kan. Gimana kalau variabel dummynya variabel Y, apakah caranya sama ? mohon bantuannya, terima kasih.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Sama kok mbak..silahkan dipraktekkan

      Hapus
  5. Mas.. paswordnya apa pada data latihan?

    BalasHapus
  6. apakah variabel dummy perlu di uji valid dan reliabel nya, bagaimana caranya ! mohon info

    BalasHapus
    Balasan
    1. pakai validitas ahli mas.. bukan validitas isi

      Hapus
  7. misi pak..
    skripsi saya variabel dependen (Y) = kepuasan pengguna
    independen (X) = ada 4 variabel :
    1. kegunaan (8 indikator)
    2. informasi (7 indikator)
    3. layanan (7 indikator)
    4. keseluruhan (1 indikator)


    nah pertanyaannya, apakah variabel dependen itu harus memiliki indikator? karna skripsi saya variabel Y nya tidak memiliki indikator, jadi untuk melakukan analisis regresi linear berganda bagaimana prosesnya pak ?

    BalasHapus
    Balasan
    1. masak variabel kepuasan pengguna tidak memiliki indikator mbak..saya agak meragukan itu..sederhananya ciri-ciri pengguna yang puas itu indikator mbak..hayo gimana?hehe

      Hapus
    2. saya lihat dari jurnal ini pak..
      https://www.google.co.id/url?sa=t&rct=j&q=&esrc=s&source=web&cd=1&cad=rja&uact=8&ved=0ahUKEwjp-triupXYAhWJtY8KHYtMBkAQFggsMAA&url=https%3A%2F%2Fopenlibrary.telkomuniversity.ac.id%2Fpustaka%2Ffiles%2F116060%2Fjurnal_eproc%2Fanalisis-kualitas-website-lazada-indonesia-berdasarkan-metode-webqual-4-0-dan-pengaruhnya-terhadap-kepuasan-pengguna.pdf&usg=AOvVaw36Ee-beuTQi_rmBirkq-4o

      kalo dilihat dari jurnal tersebut gimana pak ? :"(

      Hapus
    3. jika demikian maka langsung pakai nilai jawaban responden saja mbak untuk meregresikannya

      Hapus
    4. tapi untuk variabel Y nya tidak memiliki nilai pak...
      untuk memperoleh konstanta bagaimana pak ? terimakasih pak :)

      Hapus
    5. Jika variabel y tidak memiliki nilai saya rasa tidak bisa mas

      Hapus
  8. Selamat siang mas, saya mau tanya. Variabel penelitian saya "Pengaruh gaya belajar dan motivasi belajar matematika siswa terhadap prestasi belajar matematika siswa". Gaya belajar disini ada 3 macam yaitu gaya belajar visual, auditori, kinestetik. Apakah variabel gaya belajar tersebut termasuk variabel dummy ?
    Kemudian, untuk analisis datanya menggunakan apa ya mas ?
    Terimakasih

    BalasHapus
  9. Assalamualaikum w. w.
    Saya Bagus,
    Pak, saya ingin bertanya bagaimana proses pengolahan data SPSS jika kedua variabel, baik independen maupun dependen adalah variabel dummy?
    Terima kasih sebelumnya.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Wa'alaikumsalam..caranya sama pak sebagaimana analisis regresi pada umumnya

      Hapus
  10. Mas saya mau tanya. Sya sdg meneliti kinerja keuangan bank milik pemerintah (BNI, BTN, BRI, MANDIRI) menggunakan analisis rasio dg sistem regresi linear berganda. Tp hasil olahan saya tidak signifikan. Sdngkn pmbbing mau data nya signifikan. Gimana ya mas cara nya supaya signifikan. Mohon bantuan nya mas.

    BalasHapus
  11. kak mau tanya, saya mempunya data, data laporan keuangan sehinggal menghasilkan angka desimal dan data saya juga ada yg memakai varaibel dummy. apakah langsung diolah menggunakan spss atau dataya masih disamakan dulu? mohon bantuannya

    BalasHapus
    Balasan
    1. Langsung dianalisis saja tidak masalah mbak.. semoga sukses

      Hapus
  12. mas saya mau tanya saya meneliti dg varibel y= pencegahan perilaku kecurangan , x1= etika dan x2 variabel dummy = it capability.. yang saya tanyakan, uji apa saja yg harus di olah ( uji regresi seperti biasa, validitas, reabilitas, uji asumsi klasik, uji t, uji f)

    BalasHapus
    Balasan
    1. Untuk variabel dummy tidak perlu dilakukan uji instrumen seperti uji validitas dan reliabilitas.. sementara uji asumsi klasik tetap harus dilakukan untuk model regresi pengaruh x1 dan x2 terhadap y.. kemudian uji t dan uji F tetap pakai mbak

      Hapus
  13. Asalam mualaikum pak.
    Mohon pencerahan pak.
    Saya lagi penelitian tentang faktor yg berhubungan dengan perambahan jadi saya mau melihat pengaruh variabel X itu ada 7 variabel terhadap luas lahan garapan yaitu Y
    Jadi dalam penelitian ini saya mau melihat pengaruh 7 variabel X terhadap variabel Y
    Variabel
    X1 : faktor Ekonomi
    x2 : Akses terhadap hutan
    X3 : izin perangkat desa
    X4 : sangsi hukum
    X5 : petugas pengawas
    X6 : sponsor perambah
    X7 : jual beli lahan.

    Jadi saya binggung untuk mengolah hasil dari kuisioner. Setiap saya masukan nilai selalu berubah.


    BalasHapus
    Balasan
    1. Wa'alaikumsalam..maksudnya selalu berubah bagaimana pak?

      Hapus
  14. selamat malam bapak Sahid Raharjo, saya sedang melakukan penelitian tugas akhir dengan variabel - variabel seperti berikut
    x1 ukuran dewan komisaris dengan rentang angka biasa ( 1-10)
    x2 proporsi komisaris independen dengan menggunakan presentase ( 25%, 50%) dll
    x3 kepemilikan manajerial juga dengan menggunakan presentase (1%, 15%) dll
    x4 karakteristik komite audit dengan menggunakan angka poin dari angka 1 hingga 7
    y fraud dengan variabel dummy

    yang saya ingin tanyakan adalah di variabel independen saya terdapat perbedaan output pak dari 1 variabel dengan variabel lainnya misal x1 angka biasa (1,3,4 dll) sedangkan x2 dan x3 menggunakan angka presentase (25%, 34% dll) . dengan perbedaan jenis output dari variabel - variabel independen tersebut apakah hasil dari uji t dan uji f nya masih benar ya pak? atau harus saya samakan terlebih dahulu jenis outputnya? terimakasih

    BalasHapus
  15. Selamat sore Pak Sahid, saya mau bertanya.

    kalau variabel independen (X) yang saya gunakan merupakan campuran dari data dummy dan rasio, pakai metode analisanya yang "Linear" atau yang "Binary Logistic" ya?

    atau malah tidak bisa dianalisa sama sekali karena jenis datanya campuran?

    data saya sebagai berikut :
    Y = opini auditor (1 = opini going concern, 0 = opini unqualified)

    X1 = reputasi KAP (1 = termasuk dlm big-4, 0 = tdk termasuk big-4)
    X2 = rasio profitabilitas
    X3 = rasio Likuiditas

    mohon bantuannya, terimakasih

    BalasHapus
  16. Salam pak Sahid,

    Saya butuh pencerahan bapak. Saya ingin mengalisis antara jumlah penduduk dan penggunaan lahan (contoh: permukiman, pertanian, kebun). Saya menentukan bahwa variabel X dan Y sbg berikut:

    Y: total penduduk
    X1: permukiman
    X2: pertanian
    X3: kebun

    yang ingin saya analisis adalah berapa persebaran total penduduk untuk masing-masing kelas penggunaan tanah tersebut (unit analisis saya berdasarkan kecamatan), apakah bisa dilakukan menggunakan Multi Regresi Analisis? Mohon pencerahannya pak

    BalasHapus
    Balasan
    1. Apa tidak sebaiknya menggunakan distribusi frekuensi mbak..kalau hanya melihat sebaran total

      Hapus
  17. selamat pagi pak. saya sedang melakukan penelitian untuk tugas akhir,yang diuji dengan kuesioner dan salah satu variabel independennya merupakan variabel dummy. kira - kira dalam penelitian menggunakan uji apa? apakah dalam menguji variabel dummy harus menggunakan asumsi klasik atau menggunakan uji validitas & reabilitas?

    BalasHapus
    Balasan
    1. untuk variabel dummy uji validitas dan reliabilitasnya pakai rujukan teori mbak

      Hapus
  18. Assalamualaikum pak
    Saya mau tanya, untuk mengetahui t-tabel pada hasil regresi variabel dummy bagaimana ya pak ?
    Terima kasih pak

    BalasHapus
    Balasan
    1. Wa'alaikumsalam.. cara mencari t tabelnya sama seperti mencari t tabel pada analisis regresi biasa mbak

      Hapus
  19. Pak maksudnya uji validitas dengan rujukan teori bagaimana ya untuk variabel independennya dummy ?

    BalasHapus
  20. Pak mau nanya.

    Bagaimana uji path apabila dua Hipotesis beda Uji? Yg satu pake anilisis regresi logistik ordinal dan satunya uji asumsi klasik. Terimakasih

    BalasHapus
  21. Terima kasih. Artikelnya lengkap dan panjang...klo boleh saran, backgroundnya jangan gelap pak..

    BalasHapus

Silahkan tinggalkan jejak sobat disini. Sehingga saya tau bahwa artikel di atas bermanfaat. Terimakasih