Cara Melakukan Uji Linearitas dengan Program SPSS

Cara Melakukan Uji Linearitas dengan Program SPSS | Sebelum saya mulai pada Uji Linearitas, sekedar mengingatkan bahwa sebelumnya kita sudah belajar tentang Cara Melakukan Uji Normalitas Kolmogorov-Smirnov dengan SPSS

Secara umum Uji Linearitas bertujuan untuk mengetahui apakah dua variabel mempuyai hubungan yang linear secara signifikan atau tidak. Data yang baik seharusnya terdapat hubungan yang linear antara variabel predictor (X) dengan variabel kriterium (Y). Dalam beberapa referensi dinyatakan bahwa Uji Linearitas merupakan syarat sebelum dilakukannya Uji Regresi Linear

Suatu uji yang dilakukan harus berpedoman pada dasar pengambilan keputusan yang jelas. Dasar pengambilan keputusan dalam Uji Linearitas dapat dilakukan dengan dua cara:

Pertama adalah dengan melihat nilai signifikansi pada output SPSS : Jika nilai signifikansi lebih besar dari 0,05, maka kesimpulannya adalah terdapat hubungan linear secara signifikan antara variabel predictor (X) dengan variabel kriterium (Y). Sebaliknya, Jika nilai signifikansi lebih kecil dari 0,05, maka kesimpulannya adalah tidak terdapat hubungan yang linear antara variabel predictor (X) dengan variabel kriterium (Y).

Kedua adalah dengan melihat Nilai Fhitung dan Ftabel : Jika nilai Fhitung lebih kecil dari Ftabel maka kesimpulannya adalah terdapat hubungan linear secara signifikan antara variabel predictor (X) dengan variabel kriterium (Y). Sebaliknya, Jika nilai Fhitung lebih besar dari Ftabel maka kesimpulannya adalah tidak terdapat hubungan linear antara variabel predictor (X) dengan variabel kriterium (Y).

Untuk lebih jelasnya SPSS Indonesia akan mempraktekkan Cara Melakukan Uji Linearitas dengan Program SPSS, data yang saya akan uji adalah variabel Motivasi Belajar (X) dengan variabel Prestasi Belajar (Y), dengan N=12. Adapun rincian datanya, lihat gambar di bawah ini.

Uji Linearitas

Langkah-langkah yang harus dilakukan untuk Uji Linearitas, yakni :
1. Buka program SPSS, klik Variable View
2. Selanjutnya, pada bagian Name tulis saja Motivasi kemudian Prestasi, pada Decimals ubah semua menjadi angka 0, pada bagian Label tuliskan Motivasi Belajar kemudian Prestasi belajar, abaikan yang lainnnya.

Uji Linearitas

3. Setelah itu, klik Data View, dan masukkan data Motivasi Belajar dan Prestasi Belajar yang sudah dipersiapkan tadi, bisa dengan cara copy-paste.

Uji Linearitas

4. Berikutnya, dari menu utama SPSS pilih Analyze, lalu klik Compare Means, dan pilih Means

Uji Linearitas

5. Muncul kotak dengan nama Means, masukkan variabel Motivasi Belajar (X) ke kotak Independet List dan variabel Prestasi Belajar (Y) ke kotak Dependet List

Uji Linearitas

6. Selanjutnya, klik Options, pada Statistik for First Layer, pilih Test of Linearity, kemudian klik Continue

Uji Linearitas

7. Langkah terahir adalah klik Ok untuk mengakhiri perintah.

Tampilan Output SPSS :

Uji Linearitas

Seperti yang sudah saya jelaskan di awal bahwa dasar pengambilan keputusan dalam Uji Linearitas dapat dilakukan dengan dua cara yakni melihat nilai signifikansi dan nilai F.

Berdasarkan nilai signifikansi : dari output di atas, diperoleh nilai signifikansi = 0,867 lebih besar dari 0,05, yang artinya terdapat hubungan linear secara signifikan antara variable Motivasi Belajar (X) dengan variable Prestasi Belajar (Y).

Berdasarkan nilai F : dari output di atas, diperoleh nilai Fhitung = 0,145, sedang Ftabel kita cari pada tabel Distribution Tabel Nilai F0,05 (Download tabel Distribution Tabel Nilai F0,05), dengan angka df nya, dari output di atas diketahui df 2.8 (angka yang saya lingkari merah). Lalu kita cari pada tabel Distribution Tabel Nilai F0,05, ditemukan nilai Ftabel = 4,46. Karena nilai Fhitung lebih kecil dari Ftabel maka dapat disimpulkan bahwa terdapat hubungan linear secara signifikan antara variable Motivasi Belajar (X) dengan variable Prestasi Belajar (Y).

Demikian tadi artikel tutorial dengan judul Cara Melakukan Uji Linearitas dengan Program SPSS, selamat mencoba.. dan jika ada yang kurang jelas silahkan berkomentar…?

Selanjutnya : Panduan Lengkap Uji Analisis Regresi Linear Sederhana dengan SPSS

[Search : Cara Melakukan Uji Linearitas dengan Program SPSS, Uji Linearitas data statistik dengan SPSS versi 21, langkah-langkah melakukan Uji Linearitas, Tutorial melakukan Uji Linearitas dengan Software SPSS]
[Img : Dokumen hasil olah data dengan bantuan program SPSS versi 21]
Lihat Juga: VIDEO Uji Linearitas dengan SPSS Lengkap

106 Responses to "Cara Melakukan Uji Linearitas dengan Program SPSS"

  1. apa yang menyebabkan hasil uji tidak linier, padahal dari uji normalitas data x1,x2 dan x3 sudah normal?

    BalasHapus
    Balasan
    1. banyak faktor pak salah satunya nilai r2nya terlalu kecil jadi hasilnya tidak linear

      Hapus
  2. Pagi,mau tanya kenapa hasil uji linearitas saya keluar, tulisan for few case, der variabel cant be shown. Sementara variabel CR bisa dengan hasil >0.05
    Apa solusinya

    BalasHapus
  3. Untuk nilai r2 dengan hasil 0.608 dan semua uji terpenuhi kecuali integritas
    Apakah uji linearitas garis represi dan uji linearitas sama ? Karena saya menemukan buku yang menyatakan bahwa hasil uji garis linearitas bisa pakai f dari anova tetapi dari buku ini tidak memakai uji test for linearity

    BalasHapus
    Balasan
    1. Maaf setau saya uji linearitas bisa menggunakan nilai hitung dan tabel juga, selainnya itu agar mudah menggunakan nilai sig linearity aja..

      Hapus
  4. mas, saya menggunakan 3 variabel independen dan 1 variabel dependen.
    data yang saya uji sudah memenuhi uji normalitas, heteroskedastisitas, multikolinearitas, dan autokorelasi dan data saya sudah memenuhi semua asumsi tersebut.
    pada saat melihat hasil uji liniearitas, hasil menunjukkan salah 1 nilai sig variabel independen saya di bawah 0,05.
    kira-kira solusinya bagimana ya?
    apakah uji linieritas harus dilakukan?
    terima kasih

    BalasHapus
    Balasan
    1. Kalau begitu memang tidak ada hubungan yang linear pak.. masalah tidak linear itu karena data yang x tidak konsisten terhadap y pak

      Hapus
  5. Kalau data tidak linear apakah tetap bisa dilakukan uji untuk hipotesis korelasi dan regresi? jika bisa, bagaimana caranya>
    Terimakasih

    BalasHapus
  6. Pak saya mau tanya, bagaimana jika data tidak linear?
    apakah saya tetap bisa melakukan uji korelasi?
    jika tidak atau jika iya, bagaimana solusinya? terimakasih

    BalasHapus
    Balasan
    1. Jika tidak linear maka tidak bisa dilanjutkan ke analisis data.. karena dalam beberapa literatur uji linearitas merupakan syarat yang harus dipenuhi sebelum masuk ke analisis data dalam hal ini adalah uji korelasi

      Hapus
  7. mau tanya, kalo variabel independennya ada dua, apakah dimasukan keduanya sekaligus? atau bagaimana?

    soalnya df pada tabel ANOVA berbeda antara x1 dan x2

    terimakasih

    BalasHapus
    Balasan
    1. betul mas.. dimasukkan sekaligus aja variabel independentnya kotak independents

      Hapus
  8. selamat pagi, apakah ada uji kolinieritas? kalau ada bagaimna cara analsisnya
    terimakasih

    BalasHapus
    Balasan
    1. Mungkin yang sobat maksud uji multikolinearitas.. ada kok disini silahkan dibuka linknya.

      Hapus
  9. Balasan
    1. Sama-sama.. sukses ya pak Dede Aziz

      Hapus
  10. Pak, saya mau konsultasi.
    Penelitian saya adalah pengaruh X terhadap Y.
    X memiliki 2 dimensi yaitu dimensi A yang diukur dengan 11 pertanyaan dan dimensi B yang diukur dengan 8 pertanyaan. Y diukur dengan 17 pertanyaan.
    Hipotesis saya adalah menguji pengaruh Dimensi A(X) terhadap Y dan menguji pengaruh Dimensi B(X) terhadap Y.
    Pertanyaan saya, untuk uji linearitas:
    1. Yang diinput ke Variabel independen Skor Total Dimensi A(X) atau Skor Total Dimensi B(X) dan Yang diinput ke Variabel dependen Skor Total Y. Apakah cara ini sudah sesuai, Pak?
    2. Jika nilai signifikansi 0.22 (lebih dari 0.05), apakah dapat dikatakan variabel independen dan variabel dependen memiliki hubungan linearitas yang signifikan?

    Terima kasih banyak, Pak. :)

    BalasHapus
    Balasan
    1. jawab:
      1. iya betul yang di input di spss adalah skor total masing-masing dimensi
      2. betul nilai deviation from linearity 0,22 > 0,05 maka dapat dikatakan terdapat hubungan yang linear

      Hapus
  11. Pak saya mau tanya... bnyak penelitian sebelumnya menggunakan syarat Fhit>Ftab berarti tolak H0... nah dalam penelitian saya setelah di hitung (memenuhi prasyarat) Fhit<Ftab smua... Setelah saya membaca web bapak mengatakan Fhit<Ftab... Yang mau saya tanyakan adakah ketentuan utk menggunakan Fhit<Ftab atau sebaliknya...

    BalasHapus
    Balasan
    1. ada pak.. memeng ada yang mengambil keputusan dengan memabandingkan antara Fhitung dengan Ftabel

      Hapus
  12. Pak, jika sig > 0,05 berarti linear dan jika sig<0,05 berarti tidak linear. Bgm jika sig=0,05 ? Bgm solusi utk menaikkan nilai sig? Terima kasih.

    BalasHapus
    Balasan
    1. jika nilai sig sama persis 0,05 mas bisa membuat kesimpulan dengan membandikan nilai F hitungya.. untuk menaikan nilai sig terntunya data harus konsisten..

      Hapus
  13. pak saya mau nanya, angka di data per variabel itu dapetnya darimana ? sedangkan dikuesioner kan angkanya berupa 5,4,3,2,1 ? makasih

    BalasHapus
    Balasan
    1. didapat dari skor total jawaban masing-masing responden

      Hapus
  14. Pak, saya menggunakan 2 variabel independent dan 1 variabel dependent, nah setelah melakukan uji linieritas, variabel X1 linier dengan Y1, sedangan X2 tidak linier dengan Y1. Apa saya bisa melanjutkan ke analisis data? terima kasih

    BalasHapus
    Balasan
    1. iya bisa silahkan dilanjutkan..semangat ya

      Hapus
  15. pak kalo df nya 35.15 itu bagaimana? saya masih pemula sekali...

    BalasHapus
    Balasan
    1. tinggal di cari pada distribusi nilai F tabel pak 35 kesamping dan kebawahnya 15

      Hapus
  16. bukannya nilaii siigniifiikkansiinya kkurang dari 0,05

    BalasHapus
    Balasan
    1. memang ada dua teori pak. kalau dibagian nilai sig deviation from linearity harus > 0,05.. tapi kalau dibagian nilai sig linearity harus < 0,05

      Hapus
  17. Numpang tanya pak,
    variabel independen saya ada 4, setelah saya uji linearitas, anova table yang muncul hanya 1, di variabel terakhir, sementara yang lainnya muncul "too few cases ... cannot be computed".
    Apakah saya harus uji variabel 1 per 1? terima kasih pak.

    BalasHapus
    Balasan
    1. coba di cek lagi langkah-langkahnya mas pastikan teliti dalam menginput dan analisis datanya

      Hapus
  18. Selamat siang, saya ingin bertanya. penelitian saya menghubungkan dua variabel independen dann satu variabel dependen. hasil uji normalitas data berdistribusi tidak normal. hasil uji linieritas terdapat hubungan yang linier diantara hubungan x1 dengan y dan x2 dengan y. lalu saya menguji antar variabel x dan y dengan uji spearman. bagaimana saya menguji korelasi berganda? apa benar mengujinya dengan menggunakan regresi berganda?

    Mohon bantuannya untuk menjawab. terima kasih :)

    BalasHapus
    Balasan
    1. untuk uji korelasi berganda ada baiknya anda membaca artikel Cara Uji Korelasi berganda dengan SPSS

      Hapus
  19. apa saja syarat uji korelasi product moment>??? admin saya mau tanya bagaiamana kalau data saya terdapat korelasi product omen 0.860 > r tabel berarti terdapat hubungan. dan uji normalitas data normal. tapi data uji linearitas data sig 0,000 < 0,05 berarti data tidak linier. dan data uji regresi linier juga sig 0,000 <0,005 yang menandakan hubungan linier antara variabel. bagaimana? apakah saya perlu menggunakan hubungan yang lain karena sig 0,000?????? apa ada cara membaca yang lain dari uji linieritas. saya bermasalah dengan uji liniearitas karena sig 0,000

    BalasHapus
    Balasan
    1. membaca uji linearitas cara lain dengan milihat sig pada linearity < 0,05

      Hapus
    2. pak saya mau tanya kalau dalam penelitian saya terdapat 1 variabel kena hete dan di nilai constant kena hete juga apakah masih bisa dilakukan penelitian? dari 3 variabel independen ada 1 yang kena hete. terimakasi

      Hapus
  20. makasih buat jawabannya sangat membantu untuk saya

    BalasHapus
    Balasan
    1. sama sama mbak riri tary.. senang bisa membantu. semoga bermanfaat

      Hapus
  21. Pak, hasil uji linieritas yang saya lakukan : variabel X1 thd Y, sig linearity :0.012 (<0.05) dan sig deviation : 0.992 (>0.05) sedangkan F hitung 0.276 (nah ini nilai F Tabel untuk df 142.4 bagaimana mencari karena pada referensi setelah 100,125,150,200,tak terhingga)
    Jika nanti hasilnya ternyata F hitung > F tabel, apakah saya bisa mengambil keputusan berdasarkan nilai sig fikansinya saja?
    Jika Variabel X2 terhadap Y ternyata tidak linear apakah masih bisa lanjut ke analisis data?

    BalasHapus
    Balasan
    1. sebatas pengetahuan saya jika nilai sig pada deviation linearity > 0,05 maka hasilnya linear.. tanpa harus dibuktikan dengan membandingkan nilai Fhitung dengan Ftabel...

      Hapus
  22. Pak sya melakukan uji linearitas dimana tipe data saya data nominal laki=1, wanita=2 setelah dilakukan uji lineariatas sperti diatas mncul tlisan "With fewer than three groups, linearity measures for MOTIVASI_KERJA * JENIS_KELAMIN cannot be computed." kira2 solusinya bagaimana ya pak ?

    BalasHapus
  23. Selamat malam pak, saya mau tanya pak. setelah saya uji linearitas dengan 2 variabel X maka dapat angka df untuk X1 29.40 dan untuk X2 28.40. nah saya ingin menjelaskan berdasarkan nilai F tapi tapi angka 29 dan 28 tidak ada pada tabel F. Tolong pak solusinya. terimakasih

    BalasHapus
    Balasan
    1. jika df 28 dan 29 tidak ada dalam distribusi nilai F tabel maka cari df yang terdekat yakni df 30

      Hapus
  24. Artikel yg bagus,, namun bolehkah saya tahu utk uji linearitas diatas menggunakan rujukan dari siapa pak? Atau referensi sumber bukunya?
    Terima kasih

    BalasHapus
    Balasan
    1. Dalam uji linearitas di atas saya merujuk pada bukunya pak joko widiyanto Cek Daftar Pustaka

      Hapus
  25. pak, kalau yg biasa di buku2 pengambilan keputusannya yg dr nilai signifikansi yg bawah
    tapi kalau kata dosen saya, yg dilihat mending yang nilai signifikansi yg atas, yg baris "linearity", jadi yg 0.005 itu.
    .
    kalau hasil saya
    dilihat dari nilai signifikansi yg bawah, data saya linear.
    tapi kalau dilihat dr yg atas (yg baris linearity), data saya gg linear karena lebih besar dr 0.05
    .
    jadi sebenarnya kesimpulannya bagaimana nggih?
    .
    atau ada rujukan dr buku yg bisa membuktikan kalau yg dilihat cukup dr nilai signifikansi (yg bawah) saja?
    syukron jzk

    BalasHapus
    Balasan
    1. untuk dasar pengambilan keputusan dalam uji linearitas memang ada beberapa buku yang berbeda ada yang dikatakan linear jika nilai sig linearity < 0,05. ada pula yang jika nilai sig deviation from linarity > 0,05. kalau buku rujukan saya adalah bukunya pak joko widiyanto ums. cek covernya di daftar pustaka

      Hapus
  26. Pak mau tanya, itu bukannya salah ya? Linear yg signifikan bukannya < 0.05 ya? Terimakasih

    BalasHapus
    Balasan
    1. bukan pak.. kalau sig liearity memang ada yang berpedoman < 0.05. namun kalau pedomannya sig deviation from linearity maka nilainya harus lebih besar dari 0,05 baru bisa dikatakan linear

      Hapus
  27. sangat bermanfaat mas postingannya, membantu sekali dldm nyelesein skripsi.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Terimakasih mas.. senang jika bisa membantu mempermudah mas dalam menyusun skripsinya.. semangat

      Hapus
  28. pak saya memliki data dengan 2 variabel bebas, tetapi x saya tidak memiliki angka yang sama sehingga k=n dan tidak dapat dihitung secara manual maupun spss, apakah ada cara lain untuk menguji kelinieritasan data tersebut pak?

    BalasHapus
    Balasan
    1. maksud angka yang sama?? mungkin hanya salah persepsi mbak.. kontak wa aja untuk saya lihat fotonya. siapa tau bisa bantu

      Hapus
  29. pa kalo f nya 36.637 tabel f nya brp yah ... terimakasih

    BalasHapus
    Balasan
    1. silahkan di cek langsung pada tabel ditribusi nilai tabel F pak

      Hapus
  30. Permisi Pak saya ingin bertanya, saya memiliki 2 variabel independen dan 1 variabel dependen. Tapi pada variabel dependen terdapat 3 dimensi/multidimensi. pertanyaan saya, pada uji linearitas ini apakah saya memasukkan tiap dimensi atau dimensi tersebut saya total skor sehingga saya hanya memasukkan 2 variabel independen dan 1 variabel dependen dengan dimensi yg sudah ditotal skor? mohon bantuannya pak.

    terima kasih.

    BalasHapus
    Balasan
    1. pertanyaan yang bagus. uji linearitas yang saudara lakukan sebaiknya hanya untuk variabel yang diteliti.. bukan uji linearitas untuk dimensinya. jadi uji dengan skor total variabel independent terhadap variabel dependent

      Hapus
  31. Sangat bermanfaat terimakasih, pak ini sumbernya dari buku atau teorinya siapa ya pak? Terimakasih pak, untuk kebutuhan daftarpustaka

    BalasHapus
    Balasan
    1. terimakasih.. itu teorinya pak Joko Widiyanto.. lihat cover bukunya di Daftar Pustaka

      Hapus
  32. apakah uji linieritas ini harus dilakukan untuk penelitian yang menggunakan analisis jalur? terima kasih

    BalasHapus
    Balasan
    1. idealnya dipakai kerena kita juga perlu untuk melihat apakah hubungan tersebut linear atau tidak

      Hapus
  33. Untuk nilai tabel df 21 dan 109 berapa ya pak?
    di tabel tidak ada.

    ket:
    Deviation from Linearity: 21
    Within groups: 109

    BalasHapus
  34. jika deviation from linearity < 0,05 bagaimana pak? tetapi limearity signifikan <0,05

    BalasHapus
    Balasan
    1. memang saya pernah membaca sebuah tesis yang sudah lulus. dan pada bagian uji linearitas hasilnya sama seperti apa yang mbak sampaikan.. namun sampai saat ini saya belum menemukan sumber referensi yang mengatakan bahwa jika nilai signifikasi deviation from lineariy < 0,05 maka tetap dianggap linear

      Hapus
  35. Siang pak saya mau bertanya saya ada penelitian menggunakan beberapa variabel ketika diuji linear ada yg ditolak..variabel tsb di buang saja lalu dilanjukan ke analisis data atau dibuang dan harus diuji asumsi klasik dari awal? Makasi pak

    BalasHapus
  36. Pak saya mau tanya, kalau hasil uji lineritas data saya X1 dg Y < 0,05 dan X2 ng Y > 0,05 apakah saya bisa melanjutkan uji analisis saya ?

    BalasHapus
  37. kaloDfnya 11.17?? Nilai Ftabelnya berapa???

    BalasHapus
    Balasan
    1. coba saudara lihat pada distribusi nilai F tabel yang sudah ada

      Hapus
  38. saya mendapatkan nilai Df 14.14 cara menyimpulkan nilai ke tabel Fnya gimana??

    BalasHapus
  39. Pak saya mau tanya, saya melaksanakan penelitian untuk mwngetahui seberapa besar pengaruh yang ditimbulkan, akan tetapi saya menggunakan pretest dan posttest,caraenghitungnya bagaimana ya pak, terimakasih

    BalasHapus
    Balasan
    1. untuk data pretest dan posttes biasanya menggunakan Uji Independent Sample t Test

      Hapus
  40. Maaf pak saya mau tanya. Pada salah satu artikel tentang linearitas pada uji korelasi pearson dikatakan bahwa jika nilai sig <0,05 dikatakan linear. Mohon petunjuknya & mungkin ada rujukan buku luar negeri yang bisa dijadikan sumber yg kompeten. Tris & salam

    BalasHapus
  41. Dalam beberapa artikel dikatakan bahwa dikatakan linear bila nilai sig.nya <0,05. Mohon petunjuknya. Trims

    BalasHapus
    Balasan
    1. memang ada beberapa yang demikian..sebaiknya kalau saya cenderung setuju dengan panduan di atas..

      Hapus
  42. Izin bertanya pa, kalau data yg saya masukan angkanya berbentuk persen harus diapakan terlebih dahulu ya pa? soalnya di tabel ANOVA nya tertulis "too few cases.......can't be computerised"

    BalasHapus
  43. Kereeeeen...dari validitas sampe linearitas saya sangat terbantu. Cuman di linearitas x1 ke y linear. X2 ke y tidak linear. Apakah penelitian bisa berlanjut? Apa yg membuat x2 ke y tdk linear?

    BalasHapus
  44. mau Tanya pak jumlah soap pads angket variable x tidak sama dengan variable y cntoh angket do variable x hanya Ada 20 pernyataan sementara variable y Ada 46 Dan untuk hitung linieritas seperti cntoh Yang bpk publish itu skor totalnya kisaran sama dibawah 100 sementara data saya skor total nya variabel x dibawah 100 Dan variable x diatas 100 semua, itu bagaimana pak?

    BalasHapus
    Balasan
    1. Jumlah soal atau item angket yang berbeda untuk masing-masing variabel itu bukanlah masalah pak.. tetap bisa kok dilakukan uji linearitas sebagaimana cara di atas

      Hapus
  45. sore pak maaf mengganguu. mau nnaya cara menentukan F tabel untuk perbandingan F hitung itu bagaimana caranya??

    BalasHapus
    Balasan
    1. sudah dijelaskan pada panduan di atas mbak nurma sari..hehe

      Hapus
  46. pak sy mau nanya penyebab tidak munculnnya anova table apa ya ?
    too few cases - cannot be computed

    sy msh awam

    BalasHapus
    Balasan
    1. penginputan data, jenis data,, atau programnya error pak

      Hapus
  47. kalo ternyata hubungan antar variabel tidak linear, bagaiaman solusinya mas? saya memiliki data dengan jumlah responden 30, apakah mungkin karena data saya yang sedikit tadi menyebabkan tidak linier?
    terima kasih sebelumnya

    BalasHapus
  48. pak saya ingin bertanya bagaimana kalo seandainya data saya menunjukkan sig linearity < 0,05 (linear) namun deviation from linearity nya <0,05 (tidak linear)? apakah data saya tetap bisa dikatakan linear? Mohon bantuannya Pak. Terima Kasih :)

    BalasHapus
    Balasan
    1. kalau saya lebih condong dikatakan linear jika nilai deviation from linearity lebih besar dari 0,05..

      Hapus
  49. Permisi mas, apa ada buku referensi lain untuk panduan uji linieritas dengan spss selain buku dari Pak Joko Widianto? Kalau ada buku yang lebih mudah didapat karangannya siapa ya?

    BalasHapus
    Balasan
    1. adabanyak kok pak..silahkan dibuka di bagian Sumber Referensi

      Hapus
  50. Selamat pagi
    pak, saya mau konsultasi,pada uji linieritas penelitian saya untuk X1 dan Y nilai sig. Linearity = 0.000 dan nilai sig. deviation from linearity = 0.007
    dan untuk X2 dan Ynilai sig. Linearity = 0.000 dan nilai sig. deviation from linearity = 0.904
    apakah ini dikatakan linier pak ?
    ditinjau dari segi mananya bisa dikatakan linier ?
    tolong dijawab ya pak
    Terimakasih.

    BalasHapus
    Balasan
    1. hubungan antar variabel dikatakan linear jika nilai Signifikansi deviation form linearity lebih besar dari 0,05 pak

      Hapus
  51. bagaimana kalo nilai Sig. linearity datanya 0,001 (lebih kecil dari 0,05) dan nilai Sig. deviation from linearity data tersebut adalah sebesar 0,043 (lebih kecil dari 0,05) juga? berarti tidak linier ya?
    terus supaya data tsb linier, saya harus bagaimana ya?
    mohon bantuannya, terimakasih

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya mbak shufi..karena nilai sig.deviation from linearity 0,043 < 0,05 maka tidak linear..oleh karena itu jika ingin linear hasilnya coba ganti data mbak

      Hapus
  52. pak nilai X itu nilai dari gabungan antar variabel ya pak? seperti nilai dari tangibel sekian responsive sekian? mohon penjelasannya pak. trims

    BalasHapus
    Balasan
    1. bukan nilai gabungan antara variabel x mbak..dalam contoh ini hanya 1 variabel x saja

      Hapus
  53. pak, saya mau nanya. judul penelitian sy hubungan pola asuh dengan hasil belajar. untuk perhitungan teknik analisis datanya menggunakan koefisien korelasi atau korelasi regresi ??

    BalasHapus
    Balasan
    1. jika judulnya hubungan.. maka menggunakan analisis korelasi

      Hapus
  54. Mlm pa saya mau tanya.. Klo di uji linearitas saya ko ada tulisan cannot be computednyh.. Trs g kluar tabel anovanyh..?? Solusinyh gimna yah pa mohon bantuannyh

    BalasHapus
  55. Pak, saya mau tanya. Jika data yg saya gunakan terdiri dari 3 var bebas, hanya 1 var bebas yg linier thdp respon, langkah selanjutnya harus bagaimana?
    Apakah data harus ditransformasi agar variabel yg digunakan tetap 3?
    Atau var bebas yg tidak linier thdp respon dibuang kemudian menggunakan uji regresi sederhana?
    Terima kasih sebelumnya

    BalasHapus
  56. mohon maaf saya mau bertanya jika variabel X ada dua apakah dalam variabel independent di berikan dua variabel X tsb atau sendiri sendiri , terima kasih

    BalasHapus
  57. 1.Pak, Kenapa tabel Annova saya tidak keluar...??
    2.saya masukkan varibel 5 variavel X sekaligus gpp kan ? atau harus satu persatu ?

    BalasHapus
  58. pak, mau tanya jika sig dev.linearity lebih dr 0.05 dan linearitynya lebih dr 0.05 juga apakah disebut linier ?

    BalasHapus
    Balasan
    1. Sebatas pengetahuan saya jika nilai sig deviation from linearity lebih besar dari 0,05 maka dikatakan linear pak.. terlepas dari nilai sig linearity lebih besar atau lebih kecil dari 0,05

      Hapus

Silahkan tinggalkan jejak sobat disini. Sehingga saya tau bahwa artikel di atas bermanfaat. Terimakasih